MISTERI CINTA KU

MISTERI CINTA KU
FLOWER DCIDDE


__ADS_3

Keduanya mengalihkan pandangan kepada ponsel Sahan yang berdering. Sahan merasa heran Karan ibunya menelepon saat malem. Bersahutan dengan Agus, Bayu, Ceristal,dan Lisa yang mengirim banyak pesan, begitupun tidak lama kemudian,tidak lama kemudian ponsel Dirgan berdering dari kapten polisi Ayah Sahan.


"Ada apa ini? kenapa tiba-tiba semuanya menghubungi?"tanya Dirgan. Sahan pun merasa tidak enak. Ia lebih memilih mengangkat panggilan masuk dari Lisa.


"Hallo Lisa?"


"Woy! Lo gila ya! kenapa bikin video wasiat segala! Ayah lu ngamuk nih sama kita semuah"ucap Lisa


"Loh? aku kan bilang kirim kalu aku meninggal. Kenapa_?"


"Lo ngirim langsung ke Ayah Lo bego"


"Hah?"


"Pak Jonathan pergi kerumah Dirgan. Ngamuk!"


*****


"Ayah ampun"rengek Sahan. Ia sesenggukan setelah mendapatkan beberapa cubitan amarah Jonathan yang menghawatirkan dirinya. Sahan sebelum nya tidak pernah berbohong,tapi sekarang dia sudah berani hanya untuk pacaran.


"Kamu belajar di mana? akan menginap di rumah teman namun malah berkeliaran dengan peria?!"tekanya


Hanya Sahan yang mendapatkan amukan. Dirgan malah mendapatkan jamuan dari ibu Sahan setelah mengangkat telepon dari Jonathan dan langsung mengatakan akn membawa Sahan kerumah.


Jonathan akhirnya memutar kembali setir mobilnya ke rumah, padahal dia sudah punya rencana akn menembak mereka di kediaman Dirgan.


"Ini salahku,aku akn bertanggung jawab"ucap Dirgan


"Ya,memang kalian berdua harus mendapatkan hukuman,kenapa keluar malem tanpa izin?!"tanya Jonathan. Ia kembali mencubit pipi Sahan yang kembali merengek, karena pipinya memerah dalam waktu singkat . Sakit tak seberapa tapi nyampe banget keuluh hati.


"Aku mengajak nya mengambil buku di perpustakaan,salahku tidak bertanya Sahan sudah izin atau tidak. Kami juga mencari beberapa bukti,meski belum kuat mengenai penjaga perpustakaan dengan intan"jelas Dirgan


Jonathan menghela napas nya,dia melihat jam yang sudah menunjukan pukul sembilan malam,seta anak nya Sahan baru pulang sekolah,siap yang tidak marah mengetahui tingakh anak nya yang berbohong.


"Masuk ke kamar!"pinta Jonathan


"Aku ingin mendengarkan,sampai Dirgan pulang,jangan sakiti diyah Ayah"kekeh Sahan

__ADS_1


"Setidak nya ganti seragam dulu!"tekan Jonathan. Sahan mengusap pipinya,ia beranjak pergi sambil menghentakkan kaki sebagai pemberontak ketika Jonathan menghela napas nya dan mengusap kening Frustrasi.


Ia mendudukkan diri berhadapan dengan kekasih anak nya yang tengah meneguk susu hangat dari istri nya.


"Di kasih racunga Bu?"celetuk Jonathan. Dirgan baru hampir tersedak,dengan kekeh manisnya. Sebab bisa-bisa nya Jonathan bercanda setelah memarahi anak nya.


"Kurasa,Ayah terlalu keras padanya?"ucap Dirgan.


"Mau gimana lagi?Seharus nya aku juga mendesak dia untuk putus dengan pacarnya"sahut Jonathan. Dirgantara berdehem. Ia menyatukan lengan dan meminta ampun untuk perilaku keduanya yang melewati batas kepada Jonathan yang mengulas senyum.


"Kami hanya mengambil buku saja komandan"jelas Dirgan


"Kenapa malem-malem dan Sehan berbohong akan menginap di rumah Lisa?"tanyanya


"Karna malam,penjaga perpustakaan tidak ada. Sedangkan masalah Sahan yang izin menginap aku tidak tahu soal itu"ucap Dirgan polos. Serius Dirgan heran kenapa Sahan tidak pulang karna sudah,tapi iya menjawab dia sudah meminta izin Jonathan katanya.


"Kenapa Dateng saat penjaga perpustakaan tidak ada?"


"Karna Sahan menginginkan buku yang masih di segel di gudang?"


"Kami mengambil nya, penanggung jawab perpustakaan adalah aku,tentu aku bisa mengambil buku yang aku mau. Hanya saja,aku sudah pintar tidak perlu buku"


"Eih,ank ini"Jonathan melepaskan lencana kepolisian nya kepada Dirgan yang terkekeh. Ia memungut benda kehormatan tersebut dan menyerahkan kembali kepada Jonathan.


Sahan mengganti baju secepat kilat,ia bergegas turun untuk memeriksa keadaan Dirgan,apa dia sudah menjadi daging cincang ayu belum.


"Kamu tidak boleh melakukan nya meskipun punya wewenang untuk mengambil nya nak,bila masih di segel berarti belum waktu nya untuk di buka"jelas Jonathan.


"Itu merupakan buku import dari US ayah. Meski pun ada di multimedia,namun kita tidak bisa membacanya. Hanya bisa membeli,tapi harga nya mahal. Ada beberapa sekolah di negara ini yang mempunyai buku tersebut,namun saking legendaris,nya buku ini hanya bisa dibaca peringkat lima keatas.


Aku sengaja memasok nya ke sekolah,setelah aku lihat Sahan antusias mengantri di sekolah Blue sea untuk membacanya saja. Tujuannya dari awal Sahan, kumasukkan ke perpustakaan karna aku yakin. Tidak mengambil nya terlebih dahulu"papar Dirgan


"Kenapa gitu?"


"Karna dia membenciku. Ini aga rumit dan tidak bisa di mengerti oleh orang tua seperti anda"


"Eih"Jonathan berdecak,ia baru saja aku akan mengacungkan kencang nya kembali,namun malah Dirgan terkekeh Karana Jonathan menahan nya.

__ADS_1


"Sahan terlihat gembira saat aku memberi tahunya akn memberikan semua seris. Tentu saja,bahkan aku langsung mengambilnya tanpa menunggu malam,bila itu membuat Sahan bahagia. Namun malam setidak nya aku bisa menghargai bajingan yang melakukan hubungan intim di sekolah"jelas Dirgan.


"Hubungan intim?"Sahan melangakah,untuk masuk kedalam obrolan meski ia tertegun untuk pertanyaan Dirgan. Sahan juga,masih ingat bagai mana dirinya pegal sekali terus berdiri dari jam tujuh pagi sampai sore hanya untuk buka bajakan.


Ternyata, buku Untouchable di persembahkan Dirgan untuk nya. Hanya agar Sahan merasa bahagia,kenapa diya tidak menyadari nya dahulu.Meski Dirgan terkesan memaksa,namun iya juga sudah berusaha.


"Kami masih mencari bukti,aku memindahkan data perpustakaan ke lektop pada ponsel dan belum melihat,kami juga menemukan berangkas namun belum bisa membuka nya.


Kaka Ruli melakukan hubungan intim dengan Siswi. Kami tidak mengenal nya tapi kita mengingat wajah nya. Jika memang,ini suatu kebetulan yang tidak aku harapkan. Intan bisa saja korban*******dia"


**Jonathan menggulirkan pandangan kepada Sahan yang duduk di samping kekasihnya. Ia menarik segelas susu yang sudah di siapkan ibu nya serta berusaha menenangkan diri semaksimal mungkin untuk mengahadapi situs hari ini.


"kalian benar-benar melihat nya?"


"Tidak,kita melihat hanya sekilas saat mau keluar dari berangkas. Sisanya,aku hanya mendengarkan,Sahan menutup kedua telinganya"papar Dirgan


Jonathan hari ini benar-benar menyelidiki anak-anak nya. Ia harus waspada pada penipu kecil ini agar dia tidak lengah sebagai orang tua.


"Akan aku jamin.....dia baik-baik saja"ucap Dirgan. Sahan dan Jonathan Sontak saja memfokuskan pandangan mereka kepada Dirgantara yang menatap Ayah Sahan serius.


"Aku berjanji padamu,jangan khawatir. Sahan tidak akan terjerumus apa pun yang akn mengecewakan Ayah. Aku juga akan menjaga nya dengan baik Ayah bisa pergi"jelas Dirgan.


Keheningan melanda ketiganya,Sahan terus saja memandang Ayah nya dan Dirgan secara bergantian sebab ia tidak tahu apa yang mereka bahas.


"Justru yang aku cemaskan aku tinggalkan nya dengan mu"jelas Jonathan


"Ayah harus percaya hanya sama aku. Walaupun aku berandalan,tapi satu-satunya yang aku inginkan dan tujuan ku hanya Sahan"


Sahan tiba-tiba kaget,ia menyikut lengan Dirgantara sebab peria ini terlalu serius berhadapan dengan Jonathan yang belum menunjukan ekspresi apapun. Ini bukan acara sesi lamaran,Dirgan tidak perlu mengeluarkan isi hatinya.


"Aku tau cara mencintai Sahan adalah menjaga nya,bukan merusak masa depan nya. Yang aku lakukan hari ini di depan Ayah hanya bermodal tekad.


Aku sebenarnya sedikit marah sama Ayah saat mencubit pipinya sampai dia menangis. Tapi itu tugas dan peran Ayah. Oleh karna itu bagi sedikit dengan ku soal pertanggung jawaban.


Aku sudah melamar Sahan di belakang sekolah,sekarang aku melamar Sahan di depan Ayah.


Aku meminta anakmu untuk menjadi tunangan ku**"

__ADS_1


__ADS_2