MISTERI CINTA KU

MISTERI CINTA KU
NEED TO KENOW


__ADS_3

"***Mau sampai kapan aku menjadi pengangguran?"tanya Ari. Ia meneguk pintu singkat serta masuk ke ruangan Dirgan yang tengah mengerjakan beberapa dokumen untuk templet devisi baru yang akan dia bentuk. Ari merasa lemas kalau tidak bekerja, rasanya hampa karena tidak punya aktivitas untuk mengalihkan perhatian nya.


"Ternyata kamu orang yang bekerja keras"sahut Dirgan. Ia mengusap tekuk pegal saat memperhatikan Ari yang membuka pulkas ruangan Dirgan, meski ia kaget karna isian dari benda ini sedikit berubah.


Ada ayam pedas, bakso tusuk seta sosis tusuk dan makanan kaleng di tak pertama, kemudian cemilan yogurt serta puding dan buah-buahan dan lain-lain.


Ia membuka bagian perizer yang membuat Ari kaget karena penuh berisi coklat min beku.


"Ada bencana apa ini?"tanya Ari


"Yah, seorang mengambil alih tempat ini. Area kerja pun berubah menjadi tempat aneh"sahut Dirgan. Ari pun mengarahkan pandangan kepada meja Dirgan yang awalnya hanay berisi komputer dan dokumen, kini sudah terdapat cermin,Lipton merah muda serta beberapa bedak Shana.


Ia punya lain selain mengantri di kamar mandi untuk merapikan penampilan nya, beruntung banget Sahan mendapatkan ruangan luas untuk menyimpan apapun yang ia inginkan serta menunjang acara belajar dan mengajar jauh lebih baik.


"Kamu membagi kuncinya?"tanya Ari


"Berkas penting ada di berangkas, jangan hawatir"sahut Dirgan. Ari lantas menunduk, ia mengambil dua kaleng bir serta menghampiri Dirgan dengan wajah lesunya.


"Bagai mana kabarmu semalem?"tanya Ari


"Tidur..... Meski hanya beberapa jam"sahut Dirgan. Ia menerima bir yang Ari sodorkan, tepat sekali pengangguran ini Dateng, karna Dirgan memang ingin bersantai untuk menenangkan pikirannya. Ari kemudian menggeluarkan ponsel berwarna putih serta menaruhnya di atas meja.


"Punya Lisa, ia dan yang lain sedang mengumpulkan bukti penindasan, sepertinya rencana mereka akan terus berjalan meski tanpa kita"jelas Ari.


"Cegah saja sebisa mungkin, jangan sampai mereka menimbulkan masalah. Penindasan bukan urusan, aku akan pokus pada masalah yang besar"jelasnya


"Aku?"

__ADS_1


"Kau pengangguran sekarang, tentu saja aku bukan kita"jelas Dirgan. Ari tertegun dengan apa yang Dirgan katakan, ia memperhatikan peria kusut itu kembali meraih dokumennya serta membaca peroposal terbaru.


Tentu saja, kenapa tidak terpikirkan oleh nya. Dirgan selalu mementingkan ia dan orang yang ingin pria ini lindungi di banding dirinya sendiri.


"Aku tidak punya masalah dengan tidur, aku sanagt baik. Jangan membuatku menjadi oenggangguran hanya karena aku beristirahat. Eaih, pantas saja kau selalu mencari-cari kesalahan ku"ucap Ari.


Dirgantara menyeringai"Pikiran mu manis sekali, percayalah tidak seperti itu, kinerja mu memang buruk akhir-akhir ini, itu lebih baik kamu berhenti sebelum aku semakin kecewa"sahut Dirgan. Ari lekas beranjak berdiri setelah meneguk habis bir yang terasa menyegarkan sampai semangatnya membara kembali karna ia tahu kini, Dirgan tidak benar-benar menghukum nya.


"Ya, terimakasih aku kan kembali bekerja"lontar Ari.


"Kamu belum di izinkan bekerja Ri"


"Ya terserah. Engga akan aku biarkan kamu bekerja sendiri, terimakasih liburan setengah harinya, sudah cukup"ucap Ari. Ia kembali menutup pintu ruangan Dirgan yang berdecak Ari malah pergi kedalam rauangn nya yang berada di Kedung sayap kanan di lantai dua.


Ia bersiul manis, karna gedunga angker ini mulai merasa hangat, meski tiga dan lantai lima masih ada yang mendengar suara perempuan yang menangis, ayu kursi meja belajar yang terdengar di banting.


Arwah itu nyata memang ada, Ari percaya hantu setelah ia menginjakan kaki di gedung sayap kanan ini dan membangun sebuah markas. Ia merupakan salah satu orang yang pernah melihat perempuan Siska yang dirumorkan. Dirgan juga beberapa kali melihat nya, namun entak kenapa pria itu tidak terkejut.


Langkah Ari terhetikan oleh Erwin yang menghadang jalannya, ia merupakan wakil ketua dari time Ari. Hari ini dia sudah menyelesaikan rapat dengan Redi bila dia akan menggantikan beberapa pekerjaan Ari yang harus segera di kerjakan.


"Kenapa?"tanya Ari


"Saya harus mendapat panggilan dari bos, anada dilarang masuk smapai waktu yang belum di tentukan. Bila anda tetep masuk, terpaksa saya akan mengambil rencana anda dan menggeser kedudukan ketua tim kali ini"jelasnya.


Ari terperangah, Dirgan benar-benar tidak akan membuatnya bekerja dalam waktu dekat karena Ari selalu menolak semua hari libur untuk bekerja mendampingi Dirgan. Ia menghela nafas nya kasar, ia berdecak serta memutar tubuh kembali ke bawah di banding harus mengganggu anggota timnya yang akan bekerja, kalau ia masih bersihkukuh.


"Baiklah kamu bekerja yang benar selam aku cuti. Jangan sampai ada pekerjaan yang tertinggal dan membut Dirgan harus turun tangan" jelas Ari sambil berlalu.

__ADS_1


"Siap kapten"


...*******...


Sahan mengetuk pintu ruangan Dirgan, ia membuka nya secara perlahan dan mendapati pria yang ia tinggalkan karna kesalnya telah memulai pengajaran pun telah berhasil membut Sahan terengah. Dirgan masih bekerja bahakan sampai istirahat kedua di posisi pertama. Tahu begini, Sahan akan pergi mengunjungi Dirgan di istirahat pertama tadi.


"Kenapa sayang? membaca buku lagi, tidak pegil berjam-jam membaca Novel?"tanya Dirgan. Ia heran dengan ambisi Sahan yang ingin membaca buku tebal dengan cerita yang panjang yang pastinya sudah berbelit kesana-kemari.


"Aku mau mengambil ponsel Lisa, kamu membawanya tanpa izin" sahut Sahan. Ia kemudian menghampiri Dirgan, menengok isian dokumen yang tengah Dirgan baca untuk tampet divisi humas yang terbaru.


Sahan masih engga paham dengan usaha apa yang Dirgan sedang dirikan, Karana pria ini juga tidak memberi tahu Sahan, katanya kejutan buat Sahan setelah dia lulus nanti, tentunya setelah tidur bersamanya lalu fositip mempunyai turunan, keinginan Dirgan seperti itu.


Sahan pun hanya mengangguk saja, karna ia yakin. Bila Dirgan akan berubah pikiran sebelum mereka lulus nanti. Kenapa Dirgan ingin sekali berkeluarga ketika mereka masih menginjak usia yang masih dini. Dirgan dua sati dirinya masih sembilan belas tahun .asih terlalu muda.


"Bukan aku yang mengambilnya tapi Ari. Dia memergoki Lisa, jadi apa bisa aku buat. Ponselnya sudah di bawa dia ke markas Redi. Jangan hawatir ponselnya akan baik-baik saja , mereka akan menghapus apa yang mereka tuju, kemudian kan mengembalikan nya tanpa lecet sedikitpun"jelas Dirgan.


Ia lantas menggulirkan pandangan kepada Sahan yang tiba-tiba sudah memberikan lektop sampai Dirgan tercekat karna dia belum melihat semua isian draf yang Redi buat.


"Sudah aku simpan, jadi datanya masih ada dan kembali seperti semula tadi jika kamu menyalakannya nya, sekarang kita makan dulu yuk" ajak Sahan.


"Aih, aku sibuk kamu makan sendiri aja dulu"sahut Dirgan. Ia meraih lektop yang Sahan tutup dan di tahan ketika Dirgan meraih nya.


"Aku mau sama kamu"sahut Sahan.


"Kenap tiba-tiba?"


"Mau di temani dan di bayarin"sahutnya. Sahn terkekeh saat Dirgan berdecak, ia belum sempat membalas perkataan Shan meski wanita itu menariknya untuk beranjak.

__ADS_1


"Di sini juga banyak makanan, kamu makan yang ada di sini saja, atau kamu bawa kesini makanan nya"


"Engga mu pengen di kantin"Rengek Sahan. Menekuk bobir andalannya serta memasang tau meminta kasih sayang Dirgan yang harus extra bersabar, akhirnya kemudian menyiksa kan waktu dan menyeret pekerjaan pada garis deadline, hanya untuk Shan***.


__ADS_2