MISTERI CINTA KU

MISTERI CINTA KU
TRUE DAMAGE


__ADS_3

"***Aku kemarin iseng datang ke sekolah, ternyata. Ada siswa yang keluar dari gedung perpustakaan dengan mengendap"jelas Agus. Sahan mengangut- ngangut ketika dia merasa bimbang harus menceritakan kejadian yang ia lihat di perpustakaan bersama Dirgan ini kepada teman-teman nya atau tidak.


"Pencuri kah?"tanya Ceristal


"Entah, dia tidak membawa apapun. Karena kak Ruli juga ada di sana. Dia mengawasi sekitar"jelas Agus


"Mereka pacaran?" koreksi Sahan. Keempat temannya pun memusatkan perhatian kepada Sahan yang sedari tadi hanya diam dan mendengarkan. Dateng kesekolah pun dalam keadaan lesu dan juga dengan mata bengkak nya.


Sahan mencoba merenungi apa yang di katakan Jonathan, apa iya? dia menangis karena sangat menyukai Dirgan dan sangat kecewa karna Dirgan memilih pergi di banding membawa orang tuanya kerumah.


"Apa?!" sahut mereka serempak. Sontak saja, hal tersebut membuat Sahan kaget, ia tidak punya pilihan selain menceritakan hal tersebut kepada teman-teman nya. Mereka penting, dan harus tahu apa yang sedang terjadi.


Mereka juga berkontribusi untuk menyelidiki lebih lanjut dan mengumpulkan banyak bukti penindasan agar mereka mendapatkan ganjaran yang setimpal.


Sahan menceritakan secara rinci,apa yang ia alami bersama Dirgantara. Dugaan mereka selama ini, hanaya lah Ruli sebagai orang penanggung jawab mengenai Intan.


Sahan membutuhkan bukti lebih banyak, dia dan Dirgan sudah mendapatkan data di lektop Ruli, kemudian sebuah berangkas yang mereka temukan. Sahan akan menemui Dirgan nanti untuk menayakan apa isi dari benda tersebut.


Meskipun ia tidak tahu, apa yang akan peria ini lakukan bila bertemu dengannya. Tentu saja teman-teman nya memiliki persepsi dan pendapat yang berbeda.


Mereka hanya berpikir Ruli dan siswa tersebut memang berpacaran, tidak ada sangkut paut dengan intan hanya ia sering ke permukaan.


Mungkin saja Intan melakukan hal tersebut bersama peria lain. Mereka serempak tercekat sebab kehadiran seseorang pun, berhasil menarik Sehan kedunia, lantaran iya melupakan seseorang yang seharusnya ia hindari saking sibuknya mengatasi banyak hal.

__ADS_1


"Hai sayang lama tidak jumpa"sapa Veri.


******


Sahan menatap ragu ruanagn Dirgantara yang berada di hadapan nya. Ia mengusap, gelang manis dan kunci cantik berwarna silver terang ini membuat nya semakin gusar.


Apa yang akan dia katakan kepada Dirgan, tapi dia membutuhkan nya sekarang. Sahan lantas mengarah kan kunci pada kenop pintu perlahan.


Meski ia terpaku diam saat melihat seorang di belakangnya memegang kenop pintu, memutar nya serta membuka pintu yang membuat Sahan menelan Seliva karena pintu tersebut tidak tertutup.


Dirgan lantas masuk kedalam ruang nya tanpa memperdulikan Sahan. Tadinya, iya Redi dan Ari akan rapat disana. Meski kehadiran Sahan di depan pintu, membuat Ari serta Redi mengurungkan niat mereka untuk ikut masuk.


Mereka berdua kan menunda nya sebentar agar Sahan dan Dirgan bisa berbicara leluasa. Apa lagi ketika menilik hari Minggu kemarin, Dirgan mengamuk minta ampun. Jelas pelakunya wanita tersebut pendek yang ikut masuk dengan tekat kuatnya.


Sahan menutup pintu ruangan Dirgan. Ia menghampiri, periya yang tengah memberesi beberapa dokumen untuk dia sampai kan kepada kedua temannya.


"Tidak masalah, itu diluar kendali"sahut Dirgan. Sahan meraih lengan Dirgantara, peria ini tidak menatap nya malah sibuk dengan hal-hal lain untuk mengalihkan perhatian.


"Kau memilih berpisah denganku?"tanya Sahan. Dirgan menghela napas nya berat, ia mengedarkan pandangan untuk perasaan tidak menyenangkan untuk situasi hari ini. Jonathan sudah angkat bicara untuk hubungan mereka yang tidak mendapat restu, padahal Dirgan sudah merasa yakin.


"Apa boleh buat, aku tidak bisa membawa mereka"sahut Dirgan


"Lalu bawa aku pada mereka"

__ADS_1


"Tidak bisa......tidak bisa Sahan"Sahan melepaskan genggaman tangan nya. Dirgan bahkan tidak bisa memperjuangan dirinya,padahal Sahan sedang membutuhkan hal tersebut. Bukti, Dirgan sangat mencintai nya, ternyata tidak ada dan tidak berusaha.


"Begitu ya.......ya sudah, kupikir kamu benar-benar serius terhadapku"ucap Sahan. Dirgantara mematri atensi kepada Sahan yang membalikan badan dan beranjak pergi, Sampai Dirgantara membelak saat melihat wajah nya.


Ia menarik Sahan dan menangkup wajah yang membuat nya nanar. Pipi kanan Sahan merah padam, begitu pun dengan kedua manik memerah nya.


"Kamu.....kenapa?!" tanya Dirgan


"Bukan apa-apa"sahut Sahan. Ia melepas kan kedua tangan Dirgan yang malah menyatukan keningnya dengan memejam frustasi kepada Sahan. Diragan benar-benar sensitif bila membahas orang tua. Namun, ia juga tidak bisa melepaskan Sahan walupun tidak di restui.


"Aku tidak bisa membahas nya Sahan ibu ku sakit"jawab Dirgan.


"Apa sakit nya menular? kenapa kamu tidak bisa membawa ku?"tanya Sahan. Setidaknya, meski Ayah nya sedikit menyebal kan hari kemarin, tapi Sahan harus membantu nya. Jika memang ini menyangkut orang hilang yang harus ayah nya cari. Apalagi ini ibu Dirgan, Sahan harus mencari tahu.


"Aku, takut kamu menghindar setelah ini"ungkap nya. Sahan menarik napas nya. Ia pun ikut penasaran dengan apa yang terjadi dengan ibu Dirgan Samapi Dirgan tidak bisa membawa dia kesana.


Sahan sedikit berjinjit iya meraih bibir Dirgan serta mengecup nya sejenak, sampai Dirgan kembali membuka mata nya.


"Apa aku terlihat seperti itu Diragan?"tanya nya. Sahan mencoba meyakinkan Dirgan, semuanya akan baik-baik saja. Sahan hanya memastikan ibu Dirgan ada atau tidak sesuai dengan apa yang Ayah sahan hawatir kan.


"Kamu terlihat kurang mencintaiku"sahut Dirgan. Sahan bisa saja goyah setelah melihat ibu nya karna ia tidak punya alasan untuk berjuang dengan Dirgan.


"Kalu biegitu, buat aku mencintaimu"timpal Sahan. Ia mengusap lembut, pipi Dirgantara sebab sekarang. Sahan pun hanya menginginkan dia,entah apah yang membuat Sehan semudah ini jatuh dengan mudahnya. Padahal, Dirgan dulu tidak menarik perhatian.

__ADS_1


"Dapat kan aku"ucapnya kembali. Dirgan menarik kepala belakang Sahan. Ia mengecup lembut Sahan yang sudah bisa cara melakukan berciuman setelah Dirgan membuat nya mabuk kepayang beberapa kali.


Ini mulai menjadi candu juga bagi Sahan***.


__ADS_2