MISTERI CINTA KU

MISTERI CINTA KU
THUNDERIYS


__ADS_3

"Kamu tidak sarapan dulu?"tanya ibu dinda


"Iya kami buru-buru lebih enak sarapan di sekolah lebih tenang, kalaupun keburu masuk kelas. Ayah jangan mengganggunya"teriak Sahan. Ia bergerut serta membungkus makanan untuk bekal nya kesekolah.


Bu Dinda dan siren pun hanya menghela napasnya,sebab pagi-pagi seudah mendapatkan omel Jonathan lantaran menginap bersama Dirgantara di rumah Agus tanpa memberi tahu mereka.


Sekarang peria ini,tengah merunduk di depan kapten polisi yang menghakimi nya. Dirgan benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa jika Jonathan yang sedang berceramah. Ia juag tidak memberi pembalasan maupun mengelak.


"Aku mengizinkan kamu berpacaran buka berarti melebihi batas"tegas Jonathan. Ia berdecak pinggang menghadap pada Dirgantara mengomel dengan tongkat Securitas Yanga da di rumah nya.


"Aku hanya menginap di atap yang sama Ayah. Tidak lebih,dan ada teman-teman Sahan di sana.Aku jamin kau tidak melakukan apapun kepada Sahan"papar Dirgan memberanikan diri.


"Bukan masalah itu,tapi kamu tidak memberi tahu aku nak. Bila ada di sekitar Sahan saat malam"jelas Jonathan


"Itu memang kesalahan ku Maaf ayah"ucap Dirgan. Lantas Sahan menarik lengan Dirgan,serta bersembunyi dia di belakang punggung nya.


"Ayah kami tahu batasan,Dirgan hanay menemaniku saja. Bisa menanyakan kepada Agus dan Lisa. Terimakasih atas perhatiannya,tapi kami harus sekolah,ini sudah hampir jam masuk kelas sampai jumpa."pamit Sahan

__ADS_1


Ia mengecup pipi Jonathan yang belum puas mengungkapkan,meski Sahan sudah menarik dirgan pergi keluar hingga dia cuma bisa berdecak saja melihat putrinya.


"Eih ank-ank sekarang susah di atur"kesal nya


"Aku yakin stamp tetap akan membuka gerbang untuk mu meski telat,karna datang bersamaku"jelas Dirgan. Ia berusaha menenangkan Sahan yang tergesa-gesa Dirgan pun sama ikut sedikit berkeringat dan gerah melihat nya.


Meski wanita ini tergesa-gesa memasukan bekal kedalam tas nya dan memaki helem.


"Aku tidak ingin menggunakan kekuasaan, pokonya kita datang sebelum bel berbunyi"jelas Sahan


Satu tahun merupakan waktu yang cukup bagi Dirgan merenungi semuanya. Ia tidak perlu bersikap bajingan hanya untuk berperotes pada dunia.


Raut wajah sedih Sahan pun selalu terbayang saat memejamkan matanya. Dirgan pun menyadari sikapnya yang terlalu keterlaluan kepada wanita yang masih menerimanya saat ini.


"Pegangan"ucap Dirgan. Sehan melakukan apa yang peria ini ucapkan. Dirgan kembali menarik pedal gas menuju sekolah agar Sahan datang tepat waktu.


"Aku sudah menyadari semuanya"ucap Dirgan

__ADS_1


"Soal apa?"tanya Sahan


"Hatiku....dan kamu"jawabnya asal. Dirgan menarik lengan Sahan agar semakin melingkar erat padanya. Agar selalu mengingat kesalahan yang sudah di perbuat kepada Sahan. Dirgan sangat menyesalinya sampai sekarang.


Dirgan juga sudah mencoba untuk membuat sistem usaha nya sendiri,selama satu tahun menghilang. Ia akan membuat masa depan yang indah untuk nya dan Sahan Tampa menghawatirkan perekonomian serta hanya bersenang senang nantinya.


"Kamu ikut tidak?"tanyaSahan. ia mengalihkan topik karna Dirgan sungguh tidak jelas sekali mencari pembahasan,Sahan tidak mengerti arah nya.


"Kemana?"


"Minggu depan ada acar perwisata semester satu.Pwlajaran olahraga akan di lakukan di luar sekolah"jelas Sahan. Mungkin saja Dirgan ketinggalan info satu itu sebab ini sudah sudah di rencanakan bulan lalu.


"Kamu ikut?"tanya Dirgan


"Ikut,masa nilai olahraga ku kurang kali gitu"sahut Sahan


"Kalu begitu aku juga ikut"sahut Dirgan.

__ADS_1


__ADS_2