
Dirgan membuka kulkas yang sudah di persilahkan oleh Agus untuk mengambil kan teman-teman nya makan.sepuaanya
ini pertama kali nya, menginap di rumah selain anggota timnya. Dia tidak bisa tidur,sampai Dirgan pun terpaksa meneteskan beberapa mil obat tidur yang ia ambi.
Untung saja ia masih bisa menyembunyikan beberapa obat tersebut karna Ari sering merampasnya.
"Kamu tidak bisa tidur?"tanya Sahan. Dirgan menggulirkan pandangan kepada kekasih nyah yang sudah berlapis selimut tebal ini pun sama belum tidur nya,sebab iya memikirkan orang asing yang ikut gabung dalam acara menginap kali ini.
Sedikit aneh,namun menyenangkan.Sahan sedikit berdebar karna dia menginap bersama dirgantara yang mengikuti dirinya.bahakan dia mengikuti Dirgan.
"Agus dan Bayu terus memeluk,ih menggelikan"adu Dirgan. Sahan ketawa iya menyalakan televisi dan membawa cemilan untuk menemaninya malam ini.
"Kenapa denganmu?"tanya dirgan
"Aku mengantuk tapi tidak bisa terlelap,duh,padahal besok hari yang penting aku harus mendapatkan nilai ekonomi yang sempurna"ucap Sahan
__ADS_1
Dirgan pun duduk disampaikannya untuk menemani nya serta menyodorkan jus kelengkeng yang ada di lengan nya
"Pantas saja Bu Novi menyukai mu,pantas saja karna kamu menyukai pelajarannya"
"Aku ingin kuliah dan ingin buka usaha jadi aku harus pintar"jelas Sahan ia menerima sodoran jus dari Dirgan. Sahan mengulas senyuman serta meneguk minuman yang cukup melegakan kerongkongannya sehabis menghapal materi.
"Kamu begitu kamu harus tidur biar besok oftimal"Dirgan memindahkan siaran kartun tayangan ulang dan menggantinya dengan filem Action tiller untuk menemani malam sulit nya.
Dirgan memang sulit jika berurusan dengan urusan tidur. Itu sebabnya iya menggunakan obat tidur untuk membantunya melewati malam.
Dirgan memakan cemilan yang sudah Sehan ambil,dan pada akhirnya dia yang akn bergadang
"Kamu juga....harus tidur"lirih Sahan.ia mengucek matanya dan mematri atensi kepada televisi yang menghangatkan dua hati.
"Aku usahakan"Sahut Dirgan. Sahan menggosok hidung nya. Ia mengedarkan pandangan karna kamar merasa sangat jauh dan berputar setidak nya.Mungkin Dirgan tidak akan macam-macam di rumah Agus.
__ADS_1
Apalagi dia sempontan menahan raga Sahan yang hampir jatuh karna menahan ngantuk yang tiba-tiba menyerang.
Dirgan kemudian membenarkan posisi Sahan dengan membentangkan nya di atas sofa karna dia tidak mungkin mengangkat tubuh wanita ini ke kamar dengan hunian Ceristal dan Lisa di sana. Ia bisa mendapat serangan nanti.
Sahan lantas menggesek rambutnya pada bantal yang baru Dirgan benarkan. Sahan lupa dunia serta sudah terbangun menguap,wali ia menepuk pelan lengan Dirgan yang terus saja membenahi dirinya.
"Sudah ini sudah cukup nyaman"ucap Sahan
"Oh,kamu masih sadar kenapa tidak kembali kekamar?"tanya dirgan
"Jauh sekali aku malas naik tangga,kamu kembali kekamar aku tidur di sofa"lirih Sahan. Dirgan berdecak kesal kemudian ia membenarkan selimut agar menyelimuti seluruh tubuhnya.
"Kamu tahu Dirgan......aku lebih suka kamu yang sekarang"lirih Sahan. Dirgantara mematri atensi kepada Sahan yang sudah tidak kuat membuka mata.Rasanya berat sekali dia cuma mengulas senyuman untuk rasa senang nya hari ini.
"Seharian ini kamu lebih tampan dengan sipat kamu yang sekarang,semoga...kamu tidak berubah dan tidak seperti dulu"ungkap nya
__ADS_1