MISTERI CINTA KU

MISTERI CINTA KU
COMEBACK


__ADS_3

"Serius kamu?"tanya Ceristal.Sahan memejamkan mata nya pusing,ia pun sama tidak mengerti nya dengan apa yang telah dia lakukan.


Dirgan harusnya marah besar setelah ia mengatakan hal yang mungkin hal yang sangat mengecewakan bagi peria tersebut.Namun,Dirgan malah langsung pergi setelah mendapatkan jawaban dari Sahan mengenai hubungan mereka berdua.


Ia bahkan belum sempat memasak padahal Dirgan sudah menemaninya sedari pagi.


"Tapi aneh ga sih?kenapa dia tidak marah?"ucap Bayu.Mengingat,peria jika peria yang bernama Dirgan ini merupakan seorang tempramental saat mereka kelas sepuluh dahulu


"iya,juga secara tuh anak cinta mati, samalu Sahan"timpal Agus,santai mereka memperhatikan raut wajah Sahan yang selalu saja di terjang masalah.Ia nampak bingung menghadapi Ditahan hari ini yang mungkin akan melakukan penindasan padanya.


"Veri juga masuk besok"Lontar Lisa


"Loh?bukanya keluar kota dua Minggu?"tanya Sahan


"Sudah dua Minggu kali,lu kebanyakan melamun jadi begitu"timpal Lisa.Sahn mengusap wajahnya perustasi.Masalh terus saja berdatangan,Bahakan,meski Dirgan tidak masuk sekolah.


Akan jadi seperti apa jika kedua peria itu bertemu.


"Bagai mana dengan intan,apa da kabar yang baru?"tanya Sahan.Belum lagi perihal yang ini .Sahan kesulitan tidur semenjak teragedi intan ***** ******ia dihantui bayangan-bayangan ini menyalahkan keadaannya kepada Sahan karna dia tidak menjadi pendengar yang baik.


"Masih di selidiki.Masih sulit,karna dia sulit berinteraksi selain dengan kamu dan juga hanya pergi ke permukaan"jelas Bayu


"Siapa,tahu iya menemui pacarnya di sana"tebak Agus


"Yee mana ada yang berpacaran di perpustakaan.Lu kena jika Karuli kalu ketahuan"timpal Ceristal


"Ya kan cuma nebak,dugaan utama polisi sih yang hamilin dia dari luar sekolah."sontak kelimanya tertegun dengan pemikiran masing-masing.


Intan benar-benar tertutup,serta Sahan pun hanya punya kepingan cerita yang setengah-tengah ia sampaikan kepadanya tidak pernah menceritakan pada dirinya memiliki seorang kekasih.


Mau pun bercerita mengenai peria yang dekat dengan nya sejauh ini,intan benar-benar di perpustakaan untuk menghabiskan waktu.Terkadang mengobrol dengan Sahan di atap gedung.


itu pun hanya untuk membahas buku serise Untouchable yang mereka ikuti dan tunggu kedatangan novel seris terbaru di pasang.


"Aku harus mengobrol dengan ketua OSIS,di mana Berayen"ucap Sahan


*****


Sahan menghela nafas nya berat,ia meniliki arloji di mana sudah belasan menit sudah menunggu ketua OSIS Berian itu memain basket.


Tidak ada cadangan di timnya.Kemudian Sahan terus menunggu sampai setengah jalan permainan.

__ADS_1


Sahan lantas beranjak pergi tatkala suara peruit menyala sebagai pertanda pejeda waktu pergantian anggota tim di muali.Kemudian Berayen menggunakan kesempatan ini untuk menghampiri wakilnya.


Sahan membelalak lebar ketika akan memanggil Berayen,namun bola basket tiba-tiba melayang menghampiri dirinya.


Sahan sepontan memejamkan mata,ia nelungkup sehingga Suara benturan bola dan jeritan beberapa siswa yang melihat ini pun sontak saja mbuat Sahan tereengah.


Ia tak merasakan bola itu membentur wajah nya. Ia lantas membuk kembali matanya serta sudah mendapati Dirgan yang mengiring bolanya kelapangan tanpa melihat Sahan.


Brayen pun akhirnya keluar lapangan,karna Dirgan menggantikan dirinya.


"Woh barusan hampir saja,Rapi kencang banget lempar bolanya"ungkap Brayen.Ia menyapa Sahan yang masih melihat tatapan dingin Dirgan kepada yang lainnya.


Sahan mengpokus kan pandangan kepada Berayen yang terengah.Untung saja Dirgan barusan untungnya tepat waktu Bangkep bola.


"Aku ingin membahas tentang Intan"ucap Sahan


"Ya,aku juga mau,tapi itu bukan urusan kita lagi bila sudah ada polisi."


"Mereka terlalu lambat Berayen.Polisi juga tidak bisa leluasa membahas kasus ini karna mengganggu pelajaran.Mereka cuma bisa Dateng sepulang kota sekolah,kita harus membantu mereka"jelas Sahan


"Masalahnya,ini diluar kondisi OSIS Sahan.Meskipun kita mengajukan peroposal.Kepala sekolah tidaakan pernah mengizinkan.Tapi mungkin,Dirgan dan time nya bisa.Dia bertindak Tampa izin dan peroposal dulu."jelas Berayen.


Kepala sekolah pun jarang kesini,selama Sahan disini iya hanya melihat dua kali pak Yohan,itu pun bila ada acara penting.


OSIS kadang kesulitan untuk berperotes bila peroposal yang mereka ajukan di tolak tanpa alasan.Ini mempengaruhi kinerja mereka dan banyak anggota yang tida aktif saking tidak jelasnya apa yang harus mereka kerjakan.


"Kita akan pensiun Sahan,sedangkan dua nanti akn ada pemilihan OSIS baru,kita lengser sebagai ketua dan wakil.Mari kota pokus nilay ujian dan kelulusan Sahan"papar Berayen.


"Tapi Berayen_"Sahan menghentikan bicara nya takkala lapangan tiba-tiba menjadi ricuh.Pergelutan antara Dirgan dan Rapi juga berhasil mengundang pergejolakan antara jurusan.


Rapi dari jurusan palkultas sosial sedang kan Dirgan dari sayens.Kedua nya saling melempar kan pukulan yang membuat sudut bibir masing-masing berdarah.


"Sebelum Intan,urus dulu pacar mu dulu Sahan.Dia selalu tidak terkendali.Sepwrtinya ia mengincar Rapi karna bola yang hampi mengenaimu"ucap Berayen


Tahun pertama menjabat dengan Sahan pun,sangat repot bagi Berayen karna harus menghadapi Dirgan.


Peria ini membuat satu sekolah heboh karena ulah Sahnan yang tidak mengerti juga.Bila Dirgan mengekang dirinya.Dulu atau pun sekarang,mungkin sama saja.


Dirga akan menyurut huru hara di mana pun Sahan berada.Peria ini tidak berhenti memukuli Rafi tanpa ada yang memisahkan mereka.


Terlebih,kebanyakan ank buahnya Dirgan yang bersorak untuk nya.Dirgan terengah kuat,setelah ia meluapkan emosi kepada orang yang tepat.

__ADS_1


Dia beranjak bangkit serta lekas menyerka sudut bibir nya.Mengambil bola basket yang lancang banget Rafi lempar sengaja kepada sahan.


Ia mengayunkan benda tersebut untuk menghantam Rafi yang berusaha untuk bangkit yang sudah babak belur di hantam sama manusia kurang waras yang berlaku seenaknya.


Di detik yang sama,bola yang hampir Dirgan lempar ini malah mendapat kejutan dari Sahan yang menamparnya kuat.


Sisi lapangan berubah menjadi hening,Ari yang tertawa puas pun menjadi terpengaruh saat melihat bosnya mendapat tamparan dari sang pujaan hati.


"Kau tidak berubah sama sekali Dirgan.Satu tahun sudah tidak cukup bagimu untuk menyadari tingkah kekanak-kanakan ini?"ucap Sahan.Ia menatap tajam Dirgantara yang juga menatap nya aneh.


Peria ini menyeringai karna Sahan benar-benar sudah berani menunjukan emosinya dihadapannya.


"Kenapa aku harus berubah ini,menyenangkan"sahutnya


Ia mengacungkan bola basket yang belum dia lempar,kembali mengayunkan bola tersebut Hinga satu tamparan susulan berhasil ia terima dengan baik.


"Kita sudah dewasa Dirgan! Kamu tidak malu?Aku bahkan muak dengan tingkah mu! Berhenti mencari masalah!"bentak Sahan.ia menegaskan semuanya kepada Dirgan yang membuat dia benar-benar malu.


Peria ini kecewa sama Sahan yang malah menatap nya tajam.Menurut nya,satu tahun sudah membuat Sahan berubah menjadi orang yang lebih ceroboh dan emosional.


"Baiklah******"celetuk Dirgan.Sahan sempontan ka get dengan perkataan Dirgan,sepontan mata nya memanas di kala Dirgan melempar kepada Ari yang langsung ditangkap.


"A-apa katamu"ucapa Sahan


"Kau mendengarnya"tegas Dirgan.Ia lekas beranjak pergi tertatih karna lututnya juga mendapat luka menyedihkan serta terbentur kepada lapangan basket.


Begitu pun dengan tim lain saen lain yang membubarkan diri terlihat kekecewaan untuk pertarungan yang berakhir tidak menyenangkan.


"Sepertinya kau menapar orang yang salah"ucap Ari.Tatapan tajam Sahan pun beralih kepada Ari yang mengangkat kedua tangan nya sebab Sahan seperti orang yang akan menangis kencang ketika matanya memerah dan berair.


Ari kemudian mengeluarkan torso kepada Rapi yang membantu temanya berdiri.


"Dia mengatai mu********katanya,kemungkinan kau juga sama hamil dan nakal karena bergaul dengan intan saat Dirgan tidak masuk sekolah."jelas Ari.Sahan mematri atensi kepada Ari yang memegang perutnya nyeri.


"Maaf Sahan..... A-aku hanya asal bicara"ucap Rafi


"Dia juga bilang,kalau dia sudah memergokiku sat malam sama banyak peria"lanjut Ari.Rapi hanya menunduk ketika ia juga sengaja melempar bola kepada Sahan karna saking kesalnya sekali karna Sahan lama memberikan kesaksian sama polisi.


Sahan juga sudah tahu bawa Rafi sangat mencintai intan tapi Sahan tidak mengatakan kepadanya bahwa wanita yang dicintai hamil oleh orang lain.


"Seharusnya kamu pikir sebelum bertindak Sahan,Siapa yang tidak dewasa di sini? Dirgan mencoba membela kamu kacau sekali"

__ADS_1


__ADS_2