MISTERI CINTA KU

MISTERI CINTA KU
MANIPULATION


__ADS_3

Sahan melihat Veri dari gedung ujung perpustakaan teman-teman nya pun telah berkumpul melewati upacara.


Sahan spontan mencengkram kerah baju Dirgan. Ia menyeret peria tersebut masuk kedalam sekat antara gudang belakang dengan ruang guru.


Napas Sahan tiba-tiba menderu,ia belum mengatakan sama Dirgan.Bila dirinya masih menjalankan hubungan dengan peria lain. Atau lebih tepatnya terjebak.


"Kenapa Sahan?"tanya Dirgan. Ia memperhatikan raut wajah Sahan yang pucat dengan tapas tersengal nya.


"Ada Veri"ucap Sahan


"Siapa Veri?"


"Tapi kamu jangan marah....."pinta Sahan. Dirgan menaikan satu alisnya,ia kemudian iya mencoba menengok peria yang Sahan hindari meski wanita tersebut masih menarik kerah seragam Dirgan untuk fokus padanya.


Mereka tidak boleh bertengkar saat yang lain sedang melakukan upacara. Tapi,Dirgan juga bukan orang yang akan menunggu patuh seperti sekarang ini,karna Dirgan malah ingin melihat Veri.


"Dia.....pacarku"


Dirgan memundurkan langkah ketika ia sungguh tidak mengerti dengan ucapan Sahan yang mulai bergerak panik. Ia tidak boleh berpapasan dengan Veri sekarang. Maupun berdebat perihal yang satu ini dengan Dirgan.


Sahan meraih lengan Dirgantara yang menepisnya kasar sampai ketigapaperbeg Shan pun lepas dari genggamannya.


Keduanya saling menatap dan Dirgan langsung melangkah pergi


"Dirgan dengarkan aku dulu. Aku tidak bisa berpapasan dengn_"


"Kau gila Sahan!? kamu masih berselingkuh dariku?"ucap nya kasar


"Tidak, Dirgan. Aku memang salah akn aku jelaskan,untuk sekarang kita bersembunyi da_"


"Kamu juga tidak mengatakan nya pada ku"potong Dirgan. Sahan menggigit bibir nya cemas,ia bisa mendengat ketawa Veri dengan teman-teman nya semakin mendekat. Akan buruk sekali bila Veri melihat dia dengan Dirgan.


"Aku ingin membicarakan nya percayalah,aku belum_"


"Kamu menghianati aku,sialan!"


"Dirgan,dengarkan ku mohon!"lirih Saha. Ia takut sekaligus panik melihat wajah Dirgantara yang tidak bisa dirinya tebak.


Jelas Dirgantara seperti mendapat tujuan,karna dia pikir Sahan sudah mengakhiri hubungan nya,dengan peria yang mengisi kursi,ketika Dirgan dalam masa penyembuhan.


Ia menepis lengan Sahan beranjak pergi sampai wanita yang mencoba mencegah Dirgan ini pun tersandung kaki sendiri,hingga berakhir tersungkur.

__ADS_1


"Dirgan,Dirgan tolong dengarkan aku dulu!"teriak Sahan dengan setengah berbisik saat mencegah Dirgantara untuk pergi. Kecewa berat,peria ini hantarkan pandangan hanya dengan tatapan intens yang sangat memuakkan.


Lantas Sahan memeriksa lutut yang terasa berdenyut, ternyata memang tergores dan berdarah sedikit.


Ia kemudian lekas beranjak,dengan cepat memberesi seragam Dirgan serta bekal yang sudah lululantah tadi nya dia berencana untuk memakan nya bersama dengan Dirgan.


Tangan Sahan tiba-tiba gemetar terkendali,iya mengusap wajahnya Karan menyesali perbuatannya yang malah menjerumuskan nya jatuh dua kali lebih dalam kedalam kubangan yang sama.


Veri sama mengerikan kaya Dirgan yang lama. Tidak ada yang baik baginya,ia menyesal berhubungan dengan Veri sampai Sahan tidak bisa melepaskan diri dan terikat begitu saja.


"Oh,ada siswa di sini"ucap Veri. Sahan sempontan menggenggam erat seragam Dirgan yang baru ia singkirkan noda pada kain tersebut. Tubuh Sahan merinding hebat Veri mungkin akn melakukan sesuatu melihat diri nya ada di sini.


"Kamu sedang apa?"tanya Veri kembali


"Abaikan,saja kami bertengkar"sontak saja,hal itu membuat Sahan melebarkan mata coklat nya,Sahan pikir Dirgan benar-benar meninggal kan dirinya yang hampir kepergok Veri ada disini.


"Oh?pacarmu?kalian tidak upacara?"tanya veri


"Harus nya aku yang bertanya"sahut dirgan. Teman peri pun saling sikut satu sama lain,lima orang yang tengah ada di hadapan Dirgan ini adalah wajah yang baru Dirgantara lihat.


Veri melihat seragam lusuh Dirgantara yang tidak memiliki nama teg. Mungkin saja dia OSIS yang sedang berkeliling sebagai keamanan untuk mencatat nama orang-orang yang tidak ikut upacara. Tapi, Veri juga baru lihat wajah Dirgan di sekolah.


"Entahlah aku Berian"ucap Dirgan. Ia menjulurkan lengan kepada Veri yang juga menyebutkan nama nya. Entahlah apa yang Dirgan pikirkan karna menyebutkan nama ketua OSIS sebenarnya,sebagai nama samaran Dirgan.


"Kita mengobrol nanti saja kaya nya kamu mempunyai urusan yang sangat mendesak?"ucap Veri. Ia menggerakkan toros kepada Sahan yang tidak bergeming sedikit pun.


Dirgantara menganggukan kepala takala kelima teman Veri ini pergi,ia pun menghampiri Sahan yang membeku tidak berdaya. Dirgan menangkup kedua bahunya serta membantu Sahan untuk berdiri.


"Ka-kaki ku"lirih sahan. Ia tidak sanggup berdiri sekarang ini, Dirgan lantas menarik paperbeg serta menyegarkan nya kepada Sahan yang masih terisak tidak tenang. Untung Dirgan kembali,Sahan merasa tersentuh untuk hal yang satu itu.


"Kamu takut padanya,tapi kamu tidak takut padaku konyol sekai"perotes Dirgan ia lantas menunggu Sahan dan menawarkan diri untuk mengendong wanita ini.


Ada banyak ranting dan batu,Dirgan juga sama takut tersandung bila ia harus mengangkat tubuh Shan dari depan.


"Veri menakutkan"lirih Sahan. Ia melingkarkan tangan nya kepada Dirgan,setidak nya,ia mendapatkan tumpangan kearah Dirgan tuju.


"Kamu pikir aku tidak menyeramkan?"cetus dirgan


"Ya tapi Veri lebih parah,senang maupun marah sipat nya sama saja. Berbeda denganmu yang kasar apa bila sedang emosi saja"papar Sahan. Ia menghirup udara kasar serta mengusap kedua pelupuk matanya . Dirgan merasa benar-benar terasa berdebar setiap saat.


"Kapan aku kasar? pernah aku menampar mu?"tanya Dirgan

__ADS_1


"Tidak,tapi kamu sering mencubit aku"sahut Sahan. Dirgan melihat membenci dirinya,tetapi dia juga menginginkan Sahan sewaktu-waktu. Sangat membuat Sahan pusing sekali sampai ingin membunuhnya


"Itu kan dulu sekarang engga"


"Belum,kita baru ketemu dua hari dengan ini,tapi semoga saja memang tidak"sahut Sahan. Dirgan tidak menenggapi kembali Sahan yang mengungkit kelakuan nya dahulu . Ia memang sangat buruk sekali kepada Sahan,dengan terus memainkan dia.


"Kenapa tidak putus dengan nya?kamu sekarang bersama ku Sahan. Jahat sekali berhubungan dengan dua peria sekaligus"ungkap Dirgan


"Aku sudah beberapa kali mengatakan ingin berpisah, tetapi Veri malah menamparku" ucap Sahan


"Menamparmu?serius?"


"Iya, awalnya dia manis. Selalu Dateng saat aku setres gara-gara kamu selau mengirim Ari dan Redi atau pun kawan-kawan nya agar aku datang padamu,tapi saat kami bersama. Dia makin seenaknya,aku juga jadinya.....malah terjebak bersamanya"jelas Sahan.


"Nanti katakan sama dia aku akan mengawal kamu"ucap dirgan


"Tidak bisa, aku tidak bisa putus darinya"


"Astaga Sahan"


"Dia punya video Dirgan aku ganti baju,,,,,,"lirih Sahan. Sontak saja hal itu membuat Dirgan menghentikan langkahnya. Begitu pun Sahan yang memper erat pegangan nya serta tidak ingin Dirgan melepaskan nya.


"Apa Sahan?"tanya dirgan


"Dia melihat aku berganti pakayan olahraga. Veri memiliki nya dan dia,mengancam aku bila sampai kita putus maka_"


"Cukup"potong Dirgan. ia menghela napas nya kasar,wanita ini begitu ceroboh sampai membuatnya merasa prustasi padahal belum melakukan apa-apa


"Dia datang kapan?"tanya Dirgan


"Habis kamu kecelakaan.sebulan kemudian ada pertukaran mahasiswa. Teman Veri empat,kemudian tidak lama,dia pindah kesini untuk menyusul mereka"jelas Sahan


"Berarti mereka tidak tahu aku"Dirgan merogoh saku celananya susah payah. Ia membuka pintu belakang miliknya,di mana Sahan baru pertama kali masuk ke ruangan Dirgantara.


"Maaf,soal makanan kamu"ungkapnya. Ia menggerakkan toros kepada pulkas yang membuat wanita ini menyerbu area tersebut karna ia benar-benar laper. Kemarin pun belum sempat makan siang dan makan malem.


Sahan membuka pintu putih tebal yang membuat nya kaget karna berisi minuman soda dan bir yang menonton dengan rasa yang sama.


"Loh,gaada makanan?"ucap Sahan


"Apa yang kamu harapkan berisi sayuran" ucap Dirgan. Sahan berdesis, ia kembali menutup pintu kulkas dan mengedarkan pandangan kepada ruanagn siswa milik Dirgan Tara yang cukup mewah.

__ADS_1


__ADS_2