MISTERI CINTA KU

MISTERI CINTA KU
LUNATIC


__ADS_3

Beberapa saat yang lalu,Sebelum Sahan mendatangi Dirgan di belakang gedung sekolah sayap kanan.


"Kenapa kamu putus dengan Putra?"tanya Sahan. Lisa menggulirkan pandangan kepada semua teman-teman yang mulai penasaran dengan hubungan keduanya di kelas sebelas lalu.


Lisa mencoba mempertimbangkan apa yang ia akan katakan atau tidak.Namun,seperti akan berakibat buruk bila iya tidak menyampay kan apa yang ingin Sahan dengar.


Sahan juga mengetahui nya dari Dirgan,berarti ada sesuatu yang Sahan dan Dirgan cari menenai putra.


"Memangnya kenapa?"tanya Lisa.


"Aku tidak yakin kalau Putra menjadi perundungan,dia gagah. magsudku,dia benar-benar peria bermental"ucap Sahan. Bagai mana cara ia menjelaskan nya kepada lisa.


Yang,jelas Putra adalah orang yang akan melawan bila ia mengalami ketidak adilan,karena Putra juga pernah menjadi pemimpin PMR yang Sahan kagumi.


Ia pernah satu tim dengan peria tersebut. Sampai akhirnya putra tergeser dan di gantikan di gantikan oleh nya.


Peria ini sering bolos atupun izin setelah putus dari Lisa. Kemudian kembali menjadi seorang pendiam dan Putra tidak mengikuti kegiatan apapun untuk menambah nilai sekolah nya.


"Aku putus Karan Putra berselingkuh"ucap Lisa. Semua teman nya kaget menenai hal yang satu itu,sebab Lisa pun baru membicarakan dengan jujur,kenapa iya putus dengan Putra.


Dulu,Lisa menjadi dinosaurus pemarah ketika mereka menyinggung tentang manatan kekasih nya itu"Itu alasan kamu berhenti berpacaran?karna tersakiti?"celetuk Agus


"Bukan aku hanya rehat"sahut Lisa. Semua temannya menyipitkan mata kepada Lisa yang benar-benar hanya ingin berhenti dari hubungan yang hanya membuang-buang waktu.


Capek,sakit hati atau engga menghadapi peliknya sebuah hubungan. Putra memang orang yang membuat luka hati nya,namun Lisa sudah bangkit dan melupakan peria tersebut. Sekarang,pun belum menemukan sosok laki-laki yang cocok saja.


"Bila kalian memposisikan menjadi perundungan, alasan apa yang kalian gunakan memilih korban?"tanya Sahan.


"Karana dia menyebalkan?"jawab Lisa.


"Karna dia jelek"tambah Agus


"Kau yang jelek kau pantas dirundung menjadi korban,sebaik nya diam"celetuk Bayu


"Karna dia pecundang?"timpal Ceristal. Sahan menghela napas,semua kemungkinan yang teman-teman Sahan katakan bisa menjadi alasan nya.


Namun kenapa harus putra?maupun Amel dari MIPA. Menurut Agus masih banyak pengecut,yang kurang pandai bergaul dengan banyak orang hingga tidak mempunyai teman.


Mereka bisa merundung orang-orang lemah,tapi Putra banyak teman nya dan juga ia periang. Serta iya juga bukan tipikal orang yang bisa dirundung dengan mudah nya.


"Apa,mungkin dia melakukan kesalahan?"ucap Agus. Temannya pun sepontan memusatkan atensi kepada Agus yang mulai serius menghadapi masalah.


Agus memang selalu benar bila ia berpikir keras dan menggunakan otak nya. Dan juga pintar,Sahan pernah bilang akan menteraktir Agus bila berhasil dapat nilai di atas sembilan puluh soal matematika.


Awal nya mereka sempat ragu,namun.Agus membuktikan dirinya mendapat kan nilai sempurna seratus. Dari sana mereka yakin,bila Agus hanya asal menjawab soal. Lalu jika ia bertekad serta mulai berpikir,perkataan Agus merasa selalu benar.


"Putra mungkin saja melakukan kesalahan kepada orang yang merundung nya. Bayang kan saja, banyak ratusan siswa di sini,kenapa harus putra?padahal bagiku,banyak orang yang bisa dirundung jika menilik dari kelemahan mereka. Putra tidak masuk kategori"papar nya


Semuah orang mencoba mempertimbangkan perkataan Agus. Motif nya belum terlihat jelas, dan Sahan tertarik mengenai ini karna ia pun ingin tahu nasib Amelia.


"Dia sungguh, membuka pakayan nya Lis"tanya Sahan.


"Iya,sampai bra nya pun di lepas "Sahut Lisa tanpa ragu.


"Bagaimana dengan selebihnya nya?semisal,ditidurin?Ada kemungkinan ini terjadi pada intan bila ada pelecehan"papar Bayu


Lisa menggelengkan kepalanya,ia hanya melihat,Amel di minta untuk membuka baju,kemudian keempat perundung itu hanya merekam aksi Amel.


Ia kemudian meminta uang kepada mereka atau Vidio nya akan di sebar jam sembilan malam esok hari. Ini rumit namun.....Sahan yang sudah mendengar semuanya ini pun menjadi sangat menggebu serta lekas beranjak bangkit.

__ADS_1


Ia melangkah kan kaki, meski Bayu menahan lengan nya dengan cepat.


"Kamu mau kemana?"tanya Bayu. Siapa tahu, Sahan akan mendatangi perundung dan menampar mereka satu persatu. Bayu tidak pernah membiarkan wanita ceroboh ini melakukan hal tersebut.


"Aku akan cari tahu,tunggu disini"sahut Sahan. ia menepis lengan Bayu yang malah menggenggam nya semakin kuat.


"Kau gila?Giman nanti kau juga mendapat kan perundungan. Kamu juga harus bersikap hati-hati Sahan"tekan Bayu.


"Aku harus menyelidikinya. Siapa tahu ini ada hubungan nya dengan Intan"sahut Sahan.


"Tapi tidak dengan membahayakan diri kamu sendiri. Kita harus punya strategi Sahan"timpal Ceristal. Sahan mencoba untuk mempertimbang kan apa yang teman-teman nya katakan.


Ia juga harus memikirkan strategi dan benteng supaya tidak lebur sebelum mendapatkan hasil. Sahan kemudian kembali duduk dan mencoba untuk merundingkan ini semua dengan teman-teman nya. Mereka benar Sahan harus memikirkan nya secara Mateng.


"Oky, ini terasa aneh.intan teman ku ayo kita selidiki bersama,yang tidak ikut segera acungkan tangan sekarang"ucap Ceristal.


Mereka saling bertukar pikiran karna tidak ada yang mau mengangkat tangan. Tidak ada namanya urusan masing-masing. Semuanya merupakan urusan bersama.


"Aku tidak pernah berbicara dengan Intan. Tapi aku,ingin menyelidiki ini juga,polisi belum mendapatkan apapun"jelas Bayu.


"Kerja sama memang akan membuat hal menjadi lebih mudah. Aku ikut"timpal Agus


"Tapi kita saja tidak akan cukup,kita harus cari yang lebih kuat"ucap Lisa. Apalagi jika mereka berurusan dengan perundung. Lisa sudah melihat mereka tidak segan memperlakukan siswa.


Mereka harus mempunyai pelindung extra,Samapi koneksi di otak mereka ini serempak mengalihkan semuanya kepada Sahan yang menghela napas kasar.


jelas ia tahu semuanya memikirkan orang yang sama. Sahan hanya harus membuat nya terus berpihak agar ia dan kawannya berhasil serta tidak dalam bahaya.


"Kamu harus membujuk Dirgan untuk ikut"Ungkap Agus. Mereka akui,anak kepala sekolah kah yang paling berkuasa. Kemudian Dirgan hanya ingi Sahan seorang saja. Mereka akan sangat beruntung bilang peria itu mendukung mereka.


"Ia memang akan ikut"ucap Sahan


"Jika aku mencium nya"


"Eih!"mereka berdecak serempak, begitupun Sahan yang mengusap dadanya frustasi. Dirgan pandai sekali memanfaatkan kesempatan Samapi Sahan ingin mencekiknya saja.


Meskipun begitu,ia tidak bisa diam saja untuk kematian intan. Masih terasa bagai mana dia sekuat tenaga menggenggam intan hingga tangan nya mengguratkan luka sialan yang membuat Sahan susah tidur.


"Akan aku lakukan"ucap Sahan


"Jangan memaksa kandiri"ucap Agus


"Tidak masalah,anggap saja ini perjuangan aku untuk intan karna aku mengabaikan dia. Setidak nya aku harus melakukan sesuatu sampai aku benar-benar menemukan orang yang harus bertanggung jawab atas semua nya. Aku akn mencium Dirgan"


******


Sahan mendekatkan diri kepada Dirgan yang tidak bergeming ketika dirinya tidak bisa membalas perkataan Putra yang mengatainya iblis di hadapan Sahan.


"Bos?"tanya Ari. Ia dan Redi sudah tahu persis bila tatapan dingin Dirgan selalu menyiratkan sebuah amarahnya yang bisa meledak kapan saja.


Namun Dirgan juga tidak habis pikir dengan Putra,padahal dia sudah membantu peria ini supaya ia bebas dari penindasan.


"Ucapan terimakasih pun sudah cukup bagiku"ucap Dirgan. Putra lagi-lagi menyeringai,ia dengan tubuh bergetar nya ini sudah merasa geram dan muak kepada semua nya.


Darah nya seakan menindih saat melihat Dirgan kembali sekolah. Kemudian perundungan siyal yang tidak bosan nya terus mengganggu Putra, yang membuat dia ingin mengakhiri semuanya.


"Kenapa kau kembali? seharusnya iblis mati dan masuk kedalam neraka?"teriak putra. Ia mendekati Dirgan dengan cepat,mengacungkan benda runcing hitam dari dalam sakunya serta mengarahkan benda tersebut kepada Dirgan.


Ia belum siap penyerangan tersebut, Dirgan membuka matanya lebar,ketika merasakan lengan yang juga melingkar di leher kekarnya dengan cepat.

__ADS_1


Sampai suara sebuah benda yang menancap pada daging hangat dan serangan yang membuat Dirgan terpaku diam ketika Putra menusuk punggung kanan Sahan dengan pulpen.


Putra pun sontak mau mencabut benda yang masuk beberapa menit ke tubuh Sahan. Semuanya menjadi geger ketika darah merembes cepat melukis indah di baju seragam Sahan.


Tubuh Dirgan bahkan bergetar hebat tanpa memperdulikan Putra yang mencoba untuk melarikan diri ini di pegang Ari dan Redi.


Dirgan sempontan menahan raga Sahan yang tidak sadarkan diri, wanita ini belum sembuh sepenuhnya dari luka yang intan buat dan energi Sahan sudah terkuras dari pagi.


Kemudian rasa syok serta yang Sekarang ini pun telah berhasil membuat Dirgan semakin panik. Ia mengangkat tubuh Sahan serta dengan cepat keluar dari gedung sayap kiri.


"Panggil perawat untuk ke UKS sekarang!"teriak Dirgan kepada seorang siswa yang baru saja melewati dirinya.


Sontak saja murid yang sedang di ruangan terbuka pun melihat aksi Dirgan yang berlari membawa Sahan kedalam UKS.


Semua teman-teman Sahan yang sudah sepakat akan mengawasi temannya bila masuk kedalam gedung sayap kiri pun langsung menyusul Dirgan.


"Ada apa ini!"tanya Agus. Ceristal dan Lisa menangis ketika Bayu yang paling pengertian membuka pintu UKS untuk Dirgan.


"Dia tertusuk pulpen,di mana perawat!"ucap Dirgan gentar.


"Di sini"sahut perawat Zefa. Dirgan menurunkan Sehan di atas kasur. Perawat menutup gorden takala Dirgan malah tamu pergi serta ingin bersama Sahan.


"Dia tertusuk pulpen,dan di tidak sadarkan diri, aku-"


"Ya aku mengerti sekarang kamu boleh keluar"ucap perawat. Ia meminta Ceristal dan juga Lisa tetap diam di dalam UKS. Kalau Agus menarik Dirgan yang masih bersih kuku untuk keluar dengan Bayu.


Sahan aknsemakin lama kalu kalin masih bersihkukuh tidak ingin keluar. Lantaran perawatan Zefa akan membuka baju seragam Sahan untuk mengobati lukanya.


"Kau harus menjelaskan nya!"tekan Bayu


"Sahan melindungi ku!target Putra adalah aku!"lontar Dirgan memukul tembok sekolah geram melihat teman Sahan malah bengong.


"Maksudmu.......putra yang melakukan nya!"Dirgan mengusap rambutnya prustasi. Ia menatap UKS yang di hiasi dengan suara tangisan kedua teman Sahan lainnya.


"Jaga dia aku akan kembali!"ucap Dirgan. Ia meninggalkan Agus dan Bayu yang belum bisa mencerna apapun.


Dirgan kemudian merogoh ponselnya,sebab Ari dan Redi sedang menunggu Dirgan di gedung sayap kiri. Dirgan akan,memberi perhitungan,kepada orang yang melukai Sahan.


"Jadi,orang yang merundung mu adalah Rold dan Rian?"tanya Ari. Hera menganggukkan kepalanya. Ia patuh serta menjawab pertanyaan dari anak buah Dirgan ketika meliah Putra yang memberontak.


Hera pun sudah mengatakan semuanya,apa yang terjadi dalam hidupnya selama ia dirundung kedua makhluk tersebut.


"Ada lagi yang merundung kamu?"tanya Redi


"Sebenar nya ada,empat tapi aku tidak kenal dia orang lagi"sahut Hera. Iya pun menyebutkan ciri-ciri orang yang sudah melakukan pelecehan verbal kepadanya.


Tidak lama mereka berbincang,Dirgan datang bersama dengan dua orang lain yang membuat Hera membelak gemetar.


"Aku kembali....."ucap Dirgan. Ia tertawa ketika ketemu lagi dengan Putra yang bergetar ketika melihat Rold dan Rian di belakang dirgantara.


Ari dan Redi kemudian melepaskan genggaman mereka sampai Putra dengan cepat bertekuk lutut di hadapan Dirgan.


"A-aku minta maaf aku tidak bermaksud melukai Sahan"ucap nya ia menyatukan kedua tangan dan memohon ampun kepada Dirgan yang sudah membara.


Peria tersebut terkekeh serta berjongkok untuk menyetarakan tinggi nya dengan Putra yang terserang panik. Seharusnya ia tidak membiarkan emosi menguasai jiwa hingga seseorang terluka.


"Kau tahu....... seperti nya kau benar"ucap Dirgan. Ia memandang tajam Putra yang menggigil ketika ia merasakan. Penderitaan yang menyakitkan nya ada disini.


"Jika,aku memang iblis sesungguh nya"ucap Dirgan. kemudian ia kembali beranjak bangkit ketika suara tangisan Putra pecah bersamaan dengan dirinya yang akan meraih kaki Dirgan walaupun peria ini sudah melangkah pergi.

__ADS_1


"Pukul dia sampai sekarat"titah dirgan


__ADS_2