MISTERI CINTA KU

MISTERI CINTA KU
SESKY


__ADS_3

Sahan berlari menuju lapangan sebagai bentuk tanggungjawab memisahkan mereka, sontak saja Agus dan teman-teman nya yang lain ikut mengejar Sahan. Tadi nya mereka tidak ingin ikut campur, namun apa buat bila akhirnya Sahan nekat.


Tidak ada yang lancar bagi Sahan dan Dirgan. Peria ini selalu mempunyai sesuatu yang terselubung dalam melakukan sesuatu. Sekarang saja, terlihat bagai mana car pria ini terkekeh setelah berhasil membuat kekacauan.


Bibir nya berdarah, namun Veri lebih parah karna dia muntah. Sahan lantas mendorong Dirgan yang akan menyerbu kembali Veri padahal pria ini belum sempet berdiri.


"Cukup!" teriak Sahan. Perahara seperti ini harus cepat di hentikan, Sahan menatap Dirgantara yang terengah.


"Biar aku selesai kan dia" sahut Dirgan


"Aku bilang cukup Dirgan! kamu tidak dengar!"tekan Sahan. Dirgan malah melangakah kan kaki nya kembali, meski Sahan akan menghadang Dirgan berbuat lebih.


Ia menahan dada pria bongsor ini agar sesekali mendengarkan nya. Dirgan hanya membuat masalah dalam hidupnya, begitupun dengan Sahan ini salah nya, karna mengundang Veri masuk kedalam hidup Sahan.


"Kamu juga engga dengerin aku untuk putus dengan nya Sahan" sahut Dirgan


"Aku denger, aku kan melakukan nya kalau kamu berhenti"jelas Sahan, Dirgan menghela nafas nya mencoba untuk memperti mbangkan kemauan Sahan meski Dirgan belum puas memberi pelajaran kepada Veri.


"Berhenti!" teriak Dirgan. Tentu saja hanya dengan satu perintah, di mana Berian sebagai ketua OSIS pun tidak bisa menghentikan kejadian ini.


Semua orang berhenti dalam sekejap, begitupun Sahan yang membantu Veri bangkit kembali.


"Aku minta maaf" ucap Sahan


"Kenapa minta maaf" rintih Veri.


"Ini ulah ku" sahut Sahan. Veri kaget dengan pernyataan kekasihnya yang melangkah mundur setelah membantu nya berdiri.


"Aku sudah mengatakan hubungan kita berakhir beberapa bulan yang lalu, termasuk tadi pagi. Tetapi kamu terus memaksa untuk melanjutkan ini Veri, aku sudah tidak mau.Tali kamu malah melakukan kekerasan. Sebenarnya ini memang salah ku dan aku yang egois, namun...... ini akan berakhir buruk untuk kamu. Karna Dirgan juga tidak bisa melepaskan aku" jelas Sahan


"Apa" Veri kaget dia tidak mengerti apa yang Sahan katakan.


"Kita putus" ucap Sahan yang kesekian kali nya.


"Kamu tidak bisa putus denganku, kamu lupa dengan apa yang aku punya"sahut Veri. Dirgantara menyeringai, apa lagi Sahan sama membeku nya. Ancaman Veri memang selalu membuat Sahan gentar serta selalu mengurungkan niat untuk melangkah maju untuk menjauh dari kehidupan Veri.

__ADS_1


" Jangan macam-macam dan cepat antar aku" ucap Veri.


"Kamu bilang tadi kamu sudah menghapus nya" ucap Sahan nanar.


"Kamu pikir akau akan menghapus nya? setelah yang kamu lakukan ini membuat aku berpikir, bila aku tidak akan pernah melakukannya" jelas Veri.


Sahan mengepal erat, karna Veri terus menakuti nya dengan hal-hal tersebut. Sahan muak dan dia tidak ingin di permainan kan seperti ini. Sahan melangkah maju dan langsung memberikan pukulan keras kepada Veri yang menangkup lengan nya.


"Kau gila!"ucap Veri Beuak! satu tendangan yang di terima Veri. Membuat Dirgan bengong, lantas Sahan tepat menendang tepat di paha pria tersebut.


"Cepat hapus!" teriak Sahan Frustasi. Ia meraba seragam olahraga Veri yang mengarang melengkup merasakan nyeri menjalar ini menatap geram, Sahan yang mengeledah dirinya.


Sahan benar-benar tertekan, Samapi satu tarikan bahu yang membuat Dirgan langsung menghampiri nya meski Veri lebih cepat dengan memberinya satu tamparan hingga membuat Sahan tersungkur.


Dirgan membantu Sahan yang merintih, Serta Veri akhirnya di tahan anak buah Dirgan dengan menyeretnya keluar lapangan. Begitupun dengan Sahan yang beranjak bangun, lalu berlari menuju ruang ganti pria untuk mencari ponsel Veri.


Tidak peduli apa yang terjadi, meski dunia hancur sekaligus. Ia harus menghapus Video itu, keluarga bisa malu kalau Video itu tersebar, untung saja Dirgan pun ikut menyusul serta menarik Sahan yang terengah dengan rintihan kecilnya.


"Sekarang kamu puas! sekarang Vidio nya_"


"Hey! tenang tarik napas"ucap Dirgan. Ia menangkup wajah Sehan yang pucat. Hal yang ia takuti adalah membuat keluarga nya malu. Sahan memejam kan mata, ia mengatur nafas nya mencoba untuk tenang agar semua bisa di hadapi dan menemukan jalan keluarnya.


"Tapi bagi mana jika Veri benar-benar menye_"


"Stt, kamu jangan memikirkan apapun, sudah cukup yang kamu lakukan tadi"Dirgan menarik kepala Sahan. Ia mendekap kekasihnya serta menepuk punggung Sahan agar wanita itu jauh lebih tenang.


"Aku takut" ungkap Sahan.


"Ya, aku tahu jangan hawatir"Dirgan menghela nafas nya berat, ia bahkan bisa merasakan tubuh Sahan yang bergetar hebat. Dirgan lantas semakin mempererat dekapannya. Selama apa Sahan menahan rasa takut ini saat dia meninggalkan dirinya.


Veri sangat menyiksa Sahan dengan ketakutan mendalam ketika wanita ini bila tubuh nya akan tersiar dan di lihat banyak orang.Dirgan akan memberikan pelajaran Setimpal untuk Veri.


...*******...


Sehan tidak mengerti apa yang terjadi di hari kemarin. Ia menangis banyak di pelukan Dirgan hanya takut bila Vidio ganti bajunya tersebar.

__ADS_1


Seusai istirahat kedua teman-temannya termasuk di rinya berkumpul sesuai instruksi Dirgan di ruangan Ari. Namun, di sana hanaya ada Redi sendirian yang menjelaskan penjadwalan ulang untuk rapat mereka karena ada kendala yang mengharuskan mereka menyelesaikan nya dengan cepat.


Kemudian, Dirgantara tidak terlihat seharian ini meski Sahan sudah mencarinya kemana-mana, ke kantor, kantin maupun tempat olahraga. Begitupun dengan Ari yang sama menghilang.


Malam harinya Sahan tidak bisa tidur, setelah Jonathan mendesak Sahan untuk terus menggali informasi tentang ibu nya Dirgan. Ayah nya tidak sabar apa lagi setelah Dirgan bermimpi tentang ibu nya.


Malam pun hujan sangat deras, Sahan merasa tidak enak dan pengap di kamar sendiri. Ia mendengar suara motor Familiar yang membuat nya langsung mengintip jendela.


Dirgan ada di depan halaman rumah, dalam keadaan basah kuyup dan kaya orang sakit karna ia berjalan pincang serta memeriksa ke adaan, kemudian saat Sahan mau pergi menemui nya di lantai pertama Dirgan sudah tidak ada di sana.


Esok nya, gosip pun tersebar luas, bila Veri keluar dari sekolah secara mendadak. Hal yang di takutkan Sahan juga tidak terjadi, beberapa kali ia cek media sosial, namun tidak bertemu video apapun yang akan membuat dirinya malu.


Kemudian sing hari, tepatnya istirahat pertama, Sahan mendapat kan pesan dari Veri bila ia berada di depan sekolah. Tentu saja Sahan berlari menghampiri pria tersebut. Keadaan nya terlihat sangat memperhatikan. Veri babak belur, tapi masih bisa mengulas senyum manis nya yang nampak Sahan terengah.


"Hai" sapa Veri


"Ka_mu berantem sama Dirgan?" tanya Sahan. Tanpa basa-basi dengan Veri yang mengangguk kan kepala. Sahan terperangah karna ia bisa melihat dengan jelas wajah nya yang babak belur. Bagian pelipis nya yang paling parah, termasuk kedua jemari yang lebam ungu.


"***Ya, sepulang sekolah, aga rumit tapi, aku tidak tahu bahwa dia adalah anak kepala sekolah. Aku keluar atas kemauan sendiri, aku ke sini hanya ingin menyampaikan. Bila video kamu sudah aku hapus, maaf aku menyimpan nya terlalu lama"jelas Veri.


Sahan mengedarkan pandangan. Ini jelas gaya Dirgan sekali, karena seseorang bisa melakukan ini sebelum ia keluar sekolah. Namun, Sahan tidak melihat siswa lain di sekitar mereka.


"Kamu dipaksa Dirgan untuk melakukan ini?" tanya Sahan


"Sepertinya kamu tahu betul sikap si bajingan itu" sahut Veri.


"Aku minta maaf veri aku_"


"Jangan mendekat"potong Veri. Sahan baru saja baru menghampiri untuk semakin dekat dengan Veri pun menghentikan langkah nya. Ia tidak tahu harus mengatakan apa pada Veri yang terjebak bersama nya di masa lalu, semua nya salah Sahan yang mempersilahkan dia masuk dalam hidupnya.


"Salah ku menahan mu, aku tidak tahu kalu kamu seekor ular. Dengarkan aku Sahan, agar hidup mu jauh lebih baik. Aku akn kembali, membawa mu pada ku sampai saat itu tiba, kamu akan merasakan menghianati aku" jelasnya.


Tubuh Sahan bergetar untuk sumpah sarapah orang pendendam seperti Veri ini tidak bisa ia abaikan begitu saja. Meskipun Veri sudah pergi setelah meninggalkan tatapan tajam sebab Ari yang mengawasinya datang untuk memberikan pelajaran kepada Veri.


Padahal, dia sudah sepakat tidak akan mengatakan apapun kecuali minta maaf kepada Sahan. Veri tergesa naik motor nya karna Ari semakin dekat untuk memberinya pelajaran..

__ADS_1


Begitupun Sahan yang langsung menghadang bawahan Dirgan ini hingga pria tersebut membelak sebab kedua manik Sahan merah membara.


"Antar aku ke tempat Dirgan berada!" tekan Sahan***.


__ADS_2