MISTERI CINTA KU

MISTERI CINTA KU
NEVER BE THE SHE


__ADS_3

"Bagai mana Pak? sudah ketemu?"tanya Dinda. Jonathan yang tengah mengawasi anak nya berpacaran dari lantai atas ini hanya menggelengkan kepala. Sudah lima tahun lamanya,ia mencari Clara yang merupakan sabat dan sekali Gus wanita yang seperti adik bagi Jonathan..


Ibu Dirgantara menghilang tanpa jejak sampai ia mengerahkan kepolisian untuk cari tahu,sedangkan Yohan hanya memberi kesaksian bila ibu Dirgan sakit dan sedang di rawat di luar negeri. Dirgan pun hanaya mengiyakan waktu dulu,hingga penyelidikan di akhiran. Dan pada akhirnya Jonathan tidak bisa menghubungi lagi Celara.


"Ini aga sulit, Karana keluar sendiri menutupinya" Jawab Jonathan. Tapi seharusnya bila Celara memang kena sesuatu dan bila menderita Dirgan Seharus nya memberi tahu nya.


Meskipun Dirgan dan Sahan tidak tahu,bila Jonathan berteman baik dengan Celara. Setidaknya,putra tercinta harus melakukan sesuatu Karana Celara di nyatakan menghilang dahulu.


Jonathan sudah menyelidiki dan mengawasi rumah Dirgan, riwayat penerbangan serta perjalanan kereta dan bus. Tapi tidak ada apapun jejak yang Celara tinggal kan. Seolah, selama ini.....ia ada di rumah. Karna CCTV jalan pun,tidak menangkap momen Celara keluar rumah sampai sekarang.


Jonathan tidak menyerah,ia akan terus mencari Celara hingga dirinya mendapat kan kepastian,apa yang sedang menimpa wanita tersebut,atau setidaknya, Jonathan mendapatkan berita bahwa Celara sudah meninggal. Baru dia akan berhenti.


"Apa kita kasih tahu Sahan biar kamu tidak binggung?"tanya Dina kembali. Sebagai istri dan ibu yang mendukung. Dinda selalu menghindar anak nya,bila memang lagi bersama.


Ia pernah mendengar betapa sungkan pacar Lisa dan Ceristal maupun Bayu sat bertemu orang tua masing-masing.


Tidak nyaman di awasi,dan Dinda serta Jonathan berusaha mengerti itu. Mereka percaya kepada Putri mereka bahwa anak-anak nya tidaakan pernah melakukan hal yang memalukan.


"Sahan seperti nya tidak terlalu tertarik dengan keluarga Dirgan,dia langsung turun,ketika aku mengatakan bila Dirgan dan keluarga nya sedikit berantakan"jelasnya.


"Tentu,kamu yang mengajarkan dia untuk tidak memandang latar belakang Jonathan. Putri kita terlihat aman bersama nya. Ini pertama kali iya berbohong pada mu kan? dia tidak takut, karna iya yakin Dirgan akan menjaga nya"ucap Dinda.


Ia terkekeh saat Jonathan malah berdecak karna mengingat kan nya kembali pada momen dimana dia marah, Saat tahu Sahan keluar bersama seorang peria lalu membohongi dirinya.

__ADS_1


Biyasanya Sahan selalu mengiris situasi terkini nya pada Jonathan bila pulang malam sehabis kerja kelompok karna takut terjadi apa-apa dengan Sahan di perjalanan.


Sahan mempunyai terauma di rinya di culik penjahat,yang kabur dari penjara dan mengincar Jonathan. Ayah Sahan ini menghela napas,sebab ia malah mengingat hal lain.


Pikiran nya jadi melayang kemana-mana.


"Kita bicarakan nanti kita istirahat dulu."ucap Jonathan. Dinda menggangguk kan kepala, ia memegang tangan suami nya serta menuntun dia untuk masuk kedalam kamar. Meninggal kan Sahan yang bapak ragu saat dia ingin sekali mengusap pipi Dirgantara.


"Tidak bisa tidur apanya......?"gimana Sahan. Malah dirinya yang menjadi dampak insomnia. Ini pertama kalinya Dirgan menginap.


Ayah nya tidak bawel melakukan Interogasi,karna iya sudah tahu kondisi keluarga Dirgan. Jonathan hanya takut, apa yang Ayah Dirgan lakukan kepada istrinya,di contoh sama Dirgantara.


Setidaknya,ini langkah bagus bagi Sahan dan Dirgan karna tidak repot membujuk orang tua si wanita. Hanya saja,kenapa Sahan menati Dirgan akan membawa nya kepada keluarga dia.


Dua jampun selesai ,dengan hepi ending Film yang Sahan tonton. Ia mengangkat kepala Dirgan serta memposisikan nya pada bantal milik Sahan.


Bergegas kembali ke kamar nya karena,hari semakin larut, meskipun langkah sahat terhenti,sebab rintihan Dirgan yang iya lalui,membuat nya kembali memeriksa peria tersebut.


Sahan padahal baru meninggalkan nya sebentar,hanya untuk mengambil sekaleng minuman.


"Sahan ko belum_"Jonathan yang baru ingin memeriksa anak-anak nya pun,sama ikut memperhatikan Dirgantara yang mengayun kaki nya panik. Tubuhnya bergetar dengan serangan yang semakin jelas terdengar oleh Sahan.


"Bu-bu... maaf"rintih nya. Diragan mengepal erat kedua tangannya. Ia merintih sakit,serta terus menggelengkan kepala panik,semakin jelas dan semakin menghawatirkan.

__ADS_1


"Ja_jangan_Ayah jangan" Jonathan menghampiri Sahan yang terlihat tidak bisa bergerak dengan keadaan Dirgantara.


Meskipun Johannes yang akan meraih lengan putri nya pun,terinterupsi,sebab Sahan keburu menghampiri Dirgan yang bermimpi buruk dan semakin parah bila terus di biarkan.


"Dirgan..."Sahan menangkup wajah Dirgantara yang basah.


"A_ampun...."


"Dirgan hey"


"ibuu!"Dirgantara terhentak kaget dengan kedua mata terbuka nya,ia beranjak bangkit serta mengusap wajah Frustrasi takala Sahan dengan sigap mengusap punggung Dirgantara yang Ter engah.


"Aku pualng"ucap nya,Dirgan beranjak bangkit. Ia meraih kunci motornya,serta lekas beranjak keluar meski Sahan menahan nya.


"Dirgan,tenang...."pinta Sahan. Dia menahan raga Dirgan ***yang tidak bisa serta cukup malu untuk menatap nya. Begitu pun dengan Sahan ingin sekali Jonathan bisa memberi waktu untuk mereka menangani nya.


Jonathan,pun pergi hanay tatapan dari Sahan tanpa sepatah katapun. Meski ia ingn juga mendesak Dirgan dan menayakan kabar Celara. Karna ia baru saja menyinggung nya.


"Tidak apa Dirgan,ada aku di sini"jelas nya. Sahan menangkup wajah Diragan agar fokus pada dirinya. Ia berjinjit agar bisa sampai kening Dirgantara,serta menyatukan dua kepala agar menenangkan hati masing-masing.


"Tidak apa-apa"ucap nya kembali Dirgantara terengah, bibirnya bergetar saat mengingat seseorang yang seharus nya ia tidak tinggalkan.


Meski Sahan lebih menenangkan karana iya mengusap suray rambutnya. Dirgan menarik pinggang Sahan dan memeluk raga tersebut agar bisa menjadi tempat pelabuhan untuk dia beristirahat sejenak..

__ADS_1


Rintihan Dirgan pun sayu-sayup terdengar ,ketika iya menyembunyikan kepalanya di tekuk Sahan yang berusaha tidak menayakan apapun padanya.


Hanaya Saja Sahan,percaya bila Dirgan memang kesulitan untuk tidur,karna orang tua nya***.


__ADS_2