MISTERI CINTA KU

MISTERI CINTA KU
GOOD BYE ROAD


__ADS_3

"Ayah ini dengan anakmu Sahan. Aku sedang berada di sekolah jam delapan malam. Maaf aku berbohong dan akan bilang akan menginap di rumah Ceristal. Aku yakin,Ayah tidak mengizinkan aku pergi bersama Ditahan malam ini.


Tapi Ayah aku tidak nakal. Aku pergi bukan untuk berpacaran, tapi aku pergi untuk menyelidiki kasus Intan,bila malam ini aku tidak kembali atau sudah meninggal.


Ayah bisa langsung memenjarakan Dirgan. Dia dalang dari penyebab kematian aku. Buat dia sangat menderita Ayah. sekian dariku sampai jumpa,aku menyayangi kalian.


Sahan menarik napas berat,iya memencet tombol merah untuk mematikan Vidio yang baru ia buat kemudian mengirim nya kepada Lisa. Dirgan pun dengan santai meneguk minumannya nya,takala Sahan tidak bisa di atur. Bandel nya bukan main Karan dia tidak punya telinga.


"Bila takut mati pulang saja. Biar aku yang ambil sendiri keperpustakaan."ucap Dirgan


"Tidak,tidak. Tidak apa,aku sudah meninggal kan wasiat. Lagi peroses mengirim ke Lisa buyar diya menyimpan nya" ucap Sahan. Ia pokus melayat ponsel takala Dirgan menatap tajam ke pacarnya.


Ingin sekali ia mengumpat bila Sahan bodoh,tetapi kekasihnya selalu rengking satu. Mengambil buku, tidak akan maut menjemput nya. Dirgan bisa jamin itu,paling Ayah nya yang akan menembak mereka berdua,kalau ketahuan malam-malam masih di sekolah.


Lantas Dirgan beranjak bangkit. Begitupun Sahan yang tergesa,ia segera merapatkan diri kepada Dirgan kemudian melingkarkan tangan nya serta mengedarkan pandangan ke area sekitar yang membuat nya merasa panik.


"Kamu sedang apa Sahan?"tanya Dirgan


"Aku takut hantu,ruangan kamu kan sayap kanan. Rumahnya Siska, apalagi gedung sosial juga intan**********di sana. Sekolah menjadi angker jika malam"ungkap nya


Dirgan yang kali ini menghela napas berat,membawa Sahan sepertinya akn sangat merepotkan. Ia lantas menggenggam tangan Sahan yang dingin.


Menarik nya menuju perpustakaan kosong,sebab katanya Ruli akan keluar malam ini. Asrama milik nya menjadi kosong juga. Di sekolah ini pun ada beberapa siswa yang menginap,tepatnya di paling atas gedung perpustakaan dan kantor guru.


Asrama untuk guru honorer,serta pasilitas lain yang sangat memedai. Dirgan merogoh sakunya,serta akan memasukan kunci tersebut ke kenop pintu meski bingkai yang terbuat dari kaca tebal itu malah terdorong masuk dengan mudah.


Sahan dan juga Dirgan saling bertukar pandangan. Ruli ceroboh karna dia tidak mengunci perpustakaan dengan benar sebelum dia pergi.


Dirgan mengedarkan pandangan,lalu menarik Sahan masuk kedalam ruangan terang menderang yang membuat nya hangat di banding sebelumnya.

__ADS_1


Keduanya menuju berangkas perpustakaan. Dirgan membuka perlahan pintu tersebut setelah membuka kunci. Beberapa dus buku tersusun rapih sampai membuat manik Sahan berbinar.


Dirgan pun kembali menutup pintu berangkas saat Shan tidak memikirkan apapun selain meraih dus dan memasukan buku novel series yang iya cari masih tersegel rapih.


"Woh, beginilah rasanya merampok? aku senang sekali"ucap Sahan. Dirgan menyeringai, ia menggeleng kan kepala sebab gumam Sahan suka ada-ada saja.


Ia memperhatikan lengan cantik ini memilih satu persatu buku series serta memasukan nya kedalam dus. Hanya butuh waktu satu menit untuk membereskan urusan tersebut,apa lagi dengan asa dan Sahan yang menggebu.


"Ada lagi yang kamu mau?"tanya Dirgan


"Tidak, aku cuma suka buku ini, novel lain sepertinya seru. Tapi aku hanya tertarik pada yang ini"Jawab Sahan. Dirgan mengangguk kepala.


Sahan baru saja akan mengangkat buku tersebut tapi Dirgan tiba-tiba menahan bahunya. Peria ini membeku,sebab iya mendengar sesuatu yang membuat Sehan berdebar.


"A-ada ap_"Sahan menghentikan perkataan nya takala Dirgan mengacungkan jari telunjuk. Supaya Sahan diam apalagi,suara buka jatuh membuat Sahan terperanjat sebab ada orang lain selain mereka di dalam perpustakaan.


Dirgan perlahan menghampiri bingkai pintu,begitupun dengan Sahan,sebab tiba-tiba perut nya merasa mual untuk suara terengah seseorang yang timbul.


Suara ******* Ruli dan siswa yang berbicara dengan nya tadi siang terdengar sangat jelas saat Dirgan membuka pintu berangkas.


Inilah kekacauan yang terjadi di sekolah,semenjak Dirgan meninggalkan nya lama. Berhubungan intim di sekolah membuat Sahan geram.


********


Tubuh Sahan bergetar hebat,iya tidak melihat apapun ketika pandangan nya Fokus pada kancing seragam Dirgan yang menutup kedua telinga Sahan.


Dirgan sama tidak bergerak nya selain memperhatikan Sahan. Dirgan bisa melihat wajah Sahan,yang memucat. Meskipun Dirgan menutup kedua telinga wanita tersebut.


Tetap saja,terdengar suara yang membuat Sehan mual. Apalagi lenguhan dengan kata sayang dan umpan kotor yang Sahan dengar sampai hal tersebut mengikis kesadaran nya untuk maju dan memberikan mereka pelajaran.

__ADS_1


Sahan pun kepikiran sesuatu,ia mengalihkan pandangan nya kepada Dirgan. Karna peria ini kuat serta sangat berbahaya bagi Sahan di tempat kaya begini.


Ia dengan kedua tangan nya yang bergetar hebat nya ini pun melakukan hal yang sama menutup kedua telinga Dirgantara yang memanas.


Dirgan menggeleng samar saat dia melihat air mata Sahan yang tiba-tiba mengucur deras saat mengingat intan.


Apa mungkin,Ruli yang sedang bersama dengan Siswi lain, melakukan hal sama sama kepada intan. Karna mereka masih ada di sini saat siswa lain sudah pulang sekolah.


Keduanya berdiri cukup lama,sebab tidak ada lagi jalan keluar di dalam berangkas buku-buku pelajaran lainya selain pintu yang mereka lewati tadi.


Suara pemancing hasrat itu pun akhirnya berhenti,di mana Dirgan melepaskan telinga Sahan yang melakukan hal yang sama. Setidak nya,Sahan lebih tenang di banding yang Dirgan kira.


"Kaka bagai mana kamu aku,hamil?"tanyanya


"HM,?usahakan jangan dulu sampai kamu lulus. Aku akan menunggu sayang,bila berhenti sampai sini"jelas Ruli,suara kecupan pun terdengar sebentar,hinga Sahan memejam kan mata.


Ia memegang perutnya,bersamaan dengan Dirgantara yang mencoba untuk membuat Sahan tetap tegar. Kekasihnya lebih polos dan tahu batas di banding siswi yang sedang bersama Ruli.


"Ayo kita kekamar ku"ucap Ruli. Sahan langsung meremas baju seragam Dirgantara.Mencoba menahan sesuatu yang naik.


Sampai di mana pintu belakang perpustakaan terdengar terbuka,Ruli dan Siswi tersebut meninggal kan perpustakaan menuju asrama nya.Sahan langsung mendorong dada Dirgan serta berlari dengan cepat ketoilet.


Walaupun pintu toilet perpustakaan terkunci dengan baik ,Sahan akhirnya memuntahkan di tong sampah. Dirgan membantu nya dan mengusap punggung Sahan.


Dirgan lantas menilik CCTV perpustakaan tersebut. Ruli sudah Seharus nya di pecat secepat mungkin. Tempat yang seharusnya menjadi sumber Fasilitas yang menunjang pendidikan anak-anak pun berubah menjadi tempat yang tidak melakukan hubungan intim.


"Sebentar Sahan"Dirgan lantas beranjak bangkit. Ia memeriksa naska meja Ruli serta mengambil konektor untuk menghubungi lektop dengan ponsel nya.


"Ya,kita jangan asal menuduh Ruli hanya karna intan selalu ada di perpustakaan,dan penjaga ini berbicara dengan siswa lain harus punya bukti konkret"sahut dirgan

__ADS_1


Sahan mencoba untuk menenangkan dirinya. Ia beranjak berdiri gentar serta menepuk kedua paha supaya lebih bisa jauh kuat dari Dirgan.


__ADS_2