MISTERI CINTA KU

MISTERI CINTA KU
MINE


__ADS_3

"Apa-apa ini"ucap Ceristal. Sahan pun hanya menghela napas nya berat,ia tidak tahu harus berbuat atau mengatakan apa kepada teman-teman nya sebab,ia membawa peria di belakang Sahan yang ikut.


Dirgan juga sudah membawa sogokan untuk mereka semua,dengan masing-masing satu cup minuman yang akan menemani kerja kelompok Sahan dan teman nya.


"Kamu dari sains Dirgan. Ini kerja kelompok sosial."jelas Ceristal


"Aku sudah bilang itu"ucap Sahan.


"Ini acara tim,hanya untuk teman-teman Sahan"ungkap Ceristal kembali.


"Aku sudah bilang itu"ucap Sahan


"Aku tahu"timpal Dirgan


"Kamu juga tidak boleh menginap. Karna kamu peria berbahaya"ucap Ceristal.


"Agus dan Bayu juga peria. Tidak masalah,aku hanya mengawasi dari kejauhan. Anggap saja aku tidak ada"timpal Dirgan


"Dan aku juga sudah bilang yang satu itu"jawab Sahan. Ceristal menepuk jidat nya sendiri,acara mereka tidak boleh kacau gara-gara Dirgan yang terlalu kaku antara interaksi wanita dan peria.


Begitupun Sahan yang tidak tahu harus menghadapi teman nya seperti apa. Dirgan bersihkukuh hanya ikut menginap sampai merasa Sahan sebal.


Apalagi ketika Dirgan memaki ancaman akan mengurung Sahan selama tujuh hari hanya untuk dirinya sendiri bila tidak di izinkan ikut.


Ceristal membuka pintu masuk serta mempersilakan Dirgan masuk kerumah Agus yang berbeda di rumah sebelumnya.


Dirgan hanya tahu,rumah Agus ada di kompleks serbang dan memasuki gang untuk memasuk ke kompleks paling belakang. Sedang kan kompleks yang ini sedikit jauh lebih mewah serta terjamin keamanannya.


"Gaya!kita kedatangan tamu"ucap Ceristal. Lisa,Bayu dan Agus sontak saja kaget. Sontak Sahan menekuk bibir nya sebab reaksi teman-teman membuat dia tidak enak membawa ekor.


"Aku minta maaf Gus Dirgan mau ikut"ucap Sahan.


"Menginap?orang tuamu sudah mengijinkan?"tanya Agus.


"Ya,"sahut Dirgan singkat. Sahan menyikut lengan Dirgan,sebab sebagai orang yang akan menumpang malam ini. Dirgan terlalu menjawab pertanyaan tuan rumah.


"Kalu,begitu tidak masalah. Tiga peria dan tiga wanita. Jadi seimbang,tidak perlu merasa tidak enak. Kaya kesiapa saja?"jelas Agus. Sahan kemudian menarik Dirgan supaya ikut bergabung dan berkumpul di kursi sofa Agus yang sudah mulai mengerjakan materi.


Lisa membongkar apa yang Sahan bawa serta mengulas senyuman senang untuk minuman miloholice paporit mereka semua.


"Wih,tumben nih"ucap Lisa


"Dirgan yang bayar, ceritanya nyogok"sahut Sahan. Ia pun ikut memeriksa bagian milik nya adalah coklat mint. Kemudian milik Dirgan adalah vanila.

__ADS_1


Entah kenapa Dirgan rasa menurut Sahan sama saja dengan original karna vanilla sudah umum sekali.


"Sahan,tugas Lo moderator. Jadi pahami materi nya,biar kita yang membuat fawer foint"jelas Bayu


"Bagian-bagian nya bagai mana?"tanya lisa


"Gampang itu di akhir. Biar aku yang bagiin,karna aku tahu persis sampai mana pengetahuan kalian"Sahut Sahan.


"Gue, siyapin pertanyaan dan jawaban yang memungkinkan"timpal Ceristal. Kelimanya pun serempak dengan tugas masing-masing. Dirgan bahkan tidak berkata-kata sebab strategi mereka cepat sekali di bentuk.


Pembagian tugas tidak rewel seperti teman sekelas nya yang saling tawar menawar mengerjakan bagian yang lain.


Di sini,tidak ada yang merasa di beratkan dengan tugas masing-masing. Dirgan memperhatikan Sahan yang menarik satu lektop di pangkuan. kemudian keretas notes kecil untuk menulis semuanya.


Sahan kaget tiba-tiba lektop nya di angkat Dirgan,peria tersebut menaruh bantal di paha nya baru kembali menurunkan lektop.


"Lalu memangku laptop,pastikan harus ada ganjalan,nanti susah hamil,aku ingin punya ank cepat"bisik Dirgan


Sempontan telinga Sahan memerah,dia berdehem serta mendorong dada Dirgan supaya menjauh dari nya. Ia akan berkonsentrasi untuk peresentasi hari esok,jangan sampai Dirgan mengacau kan semuanya dengan racun tidak jelas peria tersebut.


Menit pun berganti dengan jam. Dirgan juga pengertian sebab dia sudah bilang bila dirinya tidak akan mengganggu mereka. Ia juga lebih pokus bermain gems di ponsel nya serta sesekali menilik Sahan yang cekatan menghapal semua keterangan Siled yang teman-teman nya buat.


Tepat di jam delapan malam,semua pekerjaan telah usai serta mereka pun membuka makanan yang Ceristal beli sebelum kemari.


"Tidak apa, aku tidak laper"sahut Dirgan cepat


"Ehh,jangan gitu kita harus makan bareng-bareng"sahut Bayu.


"Patungan makan baru buat dirgan"jelas Sahan. Ia menjulurkan piring miliknya ketika Dirgan celingukan sebab Sahan membuat nya tidak enak sudah dua kali.


"Sahan tidak usah aku tidak laper"ucap Dirgan. Sahan tidak mendengarkan ucapan peria tersebut,ia membajak satu persatu makanan milik temannya.


Apalagi Dirgan langsung menghela napas,sebab Sahan mengambil makanan yang pedas yang teman nya bagi dengan sukarela. Sahan menjual nama nya lagi.


"Nasi nya mauga"tanya Agus


"Ga usah Gus beneran"sahut Dirgan


"Iyalah badan nya gede begitu iya makan nya sedikit"ucap Sahan, ia menyendok nasi mil Agus dan yang lainnya. Sahan menunggu piring nya yang terkekeh senang.


"Kali aja orang kaya makan nya sedikit"ucap Agus


"Aku minta maaf merepotkan kalian,akan aku ganti semuanya nanti"ucap Dirgan

__ADS_1


"Ganti pake duit, masing-masing satu juta"ucap Bayu


"iya kamu kalian_"


"Eih ga asik banget sih Lu udah makan saja,kita harus berbagi kepada teman. bukan nyaumbang"potong Agus. Sahan mengulas senyum man,iya menyodorkan sendok kepada Dirgan yang masih menatap nya tidak enak.


"Kamu makan telur dan ayam punya ku,yang teman-teman pedas semuah bagi keakau"ucap Sahan


"Pantes kukuh agar sepiring"sahut Dirgan. Sahan terkukuh. ia menyendok nasi serta melahap nya nikmat sebab dia mendapatkan menu yang teman-teman pesan.


"Awas yah,bila ingin sesuatu lagi atas namaku"tekan Dirgan.


"Kenapa emang kan resiko pacaran begitu"jawab Sahan


"Ingin kamu itu bikin aku malu,kaku butuh uang dan makanan tinggal bilang sama aku"jelas Dirgan


"Nanti di kasih?"tanya Sahan. Dirgan menganggukkan kepala ia menerima sodoran mentimun dari Sahan serta melahap nya enak. Untuk pertama kali nya juga dia makan sepiring berdua dengan Sehan yang sesekali menyuapi diri nya.


"Tentu sudah kewajiban aku"


"Kewajiban?"tanya Sahan.


"Aku sudah melamar kamu di belakang sekolah tadi.Sebagian kebutuhan kamu,tanggung jawab aku sampai kita menikah dan setelah itu aku memenuhi nya"jelas Dirgan. Sahan langsung bengong dengan peperangan Dirgantara yang membuat nya salut.


"Luar biasa banget dirgantara ini,belum juga lulus sekolah"


"Setelah lulus kita menikah"ajak dirgan


"Aku mau kerja"


"Kamu bisa kerja,aku sekarang lagi mendirikan usaha. Saat lulus aku akn kembangkan,kamu bekerja sebagai sekertaris sekali Gus istri aku"jelas Dirgan.


"Aku juga mau kuliah dulu"


Kamu sibuk sayang,setelah lulus kamu punya anak"


"Kenapa harus cepat-cepat punya anak kan masih muda?"


"Karna aku menginginkannya"


"Astaga dirgan,ganti pembahasan kita terlalu_"


"Sahan dengar"Dirgan mematri atensi intens kepada Sahan yang belum siap ke pembahasan langkah selanjutnya padahal mereka masih anak-anak SMK.

__ADS_1


"Tepat setelah kelulusan kami....kau harus menjadi milik ku seutuh nya tidak ada bantahan"


__ADS_2