
Happy Reading ❤️
...
...
Setelah menyelesaikan jam kelasnya, Nabilla, Kila dan Naira menuju kantin.
"mau pada pesen apa " tanya Naira.
"samain aja" jawab Nabilla, kemudian menaruh kepala pada meja kantin.
Otaknya terlalu lelah menghadapi kelas yang amat menguras otak dan tenaga.
Tak beberapa lama keadaan kantin menjadi amat riuh dengan kehadiran Reyhan dan ddk menuju tempat Nabilla.
"ehhh Kil rame amat, siapa yang mau konser sih. Gur mumet njir" ucap Nabilla tanpa mengubah posisi.
"auuu ah, gue mager mau liat kebelakang" Sahut Kila.
Reyhan duduk langsung di samping Nabilla, memperhatikan wajah mungil yang sedang memejamkan mata.
Sedangkan Ziko dan Vino berada di ujung meja, dan Renald berada disamping Killa.
"Nai badan lo kok jadi gede sih, nikah ama hulk lo" Nabilla merapa lengan kokoh itu, namun anehnya ia mencium aroma maskulin kenali.
Killa yang mendengar penuturan Nabilla terlonjak kaget, melihat Reyhan dan para sahabatnya berada ditempat mereka.
"Bill ini pes-" Naira mendadak kaku melihat segerombolan pria tampan Dimeja mereka.
"kalo bukan Naira yang di samping gue, apa jangan jangan" batin Nabilla.
Ia langsung membuka mata dan betapa kagetnya melihat Reyhan sudah berada di sampingnya, wajah berjarak beberapa senti saja.
Nafas bearoma mint Reyhan pun terasa menerpa kulit wajah Nabilla.
"gak usah kaget gitu, saya tau ketampanan saya memikat semua orang" Reyhan membenarkan anak anak rambut Nabilla yang menutupi wajah manis itu.
"narsis" gumam Nabilla, kemudian menepis tangan Reyhan dan memutar bola matanya jengah.
Naira yang dari tadi berdiri akhirnya duduk di sisi kiri Kila .
"pelet Nabilla mantap juga yah" bisik Killa .
"gak usah sembarang ngomong bego" sahut Naira tak kalah berbisik.
Reyhan mengambil makanan ditangan Naira dan menyuapkan kemulut Nabilla.
Nabilla yang melihat hanya tercengok menatapnya tingkah Reyhan.
"bapak gak salah minum obatkan?" tutur Nabilla.
Jangan ditanya Ziko dan Vino sudah menahan tawanya melihat tingkah Reyhan Pada Nabilla.
"wahhhh Bill kayaknya doa si Nai terkabul" celetuk Killa .
"emang lo doa apaan Nai ?" ucap Nabilla menatap Naira .
"elo kan mau kawin tuh - ehhh ehh salah maksudnya nikah, gue doain pak Reyhan jodoh lo. Ehh gak tau nya udah dipepet aja lo" Naira menyesap minumannya.
"kalo elo jodoh sama tu bocil, hati hati Rey adik lo bisa binasa kapan pun" celetuk Ziko .
"dan gue siap Rey buka jasa pembuangan bocil" timpal Vino sambil terkekeh.
"Nai doa in gue juga dong, masa gue jomblo mulu sih. Entar dapat predikat jomblo sejatikan gak enak Nai " Killa bergelayut dilengan Naira .
"lo kira gue biro jodoh, sono kepasar malam aja lo" ucap Naira .
__ADS_1
Renald melihat tingkah Killa yang menggemaskan hanya mengulum senyum dan mengelengkan kepalanya.
"emang dipasar malam bisa ketemu jodoh" tanya Killa
"kagak. Ketemu banci kaleng cocok buat elo" sahut Naira santai.
Nabilla yang masih tercengang pun membuat Reyhan membisikkan sesuatu agar Nabilla menuruti kemauannya.
"makan atau cium" bisik Reyhan .
Sontak Nabilla langsung membuka mulutnya, dan memakan makanannya hingga tak tersisa.
"gerahhh gue gerahhh, berasa jadi angin" celetuk Ziko.
"kayaknya lebih banyak sentannya dari pada orang nya" tambah Vino .
"buaya versi banci kagak usah lebay" celetuk Kila, berhasil membuat kedua makhluk itu bungkam.
Kejulidan Kila memang tak terkalahkan.
"tau, bisanya koar koar doang. Liat yang uwu aja udah gerah. LEMAH" ucap Naira.
"ehhh cill, lo nemuin temen temen julid kayak gini kagak tekanan batin apa" ucap Vino pada Nabilla.
"emang mereka julid? Sejak kapan lo bedua pindah profesi julid?" sahut Nabilla.
Kila dan Naira hanya menaikkan bahunya pertanda tidak tahu.
"mereka tu gak julid, cuma ngomong sesuai kenyataan" ucap Nabilla.
"asli harus banyak beli stok sabar gue" Ziko merasa amat stres.
Renald yang sedari tadi memandang Killa dalam diam dan tersenyum.
"tu mata mau gue keluarin" Killa menatap Renald dengan garpu yang ditodongkan.
"nikah ama kamu aja dulu baru keluarin mata aku. Gimana?" ucapan Renald membuat Ziko dan Vino menyemburkan minumannya.
"habis keluar dari RSJ nih kayaknya!"ucap Killa , di sambut senyuman manis dari Renald.
"satu aja udah bikin panas, ehh keknya ada yang mau bikin kebakar" kesal Ziko.
"muka sangar hobbynya bocil" ejek Vino.
"Takut kalah saing? bilang sayang" timpal Naira pada Ziko dan Vino .
***
Di mobil reyhan
"gimana tugasnya udah selesai semua?" tanya Reyhan sambil menatap Nabilla.
"udah" singkat Nabilla.
Reyhan masih betah memandang wajah cantik Nabilla apalagi bibir yang selalu menggerutu tidak jelas itu.
"pak saya bukan pajangan, di liatin mulu" celetuk Nabilla yang sudah merasa risih dari tadi.
"panggil aku Rey saat berdua atau diluar kampus" pinta Reyhan lembut.
"pak eh maksudnya Rey , kita mau ke mana nih?" tanya Nabilla.
"berkeliling kota" Reyhan menggengam tangan Nabilla.
"pak tangannya tolong"
Tiba tiba Reyhan berbaring dipaha Nabilla, membuat Nabilla mematung tak percaya.
__ADS_1
Doni sekretaris Reyhan pun juga ikut tercengang melihat tindakan bosnya itu.
"bisa elus kepala ku, ku mohon" pinta Reyhan dengan wajah memelas.
Mendengar permohonan Reyhan membuat Nabilla tak tega, ia mengelus kepala Reyhan dengan lembut.
Membuat Reyhan tertidur pulas dan nyaman, apalagi wangi tubuh Nabilla sangat lembut dan menenangkan.
"diluar seperti iblis, didalam seperti bayi" batin Nabilla.
...***...
3 jam setelah perjalanan Reyhan mengantar Nabilla pulang.
"istirahat yang banyak, jangan lupa makan" ucap Reyhan lembut dan mengacak rambut Nabilla.
"hm" Nabilla menganggukan.
Tak tahan dengan ekspresi Nabilla, Reyhan langsung memeluk dan mengecup lembut kening gadis didepannya itu.
Tak hanya kening, mata, pipi, hidung dan pelipis tak terlewat kan, Ia tak mengecup bibir Nabilla karena hanya akan membangkitkan nafsu saja.
Nabilla bagai terhipnotis dia terdiam kaku, kemudian keluar dari mobil langsung menuju kamarnya dengan wajah semerah Tomat.
...****...
TOKK TOKK TOKK
Nabilla membuka pintu kamarnya, melihat Stella dengan wajah amat tak bersahabat.
"ehh ****** di anter siapa lo, habis jual diri. Masih punya muka pulang kesini" tutur Stella .
"ngantuk gue dengerin ****** teriak ******. Mana yang teriak setan berupa manusia lagi" sahut Nabilla santai.
"elu ngatain gue" tanya Stella dengan emosi.
"emhh enggak, tapi kalo ngerasa sih gapapa" kemudian menutup pintu kamar dengan kasar.
"awas aja lu" batin Stella.
Thanks you yang udah follow❤️
NO PLAGIAT, THIS IS REAL CIPTAAN GUE 📚
-
-
-
-
No copy paste ❌
Elu copy paste gue tebas ⛏️
Semoga elu semua suka karya gue, yahh walau masih amatir banget karya gue. Tapi kalian udah mau baca sama mau komen, like, dan saran aja. Udah berbunga bunga hati gue.
-
-
-
-
-
Mau follow gue alhamdulillah, kalo enggak pikirin lagi!
__ADS_1
Thaks udah baca yahhh gengs, maaf banget kalo Masih banyak kesalahan dalam penulisan gue, jujur gue bikin sambil ngehalu gpp kali ye😁😂
Jangan lupa like, coment, dn sarannya yahh. Makasih udah mampir dan mau baca cerita yang gw buat