
"H-hai mantan" sapa Arsel membuat tatapan Khaliza menjadi datar.
"siapa sih gue gak kenal, mungut ni gembel dimana kalian?" tanya Khaliza dengan tampang mengejek.
"Sabar ferguso, wajah malaikat mulut selemes dakjal" batin Arsel sambil mengelus dada mendengar ucapan Khaliza yang begitu tajam.
"jangan gitu, walau gembel gembel gini. Gue mantan terindah lu" ucap Arsel dengan menyibak rambutnya kebelakang seolah olah paling tampan.
"sorry, elu masuk daftar hitam nomor urut apaling utama. Gak cocok lu di bilang mantan terindah, cocoknya mantan sampah" sungut Khaliza.
"ya allah Za, kapan si mulut mungil lu itu insyaf ngomong pedesnya" tanya Arsel heran dengan Khaliza yang tak pernah ada manisnya bersikap, malah jatuhnya seperti harimau jika berhadapan dengannya.
Khaliza juga golongan anak kolong merat, namun takdir tak semanis teman temannya. Harus ditinggalkan ibu yang entah kemana, Khaliza hanya bersama ayahnya. Karena itu kemana pun ayah pergi Khaliza akan mengikuti. Seorang anak pengusaha CEO ternama disingapura Alex Aleandro Maqwin namun tak membuat Khaliza bersombong diri.
"nunggu tobat lu diterima dedemit empang pak somat" jawab Khaliza santai.
"nunggu gue ***** aja gimana?" tanya Arsel membuat semua temannya menatap tajam kearahnya.
"mau disantet atau langsung" tanya Zakia mengacungkan garpu kearah Arsel.
"mau rumah sakit atau gudang rajan" tanya Zaki dengan pisau kedepan Arsel.
"gue mah gampang pilihannya, akhirat atau Liang Lahat" Lanjut David.
"kandang buaya atau singa" Khaliza yang mengacungkan gunting kearah Arsel.
"kalian kenapa sih? Kok Arsel disuruh milih gitu, mana banyak banget lagi. Kasian Arsel milihnya" ucap Kaira yang kelewatan polos ya, tak mengerti ancaman teman temannya yang tertuju pada Arsel.
"cantikk, gak usah ikutan. Biar Arsel milih hadiahnya" ucap Zaki lembut menahan gemas pada Kaira yang amat lemot.
Kaira megangguk patuh "yaallah,,,kalian kejam banget ama gue"rengek Arsel.
" kasih pilihan itu yang bermutu dong, lah ini pilihannya tujuannya sama semua. Pengen gue terbang kelangit" sungut Arsel.
" makanya otak jangan mesum mulu" ucap Zaki mengejek.
"lah lah lah... Bilang gue otak mesum, lah terus elu yang bawa majalah po-mphhhhhh" mulut Arsel langsung dibekap oleh Zaki. Bisa mati ditangan kembarannya jika ketahuan pernah membawa majalah laknat kesekolahan.
"gue bongkar rahasia lu masih posesifin Khaliza, kalo lu berani ngomong majalah itu" bisikan ancaman di telinga Arsel membuatnya langsung menganggukan kepala.
"lu ngomong apa barusan" tanya Zakia memicingkan matanyanya.
"Itu lo Zaki pernah bawa majalah pohon kurama ehh maksudnya kurma" ucap Arsel.
"ohhhh gitu" ucap Zakia cuek.
__ADS_1
Sedangkan Kaira memicingkan matanya karena tau rahasia Zaki yang disembunyikan oleh Arsel, karena ialah yang memergok dua manusia itu sedang asik melihat majalah luknut dirooftop sekolah.
"awas aja kamu masih gitu, masa depan kamu akan hilang" ancam Kaira sambil melihat kearah bawah tepat di Junior Zaki.
Glekk
Zaki menelan salivanya susah payah mendengar ancaman Kaira yang amat mengerikan dan tak main main dari siratan matanya.
"I-iya sayang" jawab Zaki dengan senyum terpaksa karena ketakutan akan ancaman itu jika menjadi nyata.
***
Bell pulang sekolah sudah berbunyi, Zakia dan David beriringan menuju parkiran sekolah.
Dari ketahuan seseorang memanggil Zakia dengan tangan yang melambai dan senyuman yang merekah.
"Kiaaaa...." teriak suara bariton memanggil namanya.
Laki laki itu segera menghampiri gadis Mungil kesayangannya itu.
Tatapan Zakia berubah datar dan sedikit tersirat kekecewaan, kenapa harus kembali lagi.
Cukup Zakia tak ingin terluka dengan ucapan laki laki buaya itu "uncle" ucap David mendapat Vino memanggil Zakia.
"i'm fine,,, uncle ngapain kesini?" tanya David.
"mau jemput Kia, udah janji mau jalan jalan soalnya" ucap Vino membuat Zakia melotot tak percaya.
Sejak kapan ia membuat janji dengan laki laki buaya ini, ingin sekali ia membantah namun ia tak ingin David tau tentang perasaannya pada Vino.
"ohhh gitu, ya udah. Kia hati hati dijalan, jangan nakal ya, kalo udah dirumah kabarin David" ucap David lembut sambil mengelus pipi Zakia, membuat tatapan Vino tak suka padanya.
Zakia yang di perlakuan seperti itupun tersipu malu, sungguh perlakuan lembut David membuatnya nyaman dan aman.
Namun ia belum menyadari perasaan apa yang ia miliki pada laki laki lembut didepannya ini.
"iya... David hati hati. Bawa motornya jangan ngebut" ucap Zakia dengan tampang bocah yang amat menggemaskan.
"iya manis" jawab David kemudian menaiki motornya dan menggunakan helm. Sebelum menancapkan gasnya ia melambaikan tangannya pada Zakia.
Vino langsung menarik tangan Zakia, membawanya masuk Kedalam mobil.
"kenapa kamu menghindar dari uncle?" tanya Vino.
"Kia fokus sama ujian" jawab Zakia.
__ADS_1
"gak mungkin Kia, kamu sampai lupain uncle"
"kamu ada masalah apa sama uncle sih? Cerita jangan buat uncle nebak, uncle gak pandai menebak isi pikiran kamu" ucap Vino.
"gak usah nebak isi pikiran Kia, Kia gak punya masalah sama uncle"
Vino menghembuskan nafasnya dengan kasar, ia mengambil tangan Zakia untuk menyentuh pipinya.
"jangan gini ya, uncle gak bisa kamu di diami kayak gini" ucap Vino memelas.
Zakia tersentuh mendengar ucapan serta tatapan sayu Vino padanya, namun ia tak boleh goyah begitu saja.
"Kia gak diamin uncle, cuma Kia butuh waktu sendiri"
"kamu marah kenapa kia?" tanya Vino.
"Kia gak marah uncle" jawab Zakia.
"ya udah kalo gitu, kita makan ya" pinta Vino.
"dimana?"
"restoran itali, disana banyak makanan enak" jawab Vino.
Zakia menggelengkan kepala pelan, ia tidak suka makanan itali dan Vino tau akan itu.
Mobil Vino melaju namun bukan menuju restoran yang ia sebut, namun perumah.
"kita kemana uncle" tanya Zakia.
"jemput Shera" jawab Vino singkat.
Deg...
Apa ini? Bukankah Vino hanya mengajaknya, lalu mengapa Shera harus ikut.
"Shera tadi pesen lagi pengen makanan itali dan uncle gak bisa nolak permintaannya" jelas Vino tanpa melihat Zakia yang meremas rok sekolahnya tanpa sepengetahuan Vino.
"jadi alasannya mu mengajakku, agar menjadi penonton drama mu" batin Zakia, dengan mata merah menahan air matanya.
Hayiooiiii gimana nih ceritanya makin asik atau malah kurang menarik?
Gimana kelanjutan cerita sikembar, siapa diantaranya yang memiliki kisah cinta sepihak saja.
Yukkk buruan di vote, biar aku makin cepet up ceritanya!
__ADS_1