
Hari ini Vino bersiap ingin menjemput seorang gadis Mungil untuk diajak jalan jalan.
Setelah 20 menit lamanya mobil Vino sudah terparkir di halaman rumah Zakia.
"hey bro" sapa Vino pada Reyhan.
"wahhh apa kabar, ngapain lu ke sini?" tanya Reyhan.
"jemput kia, gue mau aja keponakan gue jalan jalan" ucap Vino.
"hati hati ngajakin anak gue, banyak maunya banyak ngembeknya perih kayak bundanya" ucap Reyhan membuat Vino terkekeh geli.
"emang gak mau nambah satu lagi lu" tanya Vino.
"bukan gak mau Vin, gue mah siap siap aja mau anak 20 sekalian. Tapi Nabilla marah mulu kalo gue mau nambah anak" kesal Reyhan meningkat penonakan istri tercintanya itu.
"ahahhaha ngakak gue denger nya, takut banget lu ama bini" ejek Vino.
"bukan takut, ya kali gue takut ama bini gue" tolak Reyhan.
Tak ia sadari bahwa Nabilla sudah berada di belakangnya, ia memeluk leher Reyhan dar belakang serta berbisik.
"No jatah dan tidur diluar sayang" lirih Nabilla dengan senyum devilnnya kemudian meninggalkan suaminya yang membeku.
Glekkk
Reyhan menelan salivanya langsung mengejar istrinya "ahhhh by, gak mau tidur diluar" rengek Reyhan.
"gak ada bantahan tidur di luar" titah Nabilla.
"gak mau, gak mau, gak mau" rengek Reyhan terus menerus. Hingga Zakia turun dengan tambilan biasanya.
"Daddy ngapain sih ngerengek gitu ke bunda" tanya Zakia.
__ADS_1
"bunda kamu nih, masa suruh daddy tidur diluar" adu Reyhan.
"ya udah tidur diluar aja dad, apa susah sih. Pake ribut segala, udah ahh kia mau berangkat" Zakia langsung meninggalkan kedua orang tuanya dan menyeret Vino keluar.
"ZAKIAAAAA.... awas aja kamu ya gak daddy kasih uang lagi" teriak Reyhan.
"mansion mewah daddy aku gadein kalo itu terjadi" balas Zakia.
"menyebalkan" batin Reyhan.
Sungguh mulut Zakia amat persis seperti Nabilla penuh dengan ketajaman.
***
Di caffe Zakia dan Vino duduk dengan santai sambil menggenggam tangan Zakia dengan lembut.
Mereka tertawa bahagia, sebab mereka telah jadian satu hari yang lalu.
Flashback
"gak uncle" tolak Zakia.
"plishh baby, uncle janji akan prioritaskan kamu" ucap Vino.
"gak ya tetap enggak uncle" tolak Zakia.
"kasih uncle kesempatan kedua, uncle janji akan setia sama kamu sayang" pinta Vino dengan penuh harapan.
Zakia menatap Vino dengan lamban, ada raut keseriusan di wajah Vino membuat Zakia menimbang kembali. Keputusannya.
"mau yaa" tanya Vino kembali.
"iya Kia mau" jawab Zakia dengan senyuman cerah. Tak salah ia memberikan kesempatan kedua untuk Vino.
__ADS_1
Vino bersorak gembira dan langsung memeluk tubuh Zakia.
Flashbackoff
"seneng gak di ajak ke sini?" tanya Vino.
"seneng banget, makasih udah ajakin jalan jalan. Kia jadi gak bosen di rumah terus kalo hari minggu" ucap Zakia.
Vino mengelus pipi Zakia dan menatap mata itu dengan dalam, tapi entah kenapa Zakia merasa beda saat bersama Vino.
Bukan kenyamanan atau kasih sayang, tapi seperti keterpaksaan. Entah keputusannya benar atau salah.
"kenapa ngelamun" tanya Vino.
"e-eggak kok, Kia cuma kepikiran ujian aja" jawab Zakia gagal.
"serius" tanya Vino kembali membuat Zakia menganggukan kepala.
Vino berpindah duduk disamping Zakia, ia memeluk bahu dan mencium pelipis Zakia dengan dalam.
Tanpa mereka sadari percakapan serta tindakan mereka terlihat seseorang membuat ia mengepal kan tangannya.
"jadi ini akhirnya" ucap seseorang itu dan pergi begitu saja.
***
Setelah mengantar Zakia pulang, Vino menuju apartemennya.
Ceklek
Vino membuka pintu apartemen dan disuguhkan seorang wanita duduk di sofa dengan tampilan menggoda.
"I miss you baby" ucap Vino menghampiri wanita itu dan membawa kepangkuannya.
__ADS_1
"I miss you too" ucap wanita itu dengan suara menggoda dan langsung mencium bibir Vino.