
BRAKKK
Pintu gudang terbuka dengan kasar menampakkan empat orang laki laki dengan wajah menyeramkan menatap mereka.
Seketika Shera melotot kaget, mereka datang tiba tiba padahal ini adalah tempat terpencil.
"ohhhhh jadi lu yang berani culik ade gue" ucap Zaki mendekati Shera.
Dengen pisau yang ia keluarkan sambil ia main mainkan.
"berani banget ya lu lukain ade gue, cari maut banget lu" ucap Zaki.
Shera dengan badan gemetar tetap berdiri tegak. Tak lama ia langsung tersadar dan mengarahkan pisau tepat di leher Zakia.
"mendekat atau dia mati" ucap Shera mengancam.
"JANGAN BERANI BERANI KAMU SENTUH ANAK SAYA" teriak Reyhan murka melihat tajaman pisau itu sedikit melukai leher Zakia.
Membuat leher putih itu mengeluarkan darah.
"lepasin ade gue atau lo mati disini" ancam David.
"kalo gue mati, maka dia juga akan mati." ancam Shera.
"gue bakalan bunuh lo duluan" ancam Zaki.
Mata Zakia berkaca kaca menatap ayahnya, ingin sekali ia melawan namun keadaannya sekarang adalah terikat.
"daddy" Zakia menggerak mulutnya tanpa suara memanggil Reyhan.
__ADS_1
Reyhan amat sakit melihat keadaan putrinya, ia memberikan kiss jauh untuk menenangkan putrinya.
Tanpa Shera dan pengawalnya tau sudah ada seseorang di belakang mereka.
Seketika tangan Shera dipelintir kebelakang membuat ia menjerit kesakitan.
Reyhan langsung berlari kearah putrinya ia langsung melepaskan ikatan ditubuh Mungil itu.
Terlihat tangan putih itu amat memerah, kening berdarah, tubuh basah, serta rambut yang acak acakan.
Reyhan mencium pergelangan putrinya, membuat Zakia mulai mengeluarkan air matanya.
Ia memeluk Reyhan dengan erat "takut" lirihnya, Reyhan terus menerus mencium kening Zakia menenangkan putri kecilnya.
"tenang sayang Daddy disini. Okeyy..." ucapnya lembut Zakia hanya menganggukan sambil terus menenggelamkan kepalanya didada Reyhan.
Zaki melilitkan dasi pada tangannya, ia mengepalkan tangan hingga urat urat terlihat begitu jelas.
Krek
Zaki memukul tiga laki laki itu dan mematahkan lengan mereka tanpa perasaan, Ia mengeluarkan pisau lipatnya.
"lo kan yang udah nampar ade gue" tanya Zaki, laki laki itu menggelengkan kepalanya.
Dengan santainya Zaki memotong tangan orang itu sambil tersenyum, Reyhan langsung menutup mata dan telinga Zakia.
"akkrghhhh......" jerit laki laki itu.
"ahahahhahah... Sakit ya, tapi gue gak bakalan minta maap karena tangan lo udah lancang nyentuh ade gue" ucap nya sambil tertawa.
__ADS_1
Sungguh mereka mengindik ngeri mendengar tawa Zaki yang bagaikan iblis pencabut nyawa.
"dan lo yang udah dorong ade gue, sampe kepalanya berdarahkan" ucap Zaki.
Dorrr
Dorrr
Dua peluru melesat langsung di kepala laki laki kedua, darah bersimbah begitu saja.
Reyhan hanya tersenyum bangga pada anaknya.
Arsel mendekati David dan berbisik "gila Zaki sama sadisnya kayak om Reyhan" bisik Arsel.
David hanya mengangkat bahunya pertanda masa bodo dengan semua itu.
Ia menghampiri Reyhan dan Zakia, menelisik keadaan kekasihnya itu dengan seksama.
"hay cantik" sapa David lembut dengan senyumannya.
Zakia menatap David dengan mata yang berkaca kaca, melepaskan pelukan pada Reyhan dan memeluk kekasihnya.
"tenang ya sweety, semuanya udah aman" ucap David menenangkan. Ia merapikan rambut Zakia dan mencium pelipianya yang terluka.
Hingga tanpa mereka sadari bahwa Shera telah lepas dari genggaman pengawal Reyhan.
Ia mengambil pistol dan mengarahkannya pada Zakia hingga suara pistol menggelegar membuat mereka membelalakan matanya.
DORRRR
__ADS_1