MURID CINTA KU

MURID CINTA KU
16. Penggoda


__ADS_3

Happy Reading ❤️


...



...


BRAKKKKKK


Suara pintu terbuka dengan kasar, disana berdiri seseorang pria dengan wajah merah padam dan tangan mengepal kuat.


Ya siapa lagi kalo bukan ayahnya sendiri yakni Arkan, ia menyeret kasar Nabilla dan mendorongnya hingga membentur meja.


Senyuman terbit diwajah Nabilla ketika darah mengalir dipelipisnya.


"apa yang kamu lakukan pada Stella " bentak Arkan.


Nabilla tak bergeming, ia diam seribu bahasa tak menjawab.


Kemudian berdiri menatap Arkan dengan datar.


"JAWABBBB...... Apa yang kamu lakukan pada Stella hingga terluka" bentak Arkan semakin menjadi jadi.


"tanyakan pada Stella, bukan Nabilla"


PLAKKKKK


Arkan mendaratkan tamparan di pipi Nabilla, sampai sudut bibirnya mengeluarkan darah.


"KURANG AJAR, DASAR ******!!!" teriak Arkan.


"sudah puas, atau masih ada lagi?" tanya Nabilla dengan wajah datar.


Arkan menarik Nabilla menuju dapur, ia mengambil air panas dan menyiram pada bahu Nabilla.


Hingga Nabilla meringis menahan panas, pedih, dan terbakar.


"sudah ku katakan jangan menyakiti Stella atau kamu merasakan akibatnya" Arkan mencengkram kedua pipi Nabilla dengan kuat.


"jangan berharap terlalu banyak, karena kamu istri ku tiada. Karena  kehadiranmu juga Rara kehilangan anak dikandungannya, demi mengurus bocah sialan sepertimu" sarkas Arkan, sudah cukup hati Nabilla telah remuk.


Bukan karena siksaan tapi karena ucapan kasar yang Arkan lontarkan.


" Nabilla tau, Nabilla selalu salah dimata ayah. Tapi Nabilla selalu berusaha yang terbaik untuk ayah, apakah Nabilla salah menginginkan perhatian ayah " tutur Nabilla.


"awalnya aku menyayangi mu tapi ternyata kamu hanya pembawa kesialan didalam keluargaku"


"Nabilla gak pernah menuntut apapun sama ayah. Nabilla hanya meminta perhatian ayah apa sebegitu susahnya."


Arkan melepas cengkraman dengan kasar dan menginjak tubuh Nabilla. Setelah puas menyiksa Nabilla, Arkan meninggalkannya seorang diri didapur.


"tuhan aku tak pernah memohon lebih kepada mu, aku kuat dalam fisik namun hatiku amat lemah dan kelu terhadap cobaan mu" batin Nabilla.


Nabilla menahan sakit hatinya dan mengabaikan sakit pada tubuhnya. Dari kejauhan Stella tersenyum puas melihat Nabilla menderita.


"Itu pantas kamu terima" ucap Stella kemudian melenggang pergi menuju kamarnya.


...***...


Nabilla menuju kantin dengan wajah pucat, tubuhnya amat sangat sakit saat ini.


"mang Uja pesen teh hangat satu ya" ucap Nabilla.


"Siap neng" sahut mang Uja.


Tak lama minuman Nabilla datang, ia meneguk habis teh hangat didepannya.


Dari belakang Naira dan Kila menghampiri Nabilla.

__ADS_1


"gimana keadaan lo?" tanya Naira, hanya dibalas senyuman kecil oleh Nabilla.


Naira dan Kila telah mendengar penyiksaan yang dilakukan Arkan, karena Nabilla menelepon mereka ditengah malam menceritakan semuanya.


Sungguh itu membuat mereka panas dan ingin menenggelamkan Arkan.


"elo baik atau bodoh sih Bill, di siksa diem aja. Gak berguna lo ikut bela diri tapi gak digunain" jengkel Kila.


"masa iya gue ngelawan bokap" ketus Nabilla.


"saudara tiri elo yang pengharum ruangan itu, kalo dia ganggu elo lagi bilang sama gue. Biar gue kasih kegorila di rumah gue" ucap Kila.


"emang di rumah elo ada gorila, perasaan cuma kura kura peliharaan nyokap lo deh" tanya Naira.


"entar gue cari dulu gorilanya" sahut Kila dan mendapat jitakan keras dari Naira.


Tak lama Reyhan dan ddk menghampiri Nabilla dan para sahabatnya.


Cuma Agam yang tak berada saat ini di geng mereka, Reyhan memperhatikan kening Nabilla yang dibalut plester, dan wajah yang amat sangat pucat.


Reyhan langsung duduk disebelah Nabilla.


"kamu gak papa? Kamu sakit? " tanya Reyhan, Nabilla menggeleng pelan sambil tersenyum kecil.


"yaallooo dosa gak ngehujat orang pagi pagi" ucap Ziko sedikit nyaring.


"ehh lo habis makan toa apa gimana? Berisik amat" kesal Kila membuat Renald tersenyum.


"ehhhh bocah julid bin songong, gak usah rempong kayak emak emak lo" sahut Ziko.


"wahhhh lo gak sadar diri, elo tong yang ngoceh gak jelas kayak kesambet setan ancol malah nyalahin gue. Mau apa lo " Kila mulai melipat lengan bajunya.


"gue gak mau kasar sama cewe" celetuk Ziko mengejek.


"wahhh kita cuma beda kelamin bukan beda nyali" Kila menghampiri Ziko dan terjadilah Kila mengunci Ziko.


Kila, Nabilla, dan Naira memang diam diam mempelajari teknik bela diri.


Tak lama seorang berpenampilan seksi, wajah dempulan make up amat tebal menghampiri Reyhan.


"hay Rey" suara penuh menggoda membuat Nabilla dan sahabatnya menjadi bingung.


"uler" batin Kila.


"setan" Naira.


"mak lampir" batin Ziko dan Vino.


"wellcome to pelakor" batin Renald.


"ngapain lu kesini" ketus Reyhan.


"aku mau ajak kamu diner Rey " melenguh sambi memeluk Reyhan.


"tante... Ngomong aja tangannya gak usah pencicilan" ucap Nabilla, sontak wanita itu kaget dengan penuturan Nabilla yang mengatakan dirinya tante.


"ehhh anak kecil gak usah ikut campur" sahut perempuan itu.


"pergi Tia" ucap Reyhan dengan tajam.


"Nabilla gak ikut campur kok tante, cuma memberi pencerahan pada orang orang yang lupa dunia" ucap Nabilla.


Sontak Tia langsung menjambak rambut Nabilla hingga terjatuh dan keningnya kembali membentur meja.


BRAKK


"APA YANG KAMU LAKUKAN TIA" bentak Reyhan.


Reyhan menggebrak meja, kemudian langsung menghampiri Nabilla dan melihat darah mengalir di kening Nabilla.

__ADS_1


Sontak langsung membopong tubuh Nabilla menuju UKS.


Naira dan Kila sontak berdiri dan menghampiri Tia.


"ehhh ondel, maksud lo apaan jambak jambak bestie gue" Kila mendorong tubuh Tia.


"mau gue patahin tu leher sama tangan lo" ucap Naira sambil meregangkan ototnya.


Glek


Ziko, Vino dan Renald meneguk salivanya melihat duo iblis kecil itu mengeluarkan tanduknya.


"elo kira gue takut ama lo berdua hah, bisa apa lo badan kecil gitu" hina Tia pada Naira dan Kila.


"wahhh kagak bisa di biarin ni tante tante girang" sahut Kila.


"mulai aja Kil, biar tu mulut jahanam kicep" ucap Naira.


Plak


Plak


Plak


Brakkkk


Tiga tamparan kuat dan dorongan dilayangkan oleh Kila, membuat sudut bibir dan hidung Tia mengeluarkan darah.


Tak kala kakinya juga keseleo karena hils yang ia gunakan tak mampu menahan keseimbangan tubuhnya.


Naira kemudian menjambak dengan kasar rambut Tia sambil mencengkram kedua pipi itu.


"tante dengerin gue ya...sekali lagi lo nyakitin bestie gue. Siap siap nyium alam baka" Naira mendorong tubuh Tia. Tia yang ketakutan langsung lari dengan menahan sakit pada seluruh tubuhnya.


Naira dan Kila menghampiri tiga laki laki yang dari tadi menonton pergulatan mereka.


Mereka telah tegang dengan keringat dingin muncul dipelipis mereka.


"kenapa lo pada, diem diem aja?" tanya Kila.


"tau tu, pada jadi bisu" tutur Naira.


Setelah itu Naira dan Killa lalu para ddk Reyhan menuju ruang kesehatan, untuk melihat keadaan sahabatnya.


Mereka benar benar lega melihat Nabilla, amat kuat dengan keadaan fisik yang  melukainya.


Mereka tersenyum menghampiri Nabilla dengan celotehan yang absurd demi menghibur Nabilla.


Thanks you yang udah follow❤️


NO PLAGIAT, THIS IS REAL CIPTAAN GUE 📚


-


-


No copy paste ❌


Elu copy paste gue tebas ⛏️


Semoga elu semua suka karya gue, yahh walau masih amatir banget karya gue. Tapi kalian udah mau baca sama mau komen, like, dan saran aja. Udah berbunga bunga hati gue.


-


-


Mau follow gue alhamdulillah, kalo enggak pikirin lagi!


Thaks udah baca yahhh gengs, maaf banget kalo Masih banyak kesalahan dalam penulisan gue, jujur gue bikin sambil ngehalu gpp kali ye😁😂

__ADS_1


Jangan lupa like, coment, dn sarannya yahh. Makasih udah mampir dan mau baca cerita yang gw buat


__ADS_2