
Setelah acara pertunangan yang di tentukan pihak keluarga kini mereka berkumpul dalam sebuah ruangan khusus keluarga mereka.
Reyhan dan sahabatnya telah duduk melingkar membahas masa lalu mereka yang amat berkesan.
Sedangkan anak anak mereka berada di meja lainnya, tampak Zaki tak merepaskan genggaman tangannya.
"Itu tangan ada lem jenis apaan, perasaan kagak lepas lepas" celetuk Arsel amat kesal melihatnya.
"iri bilang buaya" sahut Zaki.
"gimana kalo kita main game" ucap Khaliza.
"game apaan beb" tanya Arsel.
"bab beb bab beb, kepala lu cucur bebek" sinus Khaliza.
"sensi amat ama gue" ucap Arsel.
"muka lu buka aura positif, tapi aura setan kesasar jadi pengen di sembur mulu" jawab Khaliza.
"udhhh gak usah ribut... Cepetan gamenya apaan" ucap Zakia yang hampir amat kesal mendengar celotehan Arsel dan Khaliza.
"gamenya adalah tunjukkin wallpaper handphone kita masing masing" ucap Khaliza.
"boleh" jawab David dengan senyumnya yang amat menawan membuat Zakia langsung menutup mulut David.
"gak usah senyum, mau godain siapa" tanya Zakia.
"gak ada sweeti" jawab David.
"oke kita mulai ya... Satu dua tiga" ucap Khaliza.
Arsel melempar handphonenya terdapat wallpaper hello kitty .
"anjirrr... Bwahahhahah, tampang doang sangar doyannya hello kitty" gelak tawa Khaliza membahana.
__ADS_1
"pantesan lu meleyot banget waktu gue putusin, ternyata hatinya selemah itu" Khaliza terus mengejek.
Yang lain pun tertawa tiada henti karena ejekan Khaliza.
"ehh Za itu karena gue beneran sayang ama lu, lu nya aja main putusin gue. Mana hati gue rapuh banget lagi" jawab Arsel seraya memegang dadanya.
"lebay lu" ucap Zaki.
Kini Kaira melempar handphone nya ke Meja tampak foto Zaki terpasang diwallpapernya.
"sweet banget si ai" ucap Zakia.
"Itu bukan aku yang pasang, tapi Zaki sendiri" ucap Kaira.
"biar orang tau sayang, kamu itu milik aku" ucap Zaki.
Kaira mengangguk dengan polos dan tersenyum manis pada tunangannya.
Kini David dan Zakia bersama sama melempar handphone mereka terdapat wallpaper foto romantis mereka berdua.
"cieeee ilehhh ni pasang satu gak mau ketinggalan aje" ucap Arsel.
Kini giliran Zaki melempar, namun yang ia lempar bukan handphone melainkan.
Uang 50 juta, blackcard 4, kunci mobil bermerek Bugatti La Voiture Noire yang di gadang gadang mencapai 261,8 miliar.
"ehh sorry gue salah lempar" ucap Zaki dengan senyum mengejek.
"******"
"ANJ- Astagfirullah"
"Asu"
Sumpah ketiga sahabatnya kecuali Kaira dan Zakia yang tampak biasa melihat kesombongan Zaki.
__ADS_1
"gue suka hilaf game gini, biasalah game gue mah tarohannya lempar lempar duit biar lebih elit" celetuk Zaki dengan gaya songongnya.
"terus lu pernah gitu kalah tarohan lempar duit" tanya Arsel.
"Dihhh apaan tuh kalah, gue gak kenal ama yang namanya kalah. Lo bisa cek rekening gue setiap hari bertambah apa berkurang" jawab Zaki.
"sultan mah bikin gue insaf jadi kaya" ucap Khaliza.
" kapan kapan bikin hujan uang aja Zak lebih bermanfaat" celetuk Arsel.
"bener juga usulan lo"
Tak lama Zaki merogoh sakunya, mengambil handphonenya.
"siapkan helikoper besok"
"........"
"gak usah banyak nanya"
"....."
Tut.
Zaki mematikan sambungannya, teman teman nya menatap cengo pada kelakuan Zaki yang semudah itu menerima saran mereka.
"gak usah kaget lu pada, dia emang gitu. Lebih parah dari daddy" ucap Zakia.
"emang daddy lu suka lempar uang juga" tanya Khaliza.
"bukan lempar tapi buang uang ketempat sampah karena pusing nampung nya" jawab Zakia santai membuat mereka melotot.
"insafffff gue temenan ama luuuuuh" pekik Arsel.
"beneran" tanya Kaira pada Zaki. Laki. Laki itu menganggukan kepalanya dengan santai.
__ADS_1
"ya udah gue mau ke toilet" ucap Zakia.
"aku ikut" ucap Kaira.