MURID CINTA KU

MURID CINTA KU
38. Ngidam


__ADS_3

Saat ini Nabilla merengek pada Reyhan ingin bertemu Ziko dan Vino.


"hiskk kamu udah gak sayang aku dan  baby.... Kamu jahat" pekik Nabilla menangis seperti anak kecil.


"bukan jahat sayang, tapi bisa gak mintanya jangan ketemu dua kucrut itu"


"huaaaaa akuuu mau ketemu bang Vino dan Ziko, kamu malah gak bolehin. Padahal babynya yang mau bukan aku" tangis Nabilla semakin pecah.


"suttttttt.... Udah dong jangan nangis. Iya deh kamu boleh ketemu mereka berdua" pngkas Reyhan mengalah.


***


Setelah Vino dan Ziko berada dimansion Reyhan karena panggilan mendadak yang dilakukan oleh ketua mereka.


"apaan sih Rey manggil kita bedua, kek gak ada kerjaan aja lo" ucap Ziko.


"perusahaan lo bangkrut dampe maksa banget suruh kita kesini" lanjut Vino.


"sembarang lo bedua kalo ngomong"


Dari tangga Nabilla memekik girang melihat Vino dan Ziko di ruangan tamu.


Langsung saja Nabilla bergelayut manja pada duo manusia laknat itu.


"mampus" batin Ziko dan Vino.


Reyhan menatap tajam dua orang itu dengan tatapan membunuh, kalo bukan karena baby ogah sekali dia mendatang kan dua manusia ini.


"cill, bisa gak lo anteng anteng aja kagak usah gelayutan kayak monyet. Gue belum mau pulang tinggal nama doang" pinta Ziko was was.


"udah dong cill, bisa bisa kita jadi arwah di rumah lo" lanjut Vino berusaha melepaskan.


Saat merasakan hawa Reyhan semakin panas melihat mereka.


"apaan sih ka, orang cuma gandeng tangan kalian doang perasaan" ucap Nabilla.


"kalo ngidam jangan yang bikin nyawa orang lain melayang napa cill" tanya Ziko tak berani menatap suami sah Nabilla.


"berasa bakalan datang algozo" lanjut Vino.


"udhhh bang ngapain sih ngomong aneh dari tadi, yukk ikut Billa aja" menarik Ziko dan Vino menuju ruang makan.


Disana tertata makanan manis yang amat banyak, Nabilla sengaja menyediakan untuk di makan oleh Ziko dan Vino. H


"ayokk bang di makan" ucap Nabilla.


"kagak Bill, kita bedua kagak suka makanan manis" tolak Ziko.

__ADS_1


Mata Nabilla langsung memerah menahan tangisannya, tangannya meremas bajunya.


Reyhan yang melihat istrinya sangat sensitif langsung memeluk dengan mengusap punggung istrinya.


"makan" tatapan Reyhan tertuju pada Ziko dan Vino seakan memerintah.


Sontak mereka berdua langsung makan dengan lahap dan dengan senyum yang di paksakan.


"tuhhh liat mereka udah makan, makanan yang kamu siapin" ucap Reyhan lembut.


Nabilla menoleh dengan mata yang berbinar"dihabisin semua ya bang"  Nabilla dengan wajah sumringah


Hanya anggukan dan air mata di hati Ziko dan Vino saat memakan makanan manis  ini.


"kayak si malakama, gak makan mati, makan tetap aja mati" batin Ziko.


"emakkkk ada bocil bunting ngeri" batin Vino menangis sambil menyuap Makanan itu Kedalam mulut nya.


***


Jam sudah menunjukan 02.00, Nabilla bangun sambil menggoyangkan tubuh Reyhan agar ikut bangun.


"ada apa yang " tanya Reyhan serak dengan nada bangun tidur.


"pengen bakso"


"tapi pengen banget" Nabilla menundukkan dan mengeluarkan bulir bulir air matanya membuat Reyhan membuang nafas kasar.


"ya udah tunggu disini, aku cari keluar dulu" Reyhan sambil mengelus kepala istrinya dengan cinta.


Setelah beberapa lama mencari akhirnya Reyhan mendapatkan bakso yang diinginkan Nabilla.


Nabilla memakan dengan semangat seolah tak pernah makan sama sekali.


"laper banget ya" tanya reyhan


"banget" jawab Nabilla sambil terus memakan bakso ya.


"habisin baksonya terus langsung tidur lagi ya, kasian baby nya jangan dibawa begadang mulu" ucap Reyhan lembut.


Setelah menghabiskan satu mangkok bakso dengan porsi jumbo akhirnya Nabilla kembali tidur dengan tenang.


Reyhan tersenyum melihat istrinya kemudian mendekati perut Nabilla yang sudah mulai membuncit.


"anak anak daddy sehat ya disana, jangan nakal terus sama bunda"  Reyhan mengecup perut buncit itu dengan syang.


***

__ADS_1


Keesokan harinya Nabilla bersama Reyhan menuju mall untuk mempersiapkan perlengkapan bayinya, Reyhan yang duduk disofa dan Nabilla sangat sibuk ditemani dua pelayan memilih perlengkapan bayinya.


"hay tampan" sapa wanita berbody bak gitar Spanyol.


"kok sendirian" tanya wanita satunya lagi sambil menyentuh pundah Reyhan sensual.


Nabilla yang melihat suaminya digoda oleh ondel ondel pun segera menghampirinya.


Plakkk


Nabilla menggeplak kasar tangan wanita yang menyentuh pundak suaminya.


"ehhhhhh mbak tu tangan di jaga ya" kesal Nabilla langsung menghadap pada dua wanita itu.


"kamu siapa sih, main pukul tangan orang aja"


"masih untung ya gue pukul, coba aja gue patahin. Gak guna lagi tu tangan" bentak Nabilla.


"ehh jangan berani ya kamu, udah jelek gendut lagi" ejek wanita itu.


Glekk


Reyhan menelan salivanya kasar saat mendengar ejekan wanita itu kepada Nabilla.


"ehhhh mulut lo ya, eh ondel ondel. gue walau gendut gini tetap cantik alami gak kayak lu semuanya hasil permakan. Itu muka apa jahitan" ejek Nabilla.


"maksud kamu apa hah" bentak wanita itu.


"elo yang maksudnya apaan! Ngatain gue mana goda goda suami gue lagi. Kekurangan stok laki lo sampe laki gue lo godain" bentak Nabilla.


"salah kamu lah, wajar suami kamu berpaling. Kamu udah gak seksi"


"ehhh mbak tanyaim tu ke suami gue, dia nanam benih ampe bikin gue gendut gini. Jadi jangan salahin gue doang. Dasar ondel buaya"


"kamu..." wanita itu ingin menyerang Nabilla namun langsung di tahan oleh Reyhan.


"jangan berani sentuh istri saya, atau kami akan melihat dunia yang lainnya" ancam Reyhan membuat wanita itu langsung mundur dan pergi.


"wuuuuu cemen lu, penakut" teriak Nabilla sambil tertawa.


"puas adu mulutnya" Reyhan mencubit gemas pipi Nabilla yang gembul dan lucu menurutnya.


"hehehehe puas banget"


Reyhan semakin hari semakin gemas dengan tingkah Nabilla yang amat membuatnya lucu.


Setelah berbelanja banyak barang Nabilla dan Reyhan langsung pulang kemansion.

__ADS_1


__ADS_2