
Kini tubuh Nabilla hanya berbalut kafan dngan Zakia yang terus memeluk ya.
"bunda... Gak cape ya tidur mulu, Kia pengen bunda" lirih Zakia dengan air mata yang terus mengalir.
"bunda tau gak, Kia sakit banget. Badan Kia sakit semua, bunda kapan obatin Kia" lanjutnya
Ia terus meracau tak jelas seperti orang gila, membuat David amat sesak melihatnya.
Zaki terus menguatkan diri dengan Kaira yang terus menggenggam tangan tunangannya dengan lembut.
Sedangkan Reyhan mematung melihat jenazah istrinya yang berbalut kain putih itu.
"kamu egois by, kamu suruh aku bertahan sedangkan kamu sendirian disana" Batin Reyhan.
"kamu pemain terhebat dalam menghancurkan dunia diseperkian detik ya" lanjut Reyhan
Setelah itu Reyhan menghapus air matanya. Sedangkan Zakia setia memeluk jasad Nabilla.
Tak lama seseorang datang menghampiri Reyhan "pak.. Pemakamannya telah siap" ucap orang itu.
Reyhan mengangguk dan mendekati putrinya "bunda harus diantar kerumah barunya sayang" ucap Reyhan lembut.
Zakia mengeleng kecil, Reyhan langsung memeluk Zakia sambil mencium pucuk kepala putrinya dengan sayang.
__ADS_1
Reyhan memerintahkan orang membawa jasad Nabilla sedangkan yang lain menggiring menggunakan mobil.
***
Sesampai dipemakanan jenazah Nabilla dikuburkan, Sontak membuat Zakia mengamuk.
"Nooooo......jangan jangan. Nanti pundak gak bisa nafas. Plishh hisk" ucapnya menghentikan orang orang yang menimbun lobang kuburan Nabilla.
"sayang udah, jangan gini kasian bunda gak tenang" Reyhan menahan Zakia, ia menganggukan persetujuan melanjuti pemakaman.
"Nooo... Plishh. Kasian bunda, bunda gak bisa nafas" teriak Zakia.
Setelah tanah tertimbun Zakia terduduk ditanah dengan pandangan menatap kuburan ibunya.
Tubuhnya gemetar hebat tangis ya pecah, ia memeluk gundukan tanah itu tanpa peduli ia akan kotor.
"bunda.... Daddy jahat ninggalin bunda didalam sana, ajak Kia bunda. Kia mau sama bunda, bunda Kia yang paling cantikk" ucap Kia dengan siratan kesedihan.
Air mata Zaki luruh, ia duduk disebelah makam bundanya. Memeluk nisan itu dengan erat.
"bunda maafin abang, abang gak bisa jadi laki laki tegar buat ade. Ia terlalu sakit, luka ini terlalu sakit bunda" lirih Zaki kemudian mencium nisan itu.
Reyhan mengadahkan kepalanya keatas menggala air mata yang akan turun.
__ADS_1
Ia menarik lembut pergelangan kedua anaknya, dipeluknya tubuh Mungil dan Tegap itu.
Yappp kedewasaan mereka hancur karena satu waktu, mengubah mereka yang dewasa menjadi bocah cengeng.
Dengan kuat Zaki maupun Zakia membalas pelukan Daddy mereka.
"ikhlas ya sayang, biar bunda bisa ke surga. Kalo gak ikhlas nanti bunda susah ke surga ya" Ucap Reyhan, Zaki menganggukan kepalanya sedangkan Zakia tak menyahut apa pun.
"I miss you so much bunda" lirih Zakia.
"I love you more bunda" ucap Zaki.
"Selamat menjadi bidadari surga dunia ku" ucap Reyhan.
Setelah selesai menaburkan bunga dan membaca doa. Zakia, Zaki dan Reyhan masih setia di makam itu.
"bunda bahagia banget ya disana sampe bunda... Hisk.... Bunda rela milih di sana daripada disini bareng keluarga bunda" ucap Zakia sambil menagis
"hay bunda cantik kesayangan abang, wanita pertama yang abang cintai. Bunda pasti juga paling cantik di sana, jangan lupa jengukin abang sama ade di sini bunda" ucap Zaki.
"istriku, jiwaku, duniaku....terlalu sakit by, Dipaksa berdiri disaat kamu sendiri udah gak disisi aku lagi. Kapan kita bertemu hingga tiada akhir. Aku ingin bersama mu namun masih ada dua malaikat kita yang harus aku jaga" lirih Reyhan tak terdengar oleh kedua anaknya.
Usai semua hal akhirnya mereka kembali ke mansion kebesaran Reyhan.
__ADS_1