
Setelah kejadian dikantin Zakia menangis dipojokan perpustakaan, David yang melihat pun menghela nafas.
Sungguh amat sulit membuat gadis yang dicintainya ini menangis bahkan sampai bergetar seperti itu.
"masih mau nangis di sini, hmm?" tanya David kemudian berjongkok didepan Zakia.
Zakia mendongak dengan wajah sembabnya, David langsung menggendong Zakia dan mendudukan di pangkuannya.
Tangan dengan lembut menghapus air mata yang terus mengalir itu.
"jangan nangis lagi" ucap David.
"Tapi Kia gak mau liat David gitu lagi sama Dinda" ucap Zakia dengan sesegukan.
"aku gak bisa janji, karena aku gak terikat apa pun dengan Kia" ucap David dengan suara beratnya.
"David milik Kia, Kia gak mau David dengan cewe mana pun. Gak boleh pokoknya gak boleh" pekik Zakia sambil memukul dada bidang David dengan keras.
David membiarkan gadis itu berbuat semaunya "iya aku bakalan turuti ucapan Kia" ucap David lembut.
"beneran?" tanya Zakia.
"iya cantik, beneran" jawab David. Sungguh hatinya amat kalah di depan gadisnya, tak bisa menolak bahkan menyakitinya.
Zakia tersenyum lebar dan langsung memeluk David dengan erat, David membalas dengan mengelus punggung Zakia dengan lembut dan perasaan sayang.
"sekarang balik kekelas ya, Udah mau masuk cantik" ucap David langsung menggenggam tanya Zakia dengan lembut dan meninggalkan perpustakaan.
***
Disebuah halaman belakang sekolah terdapat Zaki sedang berleha leha merebahkan kepalanya dipaha Kaira sambil memakan snak.
__ADS_1
"adem banget ya ai disini, apalagi bareng kamu gini. Berasa pengen cepet aku halalin" ucap Zaki langsung mendapat geplakan dimulut nya.
"sekolah dulu, baru nikah" ucap Kaira.
"berati kamu mau dong nikah sama aku" tanya Zaki.
"rugi aku kalo gak nikahin anak sultan kaya raya, lumayan bantuin kamu habisin duit" ucap Kaira bercanda.
"ide bagus sayang, mending nikah sekarang aja biar kamu bisa bantuin buangin uang daddy yang numpuk" ucap Zaki semangat tanpa nada bercanda.
"aku bercanda, kenapa kamu serius banget sih. Aku aja kewalahan habisin uang dari daddy aku."sungut Kaira.
" ya udah makanya kita nikah aja biar bisa habisin uang mereka, gampangkan"ucap Zaki..
Kaira menggelengkan kepalanya melihat tingkah kekasihnya ini.
"besok kita daftar ke KUA ya, kalo gak langsung nikah aja gimana" tanya Zaki.
"ngajak nikah kayak ngajak main aja" celetuk Kaira.
Plakk
Kembali Kaira menggeplak mulut barbar milik Zaki, kesal sangat kesal memiliki pacar yang mesum.
Namun ia juga bangga pada kekasihnya ini, amat menjaga hubungannya bahkan sudah memiliki usaha di usia muda berkat kecerdasannya.
"aku sayang kamu" ucap Kaira lembut.
Zaki mengelus pipi Kaira dengan sayang "aku lebih lebih lebih lebih cinta mati sama kamu" balas Zaki.
***
__ADS_1
Disebuah Caffe terdapat dua sejoli sedang asik bermesraan dengan menggenggam tangan.
"aku kangen banget baby" ucap Vino sensual paha Shera.
"aku juga sayang"
Di seberang sana sudah terdapat gadis dengan balutan seragam menatap remeh pada dua sejoli itu.
Tanpa menunggu lama ia langsung menghampiri meja itu dan menggebraknya dengan kuat.
BRAKKKK
"asik banget ya lu bedua" ucap Zakia dengan senyum miring.
"Ki-kia" Vino kaget melihat Zakia.
"gatel bareng bajingan emang serasi sih" ucap Zakia dengan tawanya.
Shera yang mendengar itu marah dan mendorong bahu Zakia dengan keras.
Zakia tersenyum miring dan membersihkan bahu yang di pengang oleh Shera.
Dengan kuat Zakia menjambak rambut panjang itu dan membenturkannya kemeja.
"jangan lu kira gue diem aja, lu kira gue gak bisa balas dorongan lu yang kek angin itu" ucap Zakia.
Sedangkan Shera meringis kesakitan, Vino yang melihat hanya menengang dengan rasa takut luar biasa.
"gila mirip Nabilla banget" batin Vino
Setelah itu Zakia menghempaskan tubuh Shera kelantai dan menendang ************ Vino yang membuatnya memekik kesakitan.
__ADS_1
"sekarang kira putus" ucap Zakia.
Zakia langsung meninggalkan tempat itu dengan senyuman lebar dibibirnya.