MURID CINTA KU

MURID CINTA KU
23. REBILA SEASON II


__ADS_3

Semua mata tertuju pada seseorang yang tertembak dan tumbang bersimbah darah.


"BUNDAAAAAA" teriak Zaki dan Zakia bersamaan.


"Nabilla" lirih Reyhan yang sudah tegang melihat tubuh istrinya.


Shera gemetar memegang pistol itu, ia menjatuhkannya dan segera kabur.


Yapp Nabilla menghadang peluru itu tepat saat ia melihat Shera mengangkat senjata dan mengarahkan pada anaknya.


Zakia berlari menghampiri tubuh Nabilla yang sudah bermandikan darah.


Peluru itu tepat sasaran menembus jantung Nabilla.


"aaaa bunda... Hisk bunda aaakhhhh" Zakia menangis, meletakkan kepala Nabilla tepat di atas pahanya.


Ia menutup luka di dada bunda tercinta nya "akh-hh hey cantik bu-bunda" Nabilla berusaha meraih pipi Zakia.


Ia tersenyum menatap mata putrinya kemudian mengangguk dengan lemah. Seolah mengerti isi pikiran anaknya.


Zaki terduduk tepat di samping bundanya, tubuhnya seolah terlepas melihat bunda kesayangannya.

__ADS_1


"gak gak gak.... Gakkk bunda, bunda tahan ya hisk" pinta Zakia.


"ca-cantik bunda, ha-harus kuat..... Ha-harus harus harus...." Nabilla menangis sungguh ini amat sakit.


"bunda cukup ya cukup udah ya...jangan ngomong lagi Hisk. Nanti luka bunda makin parah" ucap Zakia.


Zaki mematung di tepat mulutnya sulit bicara, hanya air mata menjadi wakil dari segala perasaannya.


"cape sayang... Bu-bunda cape banget. B-bu-bunda mau tidur ya" pinta Nabilla dengan berlinang air mata.


"ENGGAK.... akhhhhh bunda jangan tidur ya hisk" Zakia semakin gelisah dalam tangisnya melihat Nabilla semakin lemah dan pucat.


"s-strong women ya c-cantik nya bunda" lirih Nabilla.


"selamat bahagia ya. H-hero nya bunda" runtuh sangat runtuh perasaan Nabilla sekarang.


Air mata Zaki amat deras membasahi pipinya "titip Ade ya bang, kalo bandel di m-marahin jangan di t-tinggalin ya" ucap Nabilla, Zaki hanya mengangguk sambil mencium tangan Nabilla dengan sayang.


Nabilla menatap kearah suaminya yang belum menghampirinya, ia bisa melihat kehancuran di mata suaminya.


Kosong, itulah sekarang "s-sayang" panggil Nabilla pada Reyhan.

__ADS_1


Reyhan menggeleng sambil nemundurkan langkahnya, Nabilla yang menatap pun hanya menggeleng.


Air mata laki laki kuat itu kembali ada, lebih sakit bahkan hancur dalam satu waktu.


Reyhan berlari dan langsung memeluk Nabilla, ia meraung menangis.


Nabilla mencengram kuat baju suaminya, air matanya terus tumpah sungguh ia tak ingin namun ia juga sudah tak mampu.


"jangan tinggalin aku sayang, aku mohon. Anak anak masih perlu kamu... Plishh plishh plishh" ucap Reyhan lirih.


"titip mereka ya sayang. I.... L-love yo-you" ucapan atau mungkin lebih tepat salam perpisahan yang menghancurkan tiga hati.


"sayang" panggil Reyhan namun tak ada pergerakan atau bahkan suara lembut terdengar.


Reyhan melonggarkan pelukannya, menatap wajah yang ayu itu amat tenang.


Reyhan kembali memeluk tubuh Nabilla " I love you too, semalat tidur kesayangan Nyonya Aliandra" ia mengecup lambat kening istrinya.


Pandangan Zakia dan Zaki mendadak kosong, Zakia menatap tangannya yang masih ada darah bundanya seketika gemetar hebat.


"AAAAAAAAAAKKKHHHH....gak gak gak, bunda gak boleh ninggalin Kia. Gak gak gak" Zakia meraung menarik rambutnya mengusap tangannya dengan kasar hingga terluka.

__ADS_1


Zaki yang melihat itu langsung memeluk adiknya, ia menangis. Namun ia harus kuat seperti permintaan bundanya.


"bangunin bunda buat kia.. Plishh" lirih Zakia dengan tangisan yang amat sangat pilu.


__ADS_2