
Disinilah Zaki sekarang bersama dengan Kekasihnya yang terus ia tempeli seperti permen karet.
"Zak diem gak, aku mau fokus ni" ketus Kaira.
"ai... Belajar mulu, apasih liatin tulisan mulu. Gak bakalan kabur juga" celoteh Zaki.
"Diem, atau rahasia kami sama Arsel aku bongkar ya" ancam Kaira.
"dihhh ngancem ngancem, gue nikahin tau rasa lu" ucap Zaki spontan langsung mendapat geplak an maut dari kekasihnya.
"masih sekolah mikirnya nikah aja kamu mah"
"tujuan aku cuma satu, kapan nikahin kamu. Biar ni wajah banyak pemikatnya cuma milik aku doang" ucap Zaki sambil mencubit gemaa pipi chubby Kaira.
Pipi Kiara bersemu merah "nih nih apalagi kayak gini nih, gak ikhlas gue berbagi" Zaki menusuk nusuk pipi merah Kaira.
Hingga suara cempreng menggelegar dikelas Kaira.
"PACARANNNN TEROSSSSS,,,,gue panggilin ultramen juga lama lama" teriak Arsel.
"berisik ganggu aja lu" Ketus Zaki
"Ributttt terus,,,, gue almarhumin tu mulut kicep lu" Ucap Khaliza.
"Za luu mah gitu banget ama mantan, harusnya lu bilang diem atau gue cium" ucap Arsel.
"dihhh,, minta aja noh ***** ama singa raja Arab" ketua Khaliza.
"yang ada gue dicipok mau, dijemput malaikat, dipulangin keliang Lahat" ucap Arsel.
"wihhh hebat dong" Khaliza bertepuk tangan.
Hingga datanglah Zakia dan David, dapat dilihat wajah gadis itu amat tak bersahabat.
"pagi pagi senyum neng, jangan nebar aura demit" ucap Arsel pada Zakia, yang langsung mendapat pelototan tahan.
"dasar buaya pasaran" ejek Zakia.
"ya Allah mulutnya emmmm,,, pengen gue ikhhh" Arsel memperaktekan gaya mencekik.
"ingat kata tukang sate Sel" ucap Zakia.
"apaan?" tanya Arsel.
"Jangan deket deket entar sakit" jawab Zakia.
__ADS_1
"ingat Kia, mau kain kafam motif apa lo" teriak Arsel kesal.
"motif doraemon kayak celana yang nangkring di balkon rumah lo" jawab Zakia tak kalah teriak.
Blussshhhh
Wajah Arsel memerah padam, sungguh dari mana gadis laknut itu mengetahui celana kesukaannya.
"jangan deket deket dia Za, aura buaya nya takut nyangkut ama lo" peringkat Zakia.
"tenang insyaallah gue terhindar dari makhluk makhluk kayak gitu" ucap Khaliza.
"lagian muka lu ditekuk kenapa" tanya Khaliza.
"David pelit gak mau beliin ice cream" rengek Zakia.
"masih pagi cantik entar sakit perut" jelas David.
"gue punya lagu nih buat lu trio temennya buaya" ucap Khaliza.
Jrengggg
Suara gitar berbunyi dari seorang laki laki dikelas itu.
Teman teman dikelas bertepuk tangan mendukung nyanyian perempuan itu.
"SEMUA MATA PUN KINI HANYA TERTUJU PADA KU" lanjut Zakia menatap sekelilingnya dan terakhir menunjuk dirinya sendiri.
Khaliza menghampiri Arsel duduk tepat dipangkuan lelaki itu dan menatap matanya "TAPI TATAP MATAMU SEOLAH INGINKAN AKU, INGIN DIDEKATI DIPELUK AKU DAN SENTUH CINTA KU " Khaliza mencolek dagu Arsel kemudian berdiri.
"astagfirullah kelakuan anak orang" Bati Arsel mengusap dada
"TAPI TUNGGULAH DULU, KAU JANGAN COBA MERAYU" lanjut Zakia sambil menunjuk dada David.
"TUNGGU TUNGGULAH DULU, KAU JANGAN DEKATI AKU" kini Kaira yang bernyanyi membuat semua kaget dengan tindakannya.
"yaallah sayang jangan ikutan anak bajang" ucap Zaki pada Kaira.
"SABAR SABARLAH DULU, KAU JANGAN MARAH PADA KU" Khaliza menatap Arsel sambil dengan pandangan genit.
"astagfirullah Zaaa sadar woyy" teriak Arsel.
"BUKAN SALAH KU JIKA BANYAK YANG MAU DENGAN KU" lanjut Khaliza seolah membanggakan diri.
"yokkkk semuuuaaaa" teriak Zakia.
__ADS_1
Semua teman dikelas bergoyang dengan syahdu dengan tangan menyawer dua perempuan itu.
"MARI SEMUA DANSA DENGAN KU,DEKAP AKU DALAM HANYUTAN KU" nyanyi mereka semua kecuali Zaki, David dan Arsel yang menatap malu.
"DENGAN IRAMA MENGGODA, MELEPAS HASRAT DIRI MU" lanjut mereka.
BRAKKKKKK
Suara pintu terbuka menampakkan seorang perempuan dengan seragam guru serta tongkat pemukul di tangannya.
"kalian semua berdiri ditiang bendera" terus guru itu membuat semuanya ngacir menuju tempat tiang bendera.
"gara gara lu nih, wajah tampan gue jadi kena sinar uv" kesal Arsel.
"muka pasaran aja ngaku tampan lu" ucap Zaki tak terima ucapan Arsel pada Adiknya.
"kaka sama ade sama sama gila" sungut Arsel.
Zakia terkesal merasakan panas menyengat kulitnya, tiba tiba David berdiri dihadapan Zakia.
Melindungi ga dis Mungil itu dari sinar, serta tangan yang ia gunakan seperti payung menutup kening gadis itu.
"cantik gak boleh kepanasan" ucap David mengusap keringat dikenang Zakia.
"makasih" ucap Zakia dengan senyuman termanisnya.
"yaelahhhhh udah panas makin panas" sirik Arsel.
"lama lama gue minta juga ni langit menyambar kaum uwu" lanjut Arsel.
"cukup diam walau hati ingin menyantet" celetuk David.
Tak lama Zaki menyampirkan topi dan jaket pada Kaira.
"biar kesayangan aku gak kena matahari yang nakal" ucap Zaki pada Kaira dengan adegan romantis.
"ini atuuuu, gak bisa apa lu pada uwu di tempat lain" ucap Arsel.
"sirik bilang buaya" Balas Zaki.
"Za lu mau gak gue gitu in juga" tanya Arsel pada Khaliza.
"hukum haram ama kaum buaya cap pasaran kayak lu" jawab Khaliza membuat gelak tawa teman teman yang menghormati bendera.
"biasa ni mantan tu ye jaim jaim, ngapa mantan gue satu ini doang mulutnya lebih dari lambe turah" Sungut Arsel.
__ADS_1