
Happy Reading ❤️
...
...
Diperjalanan Reyhan tampak kacau, terlihat tampilannya yang kusut dan mata yang sembab.
"aku bodoh bodoh bodoh, kenapa harus percaya wanita ular itu dari pada gadisku sendiri" Reyhan sambil memukul stirnya.
"pasti sakit banget by, aku udah gampar kamu bahkan bentak kamu" gumam Reyhan dengan air mata yang terus mengalir.
"kamu selalu diam bahkan gak pernah nangis, saat aku sakitin kamu" lanjutnya sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Memorinya berputar saat Nabilla meminta tolong padanya disaat malam hari.
^^^Kamu bisa jemput aku kan.^^^
Aku gak bisa ninggalin bella.
^^^Aku mohon, aku perlu kamu.^^^
Aku gak bisa, bella lebih perlu aku.
^^^Plishhh. Aku mohon.^^^
"akhhhhhhh bodoh bangttt gueee, bodohhh" teriak Reyhan terus menerus.
"padahal kamu udah memohon banget, tapi tapi aku malah gak peduli"
"apakah kamu bisa memaafkan aku by" batin Reyhan.
Reyhan terus melajukam kendaraannya.
...***...
Sampailah disebuah gedung tinggi dan menjulang, apartemen Agam yang dipilih Nabilla untuk kejutan tak terduga.
Reyhan mengerutkan keningnya mendapati mobil para sahabatnya yang terparkir.
Ia segera menuju lantai 15, dengan buru buru. Setelah sampai di depan pintu apartemen dikejutkan dengan kehadiran para sahabatnya, sahabat Nabilla dan ayahnya Nabilla Arkan.
"kalian sedang apa" tanya Reyhan.
"Nabilla yang minta kami semua kesini termasuk elo juga" sahut Agam.
"anak yang menyusahkan, untung saya berbaik hati masih menuruti keinginannya" sarkas Arkan dengan wajah kesal.
Ceklek
Nabilla membuka pintu dengan senyuman indah, menggunakan dres putih polos selutut.
"ahhhh kalian udah datang, ayo masuk dulu" ucap Nabilla lembut.
__ADS_1
Mereka semua masuk dan duduk disofa ruangan tersebut.
"maaf ya Nabilla ngerepotin kalian semua" lanjutnya dengan lembut menatap Reyhan.
"kamu memang sangat menyusahkan, dan membuang waktu" sahut Arkan tak suka.
"gak lama kok yah, Nabilla minta waktu ayah bentar aja kok" Nabilla tersenyum namun menyimpan ribuan luka baik diingatannya dan tubuhnya.
Greppp
Reyhan memeluk tubuh Nabilla, sudah tak bisa lagi membendung sesak didadanya.
"maafin aku by" ucap Reyhan lemah.
Nabilla tak membalas dia hanya diam.
Nabilla melepaskan pelukan Reyhan dan berjalan mundur dengan derai air mata ke arah balkon.
Sretttt
Nabilla mengiris pergelangan tangannya, darah mulai mengucur deras membuat semua orang memekik kaget termasuk Arkan.
"NABILLA" teriak mereka serempak.
"jangan mendekat atau pisau ini bakalan nancap dileher Nabilla" dengan derai air mata.
"Nabilla kesayangan ayahh, jangan gini ya sayang. Jangan bercanda gini sayang, A-ayah gak kuat" lirih Arkan.
"by... Jangan gini yahh by. Kamu jangan gini by" kini ucapan Reyhan lembut dan mulai melangkah.
"ade... Jangan buat abang takut ya. Ayo sini, katanya Nabilla sayang sama abang" ucap Agam lembut namun dapat gelengan dari Nabilla.
"Bill ayo jangan lemah gini dong, gue gak mau liat lo gini hisk" Killa menangis.
"katanya lo kuat, ini yang di namakan kuat" timpal Naira.
"gue cape Nai, cape banget. Cape sama jalan yang allah kasih buat gue, dia ambil kedua orang tua gue. Dia ambil bunda gue, dia ambil kasih sayang ayah gue dan setelah itu dia ambil hero gue hisk" Nabilla sambil menatap Arkan dan Reyhan.
"gu-gue bangga ama mereka tapi mereka juga yang buat gue terluka. Fisik gue emang kuat tapi enggak dengan hati gue yang hancur lebur" erang Nabilla sambil terus menangis dengan keras dan menjambak rambutnya.
Baju yang putih telah ternoda dengan darah, rambut berantakan, dan wajah sembab.
"sayang udah. Ayah minta maaf, ayah udah lukain Nabilla. Ayah janji bakalan sayang lagi sama Nabilla kayak bunda dulu" Arkan menangis, air mata yang mulai mengalir.
"byy....ayo sini. Jangan gini sayang, aku belom dapat hukuman dari kamu" ucap Reyhan.
"ARHHHHHH JANJI JANJI JANJI. NABILLA BOSAN SAMA SEMUA JANJI PALSU AYAH, NABILLA CAPE YAH BAIK FISIK ATAU BATIN NABILLA. SETIAP HARI NABILLA NGADEPIN STRES, BAHKAN NABILLA SAMPE MATI RASA AYAHHH" teriak Nabilla dengan memukul dadanya.
Arkan baru kali ini melihat Nabilla sekacau ini, bahkan hancur. Apakah dirinya masih pantas disebut ayah.
"apakah ayah terlalu jahat sama Nabilla sayang" batin Arkan, sambil mengusap air matanya yang jatuh.
"GUE CAPE REY, TIAP SAAT LU MENTINGIN BELLA DARI GUE. GUE BUTUH ELU SEBAGAI HERO GUE, TAPI LU TEGA NAMPAR BAHKAN BENTAK GUE DEMU ****** ITU" teriak Nabilla membuat Reyhan bungkam.
Naira dan Killa sudah menangis sesegukan dipelukan laki laki yang menyayangi mereka.
__ADS_1
"makasih buat abang tersayangnya Nabilla dan makasih buat bang Ziko, bang Vino dan makasih juga buat besti gue yang paling berharga buat gue"
"dan makasih dua laki laki terhebat dal hidup Nabilla" lanjutnya sambil menatap Arkan dan Reyhan.
Nabilla terus mundur dan mendapat gelengan keras dari mereka semua.
Nabilla menatap ke bawah balkon, disana amat tinggi dan mengerikan.
"kok gue jadi takut sih mau terjun" batinnya
"Nabilla jangan ya sayang" ucap Arkan, Nabilla menggelengkan kepalanya.
"gue terjun aja kali ya tapi entar badan gue ancur" batin ya.
"by jangan ya by" ucap Reyhan.
"diem Nabilla mau lompat" bentak Nabilla.
"gue mau lompat tapi di bawah ada bocil, ya kali gue ajak bocil. Mau Mati jadi mikir mikir anjir" batin Nabilla.
Nabilla menggelengkan kepala nya menghapus pikiran aneh dikepalanya.
"gue harus lompat, tapi panas banget ya allah. Entar jadi sate gue matinya" batin Nabilla.
Seketika kepala nya pusing karena darah yang terus mengalir dari tangannya.
Bukkkkk
Sebuah pot menghantam kepala Nabilla, membuat Nabilla limbung dan langsung terjatuh.
Untung tangannya berpegang pada pagar balkon.
"NABILLA" pekik Mereka semua
"Huaaaaaaaa tolongin Nabilla, Nabilla gak mau mati. Nabilla gak mau jadi sate" Nabilla menangis sambil terus bertahan memegang pagar balkon agar tak jatuh.
Reyhan segera menarik Nabilla dan langsung memeluknya saat sudah selamat dari balkon yang hampir membuatnya jatuh.
"huaaa Nabilla takut Reyy, Nabilla gak mau mati." Nabilla menangis di pelukan Reyhan.
Mereka mengela nafas lega dan juga jengkel pada Nabilla.
"untung sahabat anjirr, mau mati tapi takut. Berasa pengen gue buang lo" batin killa.
"cup cup cup sayang jangan nangis, kamu udah selamat" Reyhan menenangkan Nabilla
Nabilla pingsan seketika membuat Reyhan panik bukan kepalang, mengangkat tubuh Nabilla ala bridal style.
"saya mohon jaga anak saya" lirih Arkan dengan air mata.
"semuanya ikutin gue ke rumah sakit, pesan ruang rumah sakit presiden suit" perintah Reyhan dan diangguki oleh seluruh sahabatnya.
Reyhan terus memeluk Nabilla dan mengecup keningnya dengan sayang.
"aku gak bakalan biarin kamu celaka lagi" batin Reyhan.
__ADS_1