MURID CINTA KU

MURID CINTA KU
31. Rumah Sakit


__ADS_3

Happy Reading ❤️


Setelah sampai dirumah sakit, tubuh Nabilla diletakkan pada brangkar menuju UGD.


Seorang perawat menahan Reyhan, agar tak masuk.


"apa apaan hah!" bentak Reyhan pada perawat.


"maaf pak tolong patuhi prosedur rumah sakit ini, agar dokter bisa menangani pasien" ucap perawat.


"anda gila" bentak Reyhan dengan nafas tak beraturan.


"udah broo, lo tenang aja. Gue yakin Nabilla baik baik aja" Renald menepuk pundak Reyhan menenangkan sahabatnya.


Amarah Reyhan sedikit meredam, dia sangat gila menyakut Nabilla.


"jika sampai gadisku kenapa kenapa, rumah sakit beserta isinya akan ku binasakan dalam sekejap" ancam Reyhan.


Para dokter dikerah untuk melakukan tindakan terhadap pasien istimewa mereka.


Ceklek


"keluarga Nona Nabilla" panggil Dokter.


"saya suaminya" jawab Reyhan membuat semua sahabatnya kaget memegang dada.


"Nona Nabilla baik baik saja, luka di tangannya hanya sayatan luar. Sayatan yang dilakukan tak dalam sama sekali, Nona pingsan karena mengalami syok ringan dan akan dipindahkan ke ruang inap" jelas Dokter membuat Reyhan bernafas lega.


...***...


"gile bener bener gile, tiap hari disini betah gue" Ziko duduk disofa menerawang tempat rawat Nabilla.


"sultan dimana mana berasa istana sendiri" timpal Vino.


"gak usah kayak orang susah lo bedua" celetuk Agam melihat kelakuan dua temannya.


Reyhan masih asik disebelah Nabilla menggenggam tangan gadisnya.


"betah banget merem, bangun dong aku mau manja manja nih" suara Reyhan memelas dengan nada manja mode bocil.


"bi bitih bigit mirim, iki miwi minji minji" ejek Ziko menirukan celotehan Reyhan.


"sekarang aja baru bilang mau manja, lah kemaren kayak singa lepas kandang " sindir Kila amat sadis.


Sungguh mulut Ziko, Vino, dan Killa seperti kolaborasi paduan suara saat mengejek.


"kalian semua diem dong, bini gue masih bobo nih" tegur Reyhan amat jengah mendengar celotehan mereka.

__ADS_1


"bini bini halu lo makin tinggi ogep, ya kali ade gue mau ama lo " sembur Agam.


Semua tertawa, seorang psycopat gila dan pengusaha nomor 1 didunia hanya akan tampil apa adanya didepan orang terdekatnya.


"sayang liat mereka ngejekin aku, kamu kapan sadar aku tu kangen. kalo kamu gak baru dalam 3 detik semua harta aku alih nama kamu" ucapan Reyhan tak main main membuat semua orang terlonjak kaget.


Satu


Dua


Ti-


Nabilla langsung membuka mata mendengar ancaman Reyhan.


"bisa gak ancamannya diubah gitu, sumpah bisa mati beneran" sahut Nabilla lemah sambil mengerucutkan bibirnya.


"NABILLLAAAAA" teriak mereka serempak.


"ehhhh biasa aja, gue gak budeg dan gak usah lebay deh. Gue masih idup ya kali gue mati" sambil mengusap telinganya.


"bukannya tadi kamu mau bunuh diri" tanya Reyhan memeluk kekasihnya dengan sayang.


"maunya sih gitu, tapi liat tinggi gitu nyali langsung ciut. Ya kali mati badan ancur, kalo gentayangan bisa diketawain setan"


"Bill adu jotos yukk,,,gue mau liat isi otak lo" Naira menggulung lengan bajunya.


"cill lo buat kita semua jantungan dan gak minta maaf wahhhhhh parah ni bocil" ucap Ziko.


"kamu jangan gitu, kalo kamu gitu aku juga bakalan ikutan" lirih Reyhan sambil menahan isak tangis diceruk leher Nabilla.


Nabilla terkekeh geli melihat tingkah manja Reyhan. Ia mengelus rambut Reyhan dengan lembut dan menepuk nepuk punggung Reyhan.


"AAAAAAA MAU NIKAHIN KAMU" rengek Reyhan kemudian memeluk pinggang Nabilla dengan erat.


"YUKK" balas Nabilla.


Reyhan tersentak kaget dan menatap mata cantik kekasihnya dengan serius.


"ka-kamu serius ?" tanya Reyhan, membuat Nabilla mengangguk.


"kenapa? Bukan yang lebih baik dari aku banyak. Bahkan lebih sempurna untuk kamu banyak" Reyhan tertunduk.


"sudahi mencari yang sempurna, cukup nikahi atm berjalan nomor satu didunia" ucap Nabilla membuat Reyhan mengangguk setuju.


Semua kembali dia buat jantungan oleh kelakuan dua sejoli.


"oke, minggu depan kita nikah" ucap Reyhan.

__ADS_1


"sip" sahut Nabilla dengan jempol yang terangkat.


"woyyy lo bedua, ya elah masa gak minta restu kita pada ahhh dah lah" ucap Ziko malas langsung meninggalkan ruangan.


"pasangan yang gak ada romantisnya, ngajak nikah kek ngajak beli kue dipasar gembrong" jengah Kila.


"kita nikah juga yuk" ajak Renald pada Killa.


"mau gue tendang dragon lo" Ancam  Killa membuat Renald mengerucutkan bibirnya.


Sedangkan Naira dan Agam hanya geleng kepala sembil tersenyum menatap mereka semua.


...***...


Di taman rumah sakit Naira dan Agam duduk menatap langit sore menjelang malam.


"Nai" panggil Agam.


"kenapa kak" sahut Naira menoleh ke Agam.


"gak mau nikah juga gitu" tanya Agam to the point.


"mau lah kak, kalo ada yang mau sama kekurangan Nai" Naira tersenyum tipis.


"yuk nikah sama aku" serius Agam membuat Naira menatap nanar.


"ada cinta yang belum selesai, jadi jangan menaruh Nai untuk menyelam rasa sakit"


"aku cinta sama kamu" Agam menggenggam tangan Naira.


"tapi kaka juga sayang dia, Nai gak mau egois jadi cewe ka"


"aku cuma kasian sama dia, dihati aku cuma ada nama kamu yang bertahta"


"kaka aja mainin dia, gimana nanti sama Nai" tanya naira lembut.


" tunggu aku  ya"


"Nai cuma merasa runtuh saat janji yang kaka buat seketika hancur, Nai gak mau sakit kedua kalinya ka. Janji kaka waktu Nai kecil adalah mau jadiin Nai ratu dirumah tangga kita nanti"


"Nai nunggu kaka, menutup hati nai. Cuma nama kaka dan kenangan kaka yang selalu Nai jaga. Tapi bisa Nai nyerah ka..." ucap Naira lembut membuat Agam geleng kepala tidak setuju.


"kaka urus kisah kaka dulu, jika kaka yang ditakdirkan allah buat Nai, Nai janji bakalan bersama kaka" lanjut naira


Agam langsung memeluk Naira dengan erat seolah olah enggan kehilangan gadis manis ini.


Ia tak sanggup bahkan tak rela jika Naira terluka.

__ADS_1


__ADS_2