MURID CINTA KU

MURID CINTA KU
14. REBILA SEASON II


__ADS_3

Ceklek


Zakia mendatangi kamar Zaki dengan tampang murung, ia duduk disebelah Zaki kemudian menyenderkan kepalanya.


"kenapa hm?" tanya Zaki sambil mengusap kepala adiknya.


"Kia sedih" Jawab Zakia.


"sedih?"


"Zakia bingung pada pilihan Kia." ucap Zakia.


"emangnya Zakia disuruh milih apaan" tanya Zaki.


"Kia punya pacar, tapi David bilang suka sama Kia. Zaki bantuin Kia, ini sakit banget" Zakia menunjuk dadanya sambil berurai air mata.


"sakitnya karena siapa coba?" tanya Zaki lembut sambil mengelus lengan adiknya dengan lembut.


"David... Kok sakit banget pas denger David lebih milih mundur jatuhin Kia. Sakit banget Hisk" Zakia terus terisak memukul dadanya.


"Kia cinta sama David!" tanya Zaki


"Kia gak tau, tapi kalo sama David berasa spesial, nyaman, aman, dan selalu di manja. Kia suka semua itu" ucap Zakia jujur membuat Zaki tersenyum lembut.


"perasaan lu terbalas" batin Zaki.


"Itu namanya Kia cinta dan sayang sama David, makanya Kia seneng saat sama David dan akan terluka saat David menjauh" jelas Zaki.


"apa bener ini cinta" tanya Zakia dengan wajah amat sembab.


Zaki tersenyum dan menganggukan kepalanya "kalo gitu Kia harus apa ke pacar Kia, gak mungkin Kia mutusin gitu aja" ucap Zakia.


"jangan sekarang Kia, cari waktu yang tepat dan akhiri dengan baik" nasehat Zaki.


Zakia menganggukan kepalanya dan tersenyum kemudian memeluk saudara laki lakinya.


"makasih udah bantuin Kia"

__ADS_1


"dan lu harus senyum sekarang, sekarang kejar dia. Walau dia udah nyerah, buat dia sadar kalo kamu juga sayang sama David" ucap Zakia.


"udah ahh, Kia mau tidur" Zakia langsung tidur di sofa Zaki.


Zaki menggelengkan kepalanya dan keluar kamar "Daddy Kia tidur di kamar abang, pindahin" ucap Zaki pada Reyhan.


"kenapa gak kamu aja sih" sungut Reyhan namun tetap melakukan permintaan anaknya.


"princess Daddy cantik banget sih kalo bobo gini, kayak bunda" Reyhan gemas melihat wajah putrinya menyerupai Nabilla namun sifatnya mirip Reyhan.


Reyhan menggendong Zakia dan membawa kekamar gadis itu.


***


Di apartemen terlihat dua insan sedang mengatur nafasnya karena kegiatan panas mereka.


"kamu terlalu nikmat" ucap Vino dengan serak.


"kamu juga baby" balas Sheran dengan suara menggoda.


"masih"


"kapan kamu akhiri hubungan dengan dia, dia hanya selingkuhan kamu." ucap Shera.


"dia hanya penghilang rasa bosan saat kamu jauh dari ku"


"entah apa yang akan terjadi jika sahabat mu itu tau kamu mempermainkan anaknya" ejek Shera.


"maka aku dan kamu akan habis" jawab Vino santai.


"segera tinggalkan bocah itu, aku gak mau berbagi" titah Shera lalu diangguki oleh Vino.


***


Dikanti Zakia terus mendekati David dengan celotehan yang tak bermutu seperti biasanya.


"David makan yang banyak ya" ucap Zakia kemudian menyerahkan makanan yang telah dia pesan untuk David.

__ADS_1


"kamu kenapa bawain ini segala sih, duduk" perintah David langsung dituruti oleh Zakia.


"David yang manis, makan ya kan Kia udah pesenin" pinta Zakia.


"aku gak minta Kia" jawab David.


"walau gak minta tapi kan Kia pesenin khusus untuk David" ucap Zakia.


Hingga seorang gadis datang kearah meja Zakia dan David.


"hayyy" sapa gadis itu.


"Dinda... Sini duduk. Kita makan bareng aku pesenin" ucap David lembut membuat Zakia terbengong dengan perubahan sikap David.


Dinda langsung duduk disamping David, Kemudian David memegang tangan dinda dengan lembut.


"gimana belajarnya cape ya" tanya David lembut pada Dinda sambil menata rambut Dinda yang sedikit berantakan.


"gak terlalu kok" jawab Dinda.


Zakia merasa terabaikan mulai ingin menangis dengan mata yang memerah.


"Hisk..." isak kecil Zakia terdengar oleh David membuat ia menoleh ke gadis itu.


Wajah cantik dan memabukan itu sudah penuh dangan air mata.


"David kenapa berubah, Kia gak suka" ucap Zakia sambil terus menangis.


David mau mengusap air mata gadis itu tanpa menjawab pertanyaan Zakia.


Zakia berdiri kemudian meninggalkan David, ia berlari menuju halaman belakang sekolah.


"pergi lu, gak usah sok caper ama gue" sarkas David kemudian membersihkan tangannya menggunakan tisu karena telah menyentuh Dinda.


"kenapa jadi ketus sih"


"apa hak lu nanya! Tau diri lu, jangan sok sempurna dan ngerasa cantik. Disini angel nya cuma Zakia dan Kaira" ucap David kemudian meninggalkan Dinda yang telah penuh amarah.

__ADS_1


__ADS_2