MURID CINTA KU

MURID CINTA KU
12. REBILA SEASON II


__ADS_3

Saat sudah dirumah Zakia kaget melihat ada Killa - mommy David sedang mengobrol asik dengan bundanya.


"Kia pulanggg" teriak Zakia membuat dua wanita paru baya itu menoleh.


"ehhh, cantiknya tante udah pulang" sapa Killa kemudian mencium gemas pipi Zakia.


"pulang sendiri?" tanya Nabilla.


"dianter temen mah, tapi gak mampir katanya" jawab Zakia.


"cantik aunty udah makan" tanya Killa.


"udah aunty, tumben aunty sendirian. David mana?" tanya Zakia.


"ada di rumah, pas pulang kerumah gak tau deh jadi lesu dan ngurung diri di kamar gitu" jawab Killa.


Zakia mengerutkan kening ya "David sakit ya?" tanya Zakia tiba tiba khawatir.


"patah hati lebih tepatnya" ucap Killa.


"lahhh si es bisa patah hati juga, kirain enggak" Zakia terkekeh namun ada sedikit sakit saat mendengarnya.


"namanya juga manusia, David tu beda banget sama daddynya. Dia lebih banyak diam dari pada mengungkapkan" jelas Killa.


"Kamu tiba tiba nanyain David kenapa?" tanya Nabilla.


"kangen heheheh, kangen ngegodain anak bujang" ceplos Zakia.


"Astagfirullah Kia,,, kamu tu cewe, ya allah bener dikit napa" pelik Nabilla membuat Zakia tutup telinga.


"Kia kan emang cewe bun" jawab Zakia.


"udah bunda males ngomong sama kamu, yang ada pusing" ucap Nabilla sambil memijat kepalanya.

__ADS_1


"pusingan mana ama ngabisin duit daddy" tanya Zakia.


"Dua duanya bikin bunda pusing dan tekanan batin" jawab Nabilla.


"untung gak sakit jiwa ya bun" celetuk Zakia langsung berlari menuju kamarnya.


"SINI KAMU KIAA,,,BUNDA NIKAHIN YA KAMU AMA BUNTEL BUNTEL. TEMEN DADDY KAMU" teriak Nabilla.


"Gak level bun" teriak Zakia menjawab amarah bundanya.


"ya allah anak gue, padahal baca bismillah pas bikinnya. Kenapa gak ada yang bae bae" Nabilla mengusap dadanya.


"anak lu bar bar kayak lu dulu, cuma bedanya jailnya kebangetan ya" Killa terkekeh geli melihat pasangan ibu dan anak itu.


"ngikutin bapaknya banget, heran gue" jawab Nabilla.


Mereka berdua kembali mengobrol dengan asik sampai hari menjelang malam.


***


"hallo" suara lembut menyapa telinga Zaki membuatnya menatap datar pada orang itu.


"kenalin gue thea" gadis itu mengulurkan tangan pada Zaki. Namun tak di sambut sedikit pun oleh nya.


"sorry tangan gue milik orang, jadi orang asing cuma bakteri yang bakalan nempel di kulit gue" sarkas Zaki tanpa mempedulikan gadis itu.


"Gue bukan kuman kok, lagian tangan gue bersih banget kok" ucap gadis itu berusaha lembut.


"terus"


"lu mau lah jabar tangan gue, kenalin nama lu" ucap Thea.


Zaki mengangkat tangannya memanggil pelayan untuk datang ke mejanya.

__ADS_1


Pelayan itu datang dengan Hormat didepan Zaki.


"Ada yang bisa saya bantu tuan muda" ucap pelayan itu.


"Wakilin gue jabat tangan ni cewe" perintah Zaki, pelayan itu langsung menjabat tangan Thea.


Thea dibuat kaget, segitu tidak maukah laki laki didepannya ini menjabat tangannya.


"Zaki Aliandra Putra" ucap Zaki dengan angkuh.


"boleh gue duduk ama lu, gue gak punya temen soalnya" ucap Thea.


"cari tempat lain, banyak yang kosong." jawab Zaki.


"Tapi gue mau duduk sama lu" ucap Thea.


"elu jadi orang gak usah ngelunjak ya" tunjuk Zaki.


Tak lama Kaira muncul dan kaget melihat Zaki menunjuk seorang gadis.


"Zaki....kenapa?" tanya Kaira lembut membuat Zaki menoleh dan tersenyum lebar.


"sayang... Lama banget sih. Kangen tau" rengek Zaki, membuat Thea melongo melihat perubahan Zaki.


"lama apaan sih, aku bentaran doang. Dia siapa?" Kaira menatap lembut kearah Thea.


"gak tau dari tadi dia gangguin aku terus, aku kan maunya duduk ama bidadari aku" ucap Zaki sambil mencubit pipi Kaira dan mencium kening gadisnya dengan sayang.


"gue Thea, sorry gue ganggu acara kalian" ucap Thea dengan nada terbata bata.


"aku Kaira" ucap Kiara mengulurkan tangannya namun diabaikan oleh Thea.


"lu buta, cewe gue ulurin tangan dan lu gak balas. Mau gue patahin tangan lu" ucap Zaki membuat Thea langsung membalas uluran tangga Kaira.

__ADS_1


"dia cewe gue, spek bidadari. Lu kalah jauh jadi gak usah ganjen ama gue" ucap Zaki kemudian membawa Kaira pergi meninggalkan Caffe.


Caffe itu sebenarnya milik Zaki sama seperti Zakia mereka memiliki beberapa usaha walau di usia muda.


__ADS_2