MURID CINTA KU

MURID CINTA KU
8. REBILA SEASON II


__ADS_3

Setelah sampai dipekarangan rumah Shera, mobil Vino berhenti. Hingga nampak seorang wanita berpakaian serba kekurangan itu menuju mobil Vino.


"loh kok kamu di depan? Duduk di belakang dong" perintah Shera pada Zakia.


"gak mau, Kia duluan. Jadi Kia yang duduk di depan" Zakia menolak perintah dedemit Kidul itu, menatapnya dengan sinis.


"Kia kamu kebelakang, biar Shera didepan" titah Vino, membuat Zakia tercengang.


"gak... Kia gak mau. Titik" tolak Zakia.


"Kia" tekan Vino dengan tatapan tajam menghunus pada Zakia.


Zakia dengan jengkel membuka pintu mobil dengan kasar, membuat tubuh Shera sedikit terdorong.


Ia membuka pintu mobil belakang Vino, menutupnya dengan kasar membuat dua sejoli didepan terlonjak kaget memegang jantung.


Sungguh kekuatan Zakia amat menurun dari Nabilla, Mungil namun seperti iblis.


***


Disebuah mansion amat mewah milik keluarga Reyhan Aliandra, terdapat dua sejoli yang asik pada dunianya sendiri.


Hubungan Zaki dan Kaira sudah sampai pada telinga kedua orang tua mereka, dan tentu saja menjadi kabar yang amat mengembirakan.


"Ai...aku gak sanggup beneran" rengek Zaki.


"gak mau ya, aku tetap mau yang ini. Gak boleh ganti" titah Kaira.


"tapi aku gak kuat Ai... Kamu mau tanggung jawab" cecar Zaki.


"ishhh...."


"sumpah sayang aku gak kuat, kalo kamu maksa terus" ucap Zaki.


"makanya dicoba dulu" balas Kaira.


"enggak Ai.... Aku gak mau" tolak Zaki.


"Ayo lahh... Plissshh dicoba ya ya ya" Kaira memaksa Zaki.


"Arkhhhh.... Gak mau ai"Zaki semakin dibuat frustasi.


"ya udah kalo gak mau, aku sendiri aja." Kaira ingin meninggalkan Zaki, namun langsung ditahan.


"selama ada aku gak boleh sendiri" ucap Zaki.


Dari arah luar kamar Zaki, terdapat Reyhan dan Nabilla sudah menempelkan kuping mereka dipintuĀ  kamar putranya.


"by, ini udah gak bener. Kita harus dombrak, agar gak terjadi yang enggak enggak" bisik Reyhan membuat Nabilla menganggukan kepalanya.


"iya sayang,,,masa iya mereka *** *** belum sah" balas Nabilla.


"ya udah, minggir. Aku mau dombrak"


BRAKKKK

__ADS_1


Pintu kamar Zaki terbuka dengan kasar, terlihat Zaki dan Kaira memegang DVD horor seperti berebutan.


Mata Nabilla dan Reyhan seketika melotot karena salah prediksi, Zaki dan Kaira menatap polos kedua orang itu.


"bunda sama daddy ngapain sih dobrak pintu abang" tanya Zaki.


"hehehe kita salah prediksi bang" cengir sang bunda.


Ternyata sedari tadi Kaira memaksa Zaki menonton film horor yang menjadi kelemahannya selama ini.


Badan saja setegar baja, namun akan ciut akan film horor yang banyak Setannya.


"emang bunda kira abang ngapain" tanya Zaki.


"bunda kira kamu lagi produksi" ucap Nabilla dengan cengengesan.


Zaki mengerutkan keningnya tanda tak mengerti "produksi apaan sih bun? Abang gak paham"


"Itu lohhh bang, produksi ba--mmmppphhh" mulut Nabilla langsung dibungkam oleh Reyhan, yang benar saja istrinya ini kelewatan jujur tingkat overdosis.


Bisa mati jika ia akan mengatakan yang sebenarnya "itu loh bang produksi bari bari" celetuk Reyhan sembarangan.


"emang di mansion daddy ada bari bari" Zaki mengangkat satu alisnya.


"Ck. Ya enggaklah...masa mansion sultan dimasukin bari bari, kalo sampe terjadi tu bari bari daddy rukiyah" ucap Reyhan tak terima.


"ahh,, ya udah daddy bawa bunda kamu dulu. Kalian lanjut aja" Reyhan menyeret Nabilla menuju kamar mereka.


Zaki hanya bisa menggeleng kepala melihat tingkah orang tuanya yang kelewatan aneh luar biasa.


Sontak Zaki menoleh kebelakang dengan tersenyum lembut, kembali menghampiri kekasihnya.


"biasalah bunda lagi abis obatnya" celetuk Zaki sembarangan.


"emang tante Billa sakit ya?"


"sakit jiwa" jawab Zaki, sungguh jika Nabilla mendengar ucapan putranya. Bisa bisa sang putra hanya terkenang nama saja.


"husthh.... Gak boleh gitu ngomongnya" larang Kaira sambil menepuk pelan mulut Zaki.


"hehehehe, enggak lagi deh sayang" ucap Zaki.


"ya udah kita lanjut putar filmnya" Kaira memasukkan DVD horor itu dan melanjutkan nontonnya ditemani popcorn dan banyak jajanan lainnya.


Menonton dirumah, seperti menonton dibioskop dengan fasilitas lebih lengkap.


Adegan demi adegan membuat Zaki meremas boneka babi diperlukannya, menyalurkan rasa takut yang menjalar diotaknya.


"Ai.... Takut" rengek Zaki pada Kaira.


Kaira tersenyum menatap Zaki dengan mata merah ingin menangis Kerena ketakutan. Kaira menepuk pahanya mengisyaratkan untuk Zaki berbaring dipahanya.


Zaki merebahkan kepalanya dipaha Kaira, menyembunyikan wajahnya di perut rata itu.


"udah ya jangan takut lagi" ucap Kaira sambil mengelus lembut rambut Zaki dengan pandangan tetap kearah televisi.

__ADS_1


"kalo udah selesai bilang, aku takut banget" ucap Zaki seperti anak kecil.


"iya sayang" jawab Kaira.


"kayak bayi aja" batin Kaira tertawa melihat tingkah menggemaskan kekasihnya ini.


Mereka menghabiskan menonton film dengan waktu 3 jam, 2 jam menonton dan 1 jam dihabiskan untuk tidur.


***


Di restoran tampak Zakia amat jengah melihat duo sejoli ini tak menganggapnya ada.


Lalu maksud Vino mengajaknya makan dengan ucapan manis itu apa, kebohongan atau sandiwara.


"wahhhh hebat banget ni duo somplak, dikira gue manekin apa kagak dianggap banget" batin Zakia.


"Vin, nanti aku ada pemotretan. Kamu bisakan anterin aku" tanya Shera memang sengaja agar Zakia merasa panas.


"bisa Sher" kawan Vino.


TAKKKKK


Zakia menusuk daging steak dengan garbu dan memotong motongnya dengan kasar seolah daging itu adalah musuhnya.


"kamu kenapa Kia? Kok gitu makannya" tanya Vino tanpa dosa.


"haredang ya di hotel bintang 5 kayak gini" Zakia mengibas ngibaskan tangannya seperti kipas.


"gak usah kampungan deh, situ baru kali ini ya masuk restoran mewah" ucap Shera dengan nada sindiran.


Zakia mengeluarkan senyum iblisnya, ia mengangkat tangan memanggil. Pelayan.


Tinggah anggun memanggil itu membuat Shera mengerutkan keningnya "Gak usah sok kayak deh lu" ucap Shera.


Pelayan itu mendekat dan membungkuk sopan dihadapkan Zakia.


"keluarkan memo pembayaran" titah Zakia.


Sungguh sikap Zakia membuat Vino dan Shera amat bingung.


Pelayan itu mengeluarkan selembar memo pembayaran, Zakia memperhatikan dengan seksama.


"eemmhhh....total 20.000.000 dengan menu terbaik direstoran" Zakia menganggukan kepalanya.


"kenapa lu kaget denger harga? Tubuh lu gak bakalan cukup buat bayar" sindir Shera, sungguh Zakia muak melihat Vino diam saja saat Shera mengejeknya.


Zakia menutup buku itu dan mengembalikan pada pelayan itu, ia berdiri dengan angkuh.


"jangan tagih pembayaran mereka, anggap saja ini gratisan. Sedekah gue buat lu" ucap Zakia tajam.


"sama kayak lu terlalu gak ada harganya" Dengan senyum mengejek menghias wajah Zakia.


Zakia langsung meninggalkan tempat itu "siapa dia sebenarnya?" tanya Shera.


"pemilik restoran ini nona, dan anak orang terkaya nomor 1 didunia, pengusaha sukses serta CEO aliandra grub. Anak tuan Reyhan dan nyonya Nabilla" jelas pelayan itu.

__ADS_1


Shera dengan susah payah menelan salivanya saat mengetahui identitas gadis kecil itu, sungguh membuatnya mati kutu.


__ADS_2