MURID CINTA KU

MURID CINTA KU
26. REBILA SEASON II


__ADS_3

BYURRRR


Air panas itu menyapu tubuh wanita itu hingga menjerit kesakitan.


"akhhhhh panasss" teriak wanita itu.


Terlihat kulitnya melepuh bahkan ada yang mengelupas dan berdarah.


"ahahhaha,,,jeritan yang merdu nyonya" ucap Zakia dengan seringainya.


"bawakan air asam dan siram" perintah Reyhan.


Mereka kembali menyiram tubuh yang melepuh itu dengan air asam hingga membuat menjerit semakin keras.


" wahhhh nyonya....apakah ini terlalu nikmat hingga kamu menjerit dengan keras" ucap Zaki dengan senyum iblisnya.


"sepertinya aku harus memotong lidahnya dan menyuruhnya menelan lidah laknat itu" ucap Zakia pada Zaki.


"ide bagus baby, lakukan" perintah Reyhan.


Zakia mengeluarkan pisau lipatnya "sepertinya aku perlu mengetes ketajaman benda ini" ucap Zakia kemudian menggores paha wanita itu dengan lebar dan panjang.


Hingga darah mengalir deras di luka itu "wahhh ternyata tajam" ucap Zakia.


Dengan sekali tarik dan saya lidah wanita itu terputus hingga jeritan ya sulit terdengar.


Ia motong dadu lidah itu dan memasukkan kembali Kedalam mulut wanita itu.


Dengan air mata serta darah terus mengalir dari tubuh wanita itu.


"ampuni aku, ku mohon" runtuh wanita Itu.

__ADS_1


"shutttt, jangan memohon nyonya" ucap Zaki.


Zaki mengeluarkan samurainya dan mengarahkan ujung samurai itu pada dagu wanita tersebut.


"sepertinya dada mu terlalu indah nyonya, apa perlu bantuan ku meringankan nya" tanya Zaki, wanita itu mengeleng dengan kuat.


Bless


Dua payudara itu terputus dan jatuh menggelinding di lantai.


"lion" panggil Reyhan pada hewan ya.


Hewan peliharaan Reyhan adalah seekor singa, dengan perintahnya lion memakan daging yang menggelinding itu.


Wanita itu terus menangis menahan sakit amat sakit.


Dengan tangga berlumur dara Zakia mengusap air mata wanita itu.


Reyhan menghampiri wanita dan langsung memukul wajahnya, seketika pipi itu robek dengan dalam.


Tak lama mengeluarkan senapannya dan menembak pada kaki wanita itu hingga terputus.


Kemuadia membakar kaki yang terputus itu, tak lama Zakia memasukkan peluru yang ia bawa dalam senapannya.


Zaki menebas kedua tangan wanita itu dan memberinya pada lion.


Wanita itu menjerit dengan bermandikan darah di tubuhnya. Sayangnya maut amat lama mencabut nya padahal ia sudah tak kuat bersuara pun sudah tak mampu ia lakukan.


"sayang, lakukan" ucap Reyhan pada Zakia.


Zakia mengarah kan senjata itu tepat menuju arah jantung wanita itu.

__ADS_1


DORR


DORR


Dua peluru melesat tepat pada jantung wanita itu.


"aku mengembalikan apa yang telah kamu berikan" ucap Zakia.


"good by Nyonya Shera" ucap Zakia dengan senyuman iblisnya.


"cincang tubuhnya dan berikan pada lion" perintah Reyhan pada bawahannya.


Seketika Zakia luruh kelantai menatap tangannya penuh darah dan air mata yang keluar.


Zaki merengkuh tubuh Zakia dan menenangkan adiknya.


"shutttt, jangan takut" ucap Zaki.


"Akhirnya bunda bisa tenang hisk" ucap Zakia dengan air mata yang mengalir.


Reyhan memeluk kedua anaknya dengan sayang "semua sudah selesai" ucap Reyhan.


Mereka berdua menganggukan, Reyhan langsung menggendong tubuh putrinya dan membawanya keluar dari tempat itu.


"shutttt tenang ya putri cantik Daddy" ucap Reyhan sambil menepuk nepuk punggung Zakia.


Ia membawa Zakia menuju mobil mereka dengan Zakia yang sudah tertidur.


Reyhan membersihkan tangan dan wajah putrinya dengan tisu basah.


Terdapat banyak noda darah pada wajah dan tangan putrinya.

__ADS_1


Kemudian ia mengecup kening putrinya dengan sayang.


__ADS_2