MURID CINTA KU

MURID CINTA KU
2. REBILA SEASON II


__ADS_3

Didalam kelas tampak Zakia sedang asik membaca novel online yang ada dihandphonenya tak lupa earphone yang bertengger manis di telinganya.


Zaki datang dan langsung melihat kearah Zakia yang sibuk dengan dunianya sendiri "udah makan, hm?" tanya Zaki.


"udah, nih Kia beliin Zaki susu sama roti. Biar Zaki gak lemes" Zakia menyerahkan satu kotak susu dan roti yang dia beli khusus untuk Zaki.


"terima kasih cantik" Zaki mencubit gemas kedua pipi chubby Zakia "awssss sakit" ringis Zakia karena Zaki mencubit tepat di bagian bekas tamparan gadis ditoilet tadi.


"kia ini pipi lu kenapa merah gini? Ada yang nyakitin elu ya?" tanya Zaki. Zakia menggelengkan kepalanya dan melanjutkan membaca online dari pada mendengarkan intrograsi yang dilayangkan Zaki.


"ohhh iya kia lupa ngasih tau Zaki, jagain Kaira ya. Kia takut di sakitin orang" tutur Zakia sambil menatap zaki.


"emang siapa yang mau nyakitin ai?" tanya Zaki.


"fans ondel ondelnya Zaki" jawab Zakia kemudian melanjutkan kegiatannya.


"emang sejak kapan gue punya fans ondel ondel" batin Zaki.


Zaki merogoh handphone di saku celananya dan menelepon seseorang "bawain koonfever baby kekelas gue, sekarang"


"......"


"gak usah banyak bacot kayak dora lu"


"......."


"buruan entr lu juga tau"


Tut tut


Zaki langsung memutuskan sepihak sambungan call tersebut.


Hanya selang 5 menit seseorang datang dengan koonfever ditangannya "nih, buat siapa sih" yap Davidlah yang menjadi sasaran dari perintah Zaki.


"buat tu anak" zaki melirik kearah Zakia.


David membelalakan matanya dan langsung menangkap kedua pipi Zakia melihat bekas merah pada pipi gadis Mungil itu.


"pipi lu kenapa kia" tanya David, Zakia hanya mengeleng kepala sambil tersenyum.


David membuka bungkusan koonfever dan menempelkan pada pipi Zakia yang memerah bekas tamparan.


"biar pipinya gak sakit" ucap David.


"makasih David" Zakia sambil tersenyum.


"sama sama cantik" David mengelus pipi Zakia dengan lembut.


"ekhemmm ingat, masih ada orang di sebelah lu. Jangan berasa dunia milik berdua yak" celetuk Zaki.


"iri?" ejek David menatap Zaki.

__ADS_1


Zaki memalingkan wajahnya dan menggerutu kesal karena ucapan David yang benar adanya.


***


Saat ini kaira berada namun entah kenapa suasana kelas itu tampak mencekam, dan semua orang tak ada yang menatap Kaira.


Kaira pun heran dengan suasana kelas yang mendadak sepi itu, namun kesepian itu berubah tegang saat beberapa anak gadis memasuki kelas itu.


Yap gadis yang disiram oleh kaira yang bernama Lisa, geng yang mendapat gelar Queen Bullying dan salah satu perempuan yang menyukai Zaki walau di tolak berkali kali.


"hai... Bertemu lagi kita" gadis itu meNcengkram kuat rahang Kaira.


"ka-kamu mau apa" tanya Kaira sedikit bergetar.


"gue mau bales tadi, gimana? Biar impas kita" ucap Lisa sambil tersenyum iblis.


Lisa langsung menjambak rambut panjang Kaira dengam kuat dan mendorong tubuh itu hingga tersungkur ke lantai.


Kemudian ia berjongkok dan menepuk nepuk pipi Kaira "jangan belagu lu, kalo lu masih sayang ama nyawa lu dan masih ingin tenang dibangku SMA ini" ucap Lisa.


"aku gak belagu, aku cuma nolongin kia" jawab Kaira.


PLAKKKK


Lisa menampar kuat pipi Kaira, lebih kuat dari tamparan nya pada Zakia. Hingga wajah kaira berpaling karena tamparan itu, sudut bibirnya sedikit mengeluarkan darah.


"gak usah sok jadi pahlawan lu, Zakia itu urusan gue. Jadi lu diem aja gak usah jadi pahlawan kesiangan"


"elu itu cuma gadis tolol...jadi diem gak usah jawab, atau mulut lu gue bikin gak bisa ngomong" ancam Lisa sambil menoyor noyor kening Kaira.


PLAKKKKK


"ini tamparan satu lagi buat lu, jauhi zaki. Dia cuma milik gue, dia gak bakalan sudi mau ama gadis bego kayak lu" Lisa memandang wajah sendu Kaira dengan mengejek.


"murahan banget lu deketin orang yang sama sekali gak suma ama lu... MUNAFIK" Lisa menekan kata munafik.


Lisa kembali menjambak dan mendorong dengan kasar tubuh Kaira, hingga Kaira meringis kesakitan. Kemudian Lisa meninggalkan kaira yang ia tau akan menangis nantinya.


"mommy, daddy.... Kai gak kuat. Sakit banget" batin Kaira, ia menangis sesegukan tanpa ada satu pun yang menolong Kaira dari kejadian tersebut.


Ada yang menonton ya, diam saja, bahkan merekam aksi mereka sambil tertawa.


****


"Kia....lu pulang sendiri bisa kan?" tanya Zaki.


"emang Zaki mau kemana sih?" Kia kembali bertanya.


"gue ada latihan tanding, jadi gak bisa anterin lu pulang. Gue latihan ampe sore" jelas Zaki.


"ya udah deh, Kia pulang sendiri aja"

__ADS_1


"hati hati lu kalo pulang sendiri" ucap Zaki sambil mengelus pucuk kepala adik kesayangannya.


"iyaa Zaki, Zaki sama David kan latihannya"


"iya gue sama David"


"ya udah kalo gitu, kia duluan" pamit kia.


Zaki mencium kening adiknya kemudian menganggukan. "hati hati, kalo sampe kabarin gue" pinta Zaki.


"iya... Bayyy" Kia meninggalkan Zaki di kelas sendirian.


Saat keluar kelas, Zaki melintasi ruang kelas lainnya untuk menuju lapangan latihan basket.


Tanpa disengaja Zaki melihat kaira yang terduduk sendiri di kelasnya yang sudah kosong "kenapa belum pulang"tanya Zaki membuat Kaira terlonjak kaget.


"I-ini mau pulang kok" Kaira langsung buru buru membereskan bukunya dan hendak beranjak pergi namun langsung di tahan oleh Zaki.


"ini kenapa" Zaki menyentuh pipi Kaira yang yang terdapat bekas merah. "siapa yang nampar lu" tanya Zaki.


"enggak ada kok...tadi ada nyamuk di pipi aku. Aku mukulmya terlalu kuat makanya jadi begini" jelas Kaira namun membuat Zaki sulit percaya.


"jangan bohong Zai, cepet bilang siapa yang nyakitin elu" tanya Zaki kembali, Kaira menunduk dan memilih bajunya dengan takut.


"Lisa..." cicit Kaira.


"kenapa dia nyakitin elu" tanya Zaki langsung dijawab gelengan kepala oleh Kaira.


Zaki menarik Kaira Kedalam pelukannya, ia mengusap pucuk kepala Kaira dengan sayang.


Sungguh pelukan Zaki amat nyaman dan menenangkan seperti ayahnya Kaira.


"nyaman" ucap kaira pelan, Zaki terkekeh dan mengeratkan pelukannya.


"temenin gue latihan aja ya" pinta Zaki dan diangguki oleh Kaira.


Zaki menggenggam tangan Kaira dan membawanya menuju lapangan latihannya.


"elu duduk disini, jangan kemana mana sampe gue selesai latihan. Liat gue latihan aja jangan yang lain" ucapan Zaki membuat Kaira langsung terkekeh.


yuukkk tim bucin mana nih kalian?


...Kaira dan Zaki ! ...


...Vino dan Zakia ! ...


...David dan Zakia ! ...


...Lisa dan Zaki ! ...


Menurut kalian yang mana nih, yang kisah cintanya bakalan mulus.... Atau malah banyak intrik dan konflik!!

__ADS_1


Stayy terus ya di sini, terus Nantikan update terbaru ceritanya!!!


__ADS_2