MURID CINTA KU

MURID CINTA KU
21. REBILA SEASON II


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan Kaira, mereka mulai menyusun rencana mencari keberadaan Zakia.


Arsel melacak titik Zakia, sedangkan Zaki dan David mempersiapkan senjata.


Reyhan dan Nabilla bersama yang lainnya menaiki mobil mengikuti anak anak mereka. Reyhan yang mendengar pun Sontak marah besar.


Putri kesayangannya diculik bahkan dilukai, sungguh Reyhan bersumpah jika tidak darahnya orang yang menculik putrinya itu menjadi lautan darah di Rajan.


Maka ia akan menghancurkan orang itu didepan matanya, memotong motong tubuhnya yang telah lancang memberikan luka pada putrinya.


"gimana udah ketemu lokasi Kia" tanya David.


"tenang udah ketemu kita langsung ke tujuan aja" ucap Arsel mantap, jangan di tanya kemampuannya yang bisa membobol data bahkan lebih lagi.


Kemampuan yang ia warisi dari sang ayah sungguh membuat para sahabatnya amat kagum dan terkesan.


"menuju tempat" perintah Zaki pada bawahannya. Sedangkan Khaliza dan Kaira berada di mobil orang tua masing masing.


Waktu perjalanan mereka menempuh waktu sekitar 1 jam lamanya, disana ada sebuah gudang tua yang amat kumuh dan ber bau.


David menyimpan pistol di dalam kemejanya, Zaki membawa pisau dan pistol, sedangkan Arsel tongkat basboll dengan lapisan paku paku runcing.


Mereka memasuki gudang tersebut dengan hati hati, karena tak ada penjagaan di depan sana.


Di balik pintu yang terbuka sedikit Zaki mulai mengintip, ia kaget melihat Zakia yang di ikat di sebuah kursi dengan kepala yg terus mengeluarkan darah.

__ADS_1


Didepan Zakia ada seorang wanita dan tiga pria bertubuh besar dan kekar.


Byurrrr


Seember air tersiram ketubuh Kaira, membuatnya membuka mata dan sedikit meringis.


"sudah bangun tuan putri" ucap wanita itu.


Kaira melotot pada wanita yang ada didepannya.


"kenapa kaget, uhhh sayang gak usah kaget dong. Ini kejutan buat............ Kematian kamu" ucap wanita itu sambil tertawa.


"licik" ucap Zakia dengan tatapan sinisnya.


"shutttt.....bukan licik tapi cerdik" sanggah wanita itu.


Plakkkk


Wanita itu menampar Zakia, kemudian mencengkram dengan kuat pipi Zakia.


"jaga ucapan lo atau lo bakalan mati sekarang" ucapnya.


"gue gak takut ancaman bodoh lo. Tolol" jawab Zakia.


Srettt

__ADS_1


Wanita itu menggores lengan Zakia dengan santainya membuat Zakia meringis tertahan.


"sakit... Iya. Yang gue rasain lebih dari lo" ucap wanita itu.


"kenapa? Lu udah jadi sampah ya makanya marah ama gue..... Shera" sarkas Zakia.


Yapp yang menculik Zakia adalah Shera mantan Vino sahabatnya ayah Zakia.


"dengerin gue, gue gak bakalan begini kalo bokap lo yang sok kaya itu gak ngerusak profesi gue, brengsek" Maki Shera pada Zakia.


"Itu pantes buat lu dapetin" ejek Zakia.


"gue bakalan buat dia ngerasain luka yang kayak gue alamin dengan cara, mengambil nyawa putri kesayangannya" ucap Shera.


"karena bokap lo udah hancurin karier dan keluarga gue" jelas Shera.


"gue gak peduli cerita lo" jawab Zakia.


Shera yang marah melihat Zakia yang tak ada takutnya pada ancamannya, langsung menjambak dengan kasar rambut Zakia.


"kalo gitu ucapin dulu dong salam termanis sebelum lo mati" ucap Shera.


"buat apa gue ucapin salam, orang gue bakalan tetap hidup" jawab Zakia.


Setelah mengatakan itu Shera serasa makin geram melihat Zakia. Ia menampar bahkan tak main main mengoreskan luka pada tangan Zakia kemudian menyiramnya dengan air.

__ADS_1


Sungguh perih namun ia tahan "daddy cepet datang, Kia sakit banget" batin Zakia.


BRAKKKK


__ADS_2