
Disekolah Zakia sedikit aneh melihat David yang cuek padanya, tak biasanya laki laki manis itu mengabaikannya.
"David kenapa?" tanya Zakia dengan nada sedih.
"gak papa" jawab David.
"kok dari tadi David cuekin Kia, aku ada salah ya" tanya Zakia kembali.
"gak ada"
Mata Zakia sudah berkaca kaca mendengar ucapan David, sungguh diabaikan David lebih menyakitkan dari pada ditolak cinta.
"David marah sama Kia" suara Zakia mulai serak menahan air matanya.
David yang mendengar nada Zakia pun langsung menoleh pada gadis itu, ia kaget melihat Zakia dengan mata yang memerah.
"heyyy, kenapaa" tanya David mengusap air mata Zakia.
"huaaaa dari tadi David cuekin Kia terus, gak suka tau gak" Omel Zakia sambil menangis.
David memeluk Zakia sambil mengelus rambut nya dengan sayang, sedangkan Zakia mencari tempat ternyamannya dalam pelukan David.
"udah jangan nangis, nanti ketemu di belakang sekolah ya" ucap David langsung diangguki Zakia.
Zakia semakin erat memeluk David, nyaman dan aman itulah yang ia rasa.
"Kia suka wanginya David" ucap Zakia terus mencium wangi mint dari David.
Glekk
__ADS_1
David menelan salivanya, entah ucapan Zakia membuatnya tiba tiba gerah. Ia melepaskan pelukan Zakia dengan lembut menatap wajah Zakia yang imut.
Mata sayu karena menangis, rambut sedikit berantakan, hidung merah serta bibir Pink merekah membuat David semakin gerah.
Zakia yang melihat Jakun David langsung menyentuhnya, karena heran itu dari tadi naik turun.
"Kia..." lirih David menahan sesuatu gejolak.
"lucu" ucap Zakia.
"j-jangan sentuh" ucap David.
"bentar doang" entah kenapa sentuhan tangan Zakia di Jakunnya terasa sensual dikulit David.
Ia langsung menahan tangan Zakia, dan langsung mencium bibir Zakia yang sedari tadi menggoda nya.
Zakia melototkan matanya, memukul dada David. Namun dengan cepat manahan tangan kecil itu, menaruhnya dileher David.
Membuat Zakia membalasnya, mengalungkan tangannya sambil mengelus rambut David dengan lembut.
Tangan kekar David yang satunya bertengger dipinggang Zakia mengelus punggung itu dengan lembut.
Tak lama mereka melepaskan ciuman itu, meraup oksigen sebanyak banyaknya.
"maaf" ucap David karena mengutuk hasratnya yang sulit ia tahan didepan Zakia.
Wajah Zakia memerah padam, menyembunyikan wajah itu didada David.
"ASTAGFIRULLAH...." teriak Arsel langsung menutup mata Khaliza.
__ADS_1
"anak kecil kagak boleh liat" ucap Arsel.
David dan Zakia langsung melepaskan pelukannya.
***
Di halaman belakang sekolah Zakia tersenyum sumringah mengingat kejadian tadi pagi di kelasnya, ia menyentuh bibir nya dengan lembut.
"haii... Udah lama nunggu ya" ucap David langsung duduk disebelah Zakia.
"gak kok, barusan aja Kia sampenya"
"David mau ngomongin apa?" tanya Zakia.
David menatap Zakia kemudian mengusap pipi gadis itu "David suka sama Kia, tapi David sadar diri bahwa David harus mundur"
Zakia tercengang mendengar ucapan David, ada gemurub hebat di hatinya saat ini.
"David hanya bisa mengagumi tanpa bisa memiliki, Karena David tau Kia saat ini milik orang yang gak mungkin buat David bersaing" lanjutnya.
Zakia tetap terdiam tak bisa merespon apa pun, pikirannya seketika kosong.
"dan David gak bisa maksain perasaan kia" ucap David terakhir.
"Ki-Kia gak tau harus ucapin apa, tapi ya-tapi" ucap Zakia terbatas bata membuat David tersenyum.
"gak usah jawab cantik, aku tau jawaban kamu" ucap David.
"semoga Kia bahagia ya, makasih udah jadi cantiknya David disini" David menunjuk arah dadanya.
__ADS_1
Zakia menangis mendengar ucapan David "soal kejadian tadi aku minta maaf ya, maaf sifat aku yang brengsek itu" ucap David kemudian membawa Zakia pulang tanpa sepatah kata apapun lagi.