MURID CINTA KU

MURID CINTA KU
6. REBILA SEASON II


__ADS_3

Terlihat Zakia mengejar seseorang yang sedang berjalan santai menuju kelasnya, dengan cepat Zakia melingkarkan tangannya dilengan kekar laki laki itu.


"Kia" kaget laki laki itu melihat gadis manis bergelayut dilengannya.


"tolongin Kia,,, Kia dikejar sama Zaki" ucap Zakia.


Yapp, sekarang Zakia sedang melingkarkan tangannya pada David, ia mencari perlindungan dari amukan Zaki. Karena dia tak henti hentinya mengejek Zaki.


"Kia... Sini lo. Gue pites lu ya" Zaki datang menghadap Zakia, ia ingin menjitak kepala adiknya yang somplak itu.


"Huaaaa.... David bacain ayat kursi cepetan. Itu Zaki kesurupan setan yang ada dimansion Daddy" Teriak Zakia masih memegang lengan David dengan erat.


"gue gak kesurupan ya, jangan ngadi ngadi lu bocah. Sini gak" Zakia terus menghindar dari Zaki yang berusaha menangkapnya.


"gak gak gak, Kia gak mau ya....setan keluar dong, betah banget di badan Zaki. Ngeri tau gak" ucap Zakia.


"emang kenapa Zaki bisa kesurupan" tanya David


"Soalnya kemarin malam, Zaki senyum senyum sendiri kayak orang kesurupan. Ihhh mana senyumnya itu ngeri banget, Kia panggil panggil malah gak nyahut. Fisk Zaki kesurupan setan gila" jelas Zakia.


Sontak saja David langsung terbahak bahak, tentu saja Zaki akan seperti orang gila. Gila karena cintanya yang berbuah manis.


"Zaki emang kesurupan setan, tapi bukan setan gila." ucap David.


"terus setan apa dong?" tanya Zakia.


"setan bucin" jawab David sambil tertawa.


"hahh jadi lu udah pacaran sama Kaira, wahhh PJ PJ PJ nihh. Buruan" ucap Arsel yang entah sejak kapan datangnya, sudah berdiri disamping David.


"astagfirullah... Sejak kapan lu datang. Mana datang kayak setan, ngagetin aja lu" ucap David sambil mengelus dada.


"jadi Zaki udah pacaran Kaira..." tanya Zakia.


Zaki diam dengan tatapan datar, membuat Zakia tersenyum mengejek.


"yeyyyyyy akhirnya Kia punya kakak ipar" teriak Zakia sambil meloncat loncat kegirangan.


"diem Kia" titah Zaki.


Tak lama Zaki menatap sosok kekasihnya yang sedang berjalan, ia langsung menghampiri Kiara dan merangkul pundak kekasihnya.


"ai....aku diejekin sama mereka ai, tolongin" ucap Zaki manja membuat semuanya terperangah kecuali Zakia, yang sudah paham sifat Zaki mirip sekali dengan Reyhan.


"idihhh... Ini yang namanya Zaki Aliandra Putra, astagfirullah baru tau gue ama sisi banci lu Zak" ucap Arsel mengelus dada.


"sekarang mah yang punya doi, kalau ada apa apa bisa ngadu sama manja manjaan aja" ejek David.

__ADS_1


"David.... Kia juga mau kayak Zaki dan Kaira." rengek Zakia.


"nanti ya cantik, belum saatnya" David mengelus lembut rambut Zakia dengan sayang.


"aaaaaaa... Mau sekarang David" rengek Zakia menggoyang goyang lengan David.


"nanti cantikk... Sabar ya" David membelai lembut pipi chubby Zakia, membuat Zakia bersemu merah.


"awas lu ya macam macam sama ade gue" Ancam Zaki. Masih merangkul kekasihnya.


"Zak,,, lepesin. Gak enak sama yang lain" ucap Kaira.


"gak mau ai...udah nyaman banget" tolak Zaki.


"santai bos gue gak macem macem" Ucap David tanpa menatap Zaki, karena asik mengelus rambut Zakia.


"aaaa.... David jangan gini, entar Kia baper. Gak tanggung jawab lagi" ucap Zakia.


"Gemes banget sih" ucap David.


"ya allah bisa kau turunkan petir kesini, aku ingin membunuh tanpa dosa dan ingin tertawa melihat derita mereka" teriak Arsel mengadakan tangannya.


"makanya lu jangan suka jadi buaya lu, jadinya kan kada ada yang mau nemplok ama lu" ucap Zaki.


"bilang aja lu belum bisa move on" lanjut David.


"lu pada mah mainnya keroyokan, kagak mau ah gue temenan ama lu pada" ucap Arsel langsung meninggalkan teman temannya yang asik tertawa mengejek dirinya.


***


Zakia, Zaki, Kaira dan David menyusul sahabat somplaknya yang dari tadi terus terus diam tak bersuara seperti buaya.


"ngambek aja lu, kayak anak onta" ucap Zaki sambil menyuap makanan pada Kaira.


"malu tu ama monyet lu" celetuk David membuat Arsel bingung.


"lu ngatain gue monyet" tanya Arsel.


"enggak lah, tapi kalo lu ngaku ya udah. Bagus kalo gitu" David terkekeh.


"sialan lu" Arsel melempar kotak tisu ke arah David namun langsung di tepis Zakia.


"Arsel, jangan lempar lempar ya....gue lempar dluan lu ke akhirot" ucap Zakia menatap Arsel tajam.


"benci gue, benci... Ngapa gue harus dijadi obat nyamuk di antara kalian yang uwu" rengek Arsel.


"udah kodrat, terima aja" ejek Zaki.

__ADS_1


"kalian kenapa sih ejekin Arsel mulu, kasian tau" ucap Kaira merasa iba.


"sumpah elu dong Kai yang punya pikiran waras" drama Arsel dengan mata mata berkaca.


"wahhh nyolot ni bocah, gue gantung lu" ancam Zaki.


"Ck, drama lu" jengah David melihat Arsel.


"gue sumpah lu ketemu mantan" ucap Zakia.


Banyak sekali gerutu mereka bertiga yang melihat Arsel terus mencari pembelaan pada Kaira yang terus melihatnya dengan tatapan kasian.


"KIAAAAAAAAA...." teriak seorang perempuan memenuhi kantin, membuat atensi Zakia menoleh ke sumber suara tersebut.


"khaliza" ucap Zakia langsung berdiri dan berlari ke arah gadis yang ia sebut Khaliza, ia memeluk ya dengan erat melepas rasa rindu yang amat dalam.


"gue kangen lu" Khaliza memeluk Zakia dengan erat.


"gue juga, kenapa gak ngabarin gue sih kalo elu balik ke indonesia" tanya Zakia.


"biasa bokap, dadakan mulu kerjaannya" jawab Khaliza.


"terus ngapain lu ke sini" tanya Zakia kembali.


"gue murid baru di sini kia, udah ahh yukk samperin yang lain" Khaliza menarik tangan Zakia membawanya menuju tempat Zakia duduk tadi.


"apa kabar za?" tanya Zaki saat melihat Khaliza.


"seperti yang elu liat gue baik banget, Kaii.. Gue kangen banget ama lu" Khaliza memeluk Kaira.


"aku juga" balas Kaira.


"kapan lu nyampe" tanya David.


"dua hari yang lalu" jawab Khaliza.


"biasanya lu ngabarin kita kalo ke indo" ucap Zakia.


"gue mau kasih suprise sama kalian" jawab Khaliza.


Kaira bingung melihat Arsel yang tiba tiba diam mematung sejak kedatangan Khaliza, tak ada suara atau gombalan buaya yang biasa iya layangkan kepada gadis gadis di sekolahnya.


"Arsel kok tumben diem" tanya Kaira membuat semuanya menatap kearah Arsel dengan senyum licik.


"e-enggk kok kai" Arsel dengan senyum terpaksa.


"Doa Kia di ijabah dengan kecepatan kilat" Ucap Zaki membuat Kaira bingung.

__ADS_1


"hai m-mantan" sapa Arsel terbatas bata.


__ADS_2