MURID CINTA KU

MURID CINTA KU
20. REBILA SEASON II


__ADS_3

Hampir setengah jam lamanya kedua gadis itu belum ada menampakkan batang hidungnya.


"lama banget sih mereka" ucap David sejak tadi gelisah ditambah handphone Zakia ia tinggal di meja.


"gue juga udah hubungin kaira, tapi gak diangkat" lanjut Zaki.


"dari pada penasaran mending kita samperin aja mereka" usul Arsel.


Tak lama mereka berempat menuju toilet, dengan cepat Khaliza memasuki toilet itu dan tiga laki laki itu berdiri didepan.


Khaliza menggedor pintu toilet satu persatu, hingga pada satu pintu yang tak bisa di buka.


" heyyy siapa di dalam" teriak Khaliza sambil menggedor pintu itu.


Tak ada sahutan atau suara apa pun, hingga makin membuat Khaliza curiga.


Dengan sekuat tenaga Khaliza menendang pintu itu dengan keras hingga terbuka.


"KAIRAAAA" pekik Khaliza.


Disana sudah terdapat Kaira dengan pelipis berdarah serta lebab dipipinya.


Khaliza menepuk nepuk pipi Kaira "ai... Bangun ai..." ucap Khaliza.


Kaira sedikit membuka matanya "K-kia..." gumam Kaira dengan setengah kesadaran nya.


"WOYYYYY TIGA BOCAH IDIOT DILUAR... MASUK SEKARANG" teriak Khaliza dengan nyaring membuat tiga laki laki itu segera masuk.


Zaki membelalakan matanya melihat keadaan tunangannya, ia langsung mengambil tubuh Kaira dan membawanya kesebuah kamar.


"Kia mana?" tanya David menahan tangan Khaliza.


"gak ada siapa pun kecuali Kaira didalam" Jawab Khaliza.


"kita urus Kaira dulu baru Zakia" ucap Arsel.


"looo gila hah, Kia gak ada. Gue mau cari dia sekarang" ucap David mencengram kerah Arsel.

__ADS_1


"percuma lu cari Kia, karena petunjuk nya ada di Kaira" Khaliza melepaskan cengkraman David pada Arsel.


"sorry" gumam David, sungguh kehilangan gadis Mungil itu untuk pertama kalinya membuatnya hampir gila.


"Sabar bro... Gue tau perasaan lo" Arsel merangkul pundak David.


***


Kaira membuka matanya seraya memegang kepalanya yang terasa amat sakit.


"sayang" ucap Zaki lembut.


"zaki..." gumam Kaira.


"ada yang sakit gak, bilang sama aku. Siapa yang bikin kamu gini" tanya Zaki.


"Kia.... Kia.... Mereka bawa kia" Kaira langsung menangis dengan keras.


"shutttt Kia bakalan baik baik aja, cerita sama aku sekarang sayang" ucap Zaki.


Saat selesai dari toilet tiba tiba mereka di hadang oleh orang orang berpakaian serba hitam dan bertubuh besar.


"minggu..."ucap Zakia.


Zakia sedikit mendorong tubuh mereka agar ia dan Kaira bisa lewat.


Plakk


" Kia... " ucap Kaira pelan


Mereka menampar gadis itu, langsung saja Zakia menghajar mereka bertiga namun sayang salah satu mereka menyuntikan sesuatu ke leher Zakia.


Membuat tubuhnya langsung ambruk dan kepala menghantam wastafel  hingga mengeluarkan darah.


" awssss..." rintih Zakia kemudian kehilangan kesadarannya.


Saat Kaira ingin membantu Zakia, ia malah di dorong dan jatuh kelantai.

__ADS_1


"minggirr.. Kia terluka. Jangan sakitin kia" ucap Kaira memohon.


Ia berdiri kembali kemudian ingin mengampiri Zakia, namun kembali ditahan.


"lepassss.... Ai mau nolongin kia" Kaira meronta ronta berusaha melepaskan genggaman itu.


Plakkk


Bughh


Tubuh Kaira dihantam pada pintu toilet dan di tampar hingga memar.


Kemudian mereka mendorong Kaira pada bilik toilet dan menguncinya dari luar.


"ki-kia" lirih Kaira seraya memegang kepalanya yang teramat sakit.


Tringgg... Tringgg.


"siappp boss, udah beres"


"....."


"kami akan bawa kesana"


"....."


"hotel de luxcy"


"....."


"sip boss"


Panggilan itu samar samar terdengar oleh Kaira kemudian ia jatuh pingsan.


Flashback off


Setelah mendengar penuturan dari Kaira Sontak sata Zaki memegang dadanya yang terasa amat sakit, luka, berdarah bahkan sedikit pun goresan kecil tak sanggup ia dan daddy nya buat pada gadis Mungil itu.

__ADS_1


__ADS_2