
Happy Reading ❤️
...
...
Setelah kejadian itu Reyhan terdiam diruangannya sambil menatap figura yang menghias meja indahnya, Reyhan mengusap penuh sayang dan memeluknya.
"maafin aku by, aku kalap dan malah nyakitin kamu" gumam Reyhan pelan sambil mengingat kejadian dimana ia menampar Nabilla, bahkan Nabilla tak menangis atau memarahinya.
Ceklek
"tuan, nona muda ingin bertemu" Doni sembari membungkukkan tubuhnya.
"benarkah?" jawab Reyhan dengan mata berbinar.
"biarkan gadisku masuk don" lanjutnya.
"baik tuan" Sahut Doni kemudian meninggalkan ruangan.
Muncul Nabilla dengan tingkah imutnya membuat Reyhan harus menahan rasa gemas kepada bocah satu ini.
"baby" panggil Reyhan lembut kemudian menghampiri Nabilla ingin memeluknya, namun Nabilla segera menghindar.
"aku kesini mau ngomong sesuatu" ucap Nabilla tegas sambil menatap Reyhan.
"kemari sayang, bicarakan dengan baik" meraih tangan Nabilla dan mendudukan dengan lembut disofa ruangannya.
"A-aku. Aku m-minta maaf" ucap Reyhan terbata dengan mata berkaca kaca tak berani menatap Nabilla.
"kenapa sedih?" tanya Nabilla sambil mengusap rahang yang kokoh Reyhan.
Dengan mata yang merah ingin menangis Reyhan menatap Nabilla "karena tangan dan mulut aku udah jahat sama kamu"
"Nabilla juga minta maaf udah bentak Reyhan tadi" ucap Nabilla amat lembut.
Bagai tertohok, bahkan Nabilla meminta maaf untuk hal yang bukan kesalahannya. "ini salah aku, bukan kamu by" Reyhan memainkan jemari kecil Nabilla.
"aku tau dan itu memang benar adanya"
"iya aku salah aku minta maaf ya" Reyhan memelas.
"gak semudah itu Rey, mungkin saat ini aku maafin kamu. Tapi kalo kamu terus gituin aku entah waktu akan bicara apa nantinya"
"maaf by maaf, aku salah" pecah sudah tangisan psycopat ini.
"aku maafin kamu sekarang, namun dari sekarang juga hitungan mundur itu telah ada. Sampe akhir hitungan itu habis, kamu akan lihat kenyataan yang akan membuka mata kamu ini" tutur Nabilla sambil mengusap air mata Reyhan.
"aku gak mau kamu jauhin, aku gak mau kamu diemin. Aku kayak dicekik gak bisa meluk kamu.... hisk, bahkan rasanya nyawaku hilang waktu nampar kamu" Reyhan masih menangis seperti anak kecil sembil terus memegang tangan Nabilla.
"tangan kamu gak papa kan" tanya Nabilla sambil mengusap tangan Reyhan yang berbalut perban. Reyhan mengangguk.
"aku adalah jantung kamu Rey, jika aku jantung ini tiada, maka kamu pun sama dan aku akan terus berusaha agar tak kehilangan itu semua" lanjut Nabilla kemudian menyimpan kepala Reyhan di bahunya, mengusap dengan lembut rambut Reyhan.
Reyhan melonggarkan pelukannya, menatap luka bibir Nabilla. "maaf ya, pasti ini sakit " tanya Reyhan.
"ini gak ada apa apanya kok, gak sakit sama sekali" jawab Nabilla serius, tubuhnya bagaikan mati rasa oleh siksaan.
Cupp
__ADS_1
Reyhan mengecup luka disudut bibir itu, kemudian beralih kebibir Pink cerry.
Memangutnya dengan lembut dan hangat, menyalurkan rasa rindu yang mematikannya tadi.
Saat Renald dan ddk ingin memasuki ruangan Reyhan harus terhenti karena melihat adegan uwu.
"astagfirullah...ada yang lagi cup cup cup an. gak usah masuk, yang ada kita jantungan. Kagak kuat liatnya" ucap Ziko sembari mendorong sehabatnya menjauhi ruangan Reyhan.
...****...
Reyhan bermanja manja pada Nabilla, ia merebahkan kepalanya di paha gadisnya sambil terus mengaitkan jemari mereka.
"by kartu yang aku kasih ke kamu masih adakan?" tanya Reyhan.
"hm" jawab Nabilla sambil menganggukan, dan fokus pada televisi di depan mata. Saat ini Nabilla berada dimansion pribadi milik Reyhan.
"aku liat gak pernah ada pemberitahuan Pengeluaran dikartu itu sih?" tanya Reyhan.
"gak pernah aku pake" ucap Nabilla sambil mengelus lembut rambut kekasihnya.
"kalo aku kasih itu dipake jangan dianggurin, masa jadi pacar aku gak pernah habisin duit aku sih" Reyhan cemberut.
"gimana aku mau pake, kalo kamu terus terusan ngasih uang sama aku. Itu aja masih ada banyak banget" ucap Nabilla, Reyhan mempelototkan matanya tak percaya.
"kamu gimana sih by, aku kasih itu harus habis dalam sehari. Ya udah besok besok uang jajannya aku tambah biar bisa kamu habisin" ucap Reyhan sewot.
Plakkk
Nabilla mengeplak pelan pipi kekasihnya saking gemas dengan kesombongan Reyhan.
"gimana caranya aku habisin Rey, jumlahnya gak sedikit yang kamu kasih"
"aku gak peduli, itu urusan kamu. Kalo kamu masih gak bisa abisin, aku bakalan tambahi terus uang jajannya"
"HAHHH!! kamu seriusan, gak bisa dibiarin nih. Besok aku trasnfer ke Black card 5,2 triliun. Aku gak mau tau dalam 1 bulan, uang itu harus habis" ucap Reyhan.
"terserah terserah , cape aku" ucap Nabilla memijit keningnya.
"aku sebenarnya punya penyakit loh by" Reyhan memelas sambil menyembunyikan wajahnya di perut Nabilla.
"perasaan kamu sehat aja deh, sakit apaan emang" ucap Nabilla
"sakit kepala gimana cara ngabisin uang aku. sama suka sakit mata liat uang aku nambah terus gak pernah berkurang" ucapnya amat memelas.
"sakit sultan mah beda" batin nabilla.
Nabilla tidak menjawab, bosan membahas kekayaan yang selalu Reyhan ceritakan.
...***...
Hari minggu Nabilla, Killa, Naira bersantai dicaffe, dari kejauhan gadis berbaju seksi menghampiri ketiga gadis itu.
"gue pengen ngomong sama lo" ucap Bella tanpa permisi.
"ya ngomong aja, gue dengerin" sahut Nabilla santai sambil menyeruput minumannya.
"jauhi Reyhan" ucap Bella.
"ada bisikan iblis, kayaknya perlu disterilkan ni tempat" Nabila belaka seperti merinding.
"panggil ustadz Bill, siapa tau setan kafirnya ada banyak" ucap Killa.
__ADS_1
"lo ngatain gue setan" bentak Bella.
"gur gak ada ngatain , tapi kalo situ sadar diri ya ora popo" sahut Nabilla dengan pandangan tanpa dosa.
"jauhin Reyhan, dia milik gue" bentak Bella.
"KU KIRA BERAS TERNYATA PETE, KU KIRA BERKELAS TERNYATA *****" teriak Killa mengundang perhatian pengunjung diseluruh cafe.
"HALU GAK, HALU GAK, HALULAH MASA ENGGAK" lanjut Naira.
"loo berdua tutup mulut. Gue lebih cantik dari pada temen lo itu" Bella menyombongkan diri.
"BAGAIMANA AKU BISA CEMBURU JIKA ****** SEPERTI MU, TAK SECANTIK DIRIKU...ADUHHH SELERANYA MBA" ucap Nabilla sambil terkekeh.
"LANJUTTTT TEROSS SAMPE MAMPOSSS" teriak pengunjung. Membuat Nabilla menampilkan senyuman smirk nya.
"DASH UCIHA PLISH,,, KU TAK SUKA PREMAN BRENGKSEK" nyanyi killaY sambil mengetuk meja.
"YANG BERANI NYOLEK DITEMANI SATU TREK" dilanjut Naira, dan sendok jadi mikrifon.
"SUKA TERIAK, GALAK, MALAK, RUSAK. SEPERTI KUMPULAN SAPI TELAT BULAN TERAPI" sambil mengelilingi dan sedikit mendorong bahu Bella.
"gue peringatin lo ya tante girang, jangan main main sama gue kalo lo mau aman" peringatan Nabilla.
"kita liat Reyhan milih lo atau gue" tantang bella
"gue gak takut, karena tuhan tau jodoh Reyhan gak akan pernah salah" ucap Nabilla.
Bela amat kesal dan meninggalkan cafe itu, membuat ketiga gadis tertawa dan melanjutkan kegiatan hari ini.
Thanks you yang udah follow❤️
NO PLAGIAT, THIS IS REAL CIPTAAN GUE 📚
-
-
-
-
No copy paste ❌
Elu copy paste gue tebas ⛏️
Semoga elu semua suka karya gue, yahh walau masih amatir banget karya gue. Tapi kalian udah mau baca sama mau komen, like, dan saran aja. Udah berbunga bunga hati gue.
-
-
-
-
-
Mau follow gue alhamdulillah, kalo enggak pikirin lagi!
Thaks udah baca yahhh gengs, maaf banget kalo Masih banyak kesalahan dalam penulisan gue, jujur gue bikin sambil ngehalu gpp kali ye😁😂
__ADS_1
Jangan lupa like, coment, dn sarannya yahh. Makasih udah mampir dan mau baca cerita yang gw buat