MURID CINTA KU

MURID CINTA KU
Extra Part End


__ADS_3

Tujuh tahun kemudian


Zaki dan kia sudah beranjak dewasa, dan telah menduduki bangku SMA kelas XII. Mereka berdua adalah murid teepintar di sekolahnya.


Otak kepintaran kembar itu didapat dari sang daddy, sedangkan keabsudr an nya terdapat dari sang bunda.


"kia....lu pulang sendiri bisa kan?" tanya zaki.


"emang lu mau kemana sih?" kia kembali bertanya.


"gue ada latihan tanding, jadi gak bisa anterin lu pulang. Gue latihan ampe sore" jelas zaki.


"ya udah deh, gue pulang sendiri aja"


"hati hati lu kalo pulang sendiri" ucap zaki sambil mengeluh pucuk kepala adik kesayangannya.


"iyaa zaki, elu sama David kan latihannya"


"iya gue sama David"


"ya udah kalo gitu, gue duluan" pamit kia.


Zaki mencium kening adiknya kemudian menganggukan. "hati hati, kalo sampe kabarin gue" pinta zaki.


"iya... Bayyy" kia meninggalkan zaki di kelas sendirian.


Saat keluar kelas, zaki melintasi ruang kelas lainnya untuk menuju lapangan latihan basket.


Tanpa disengaja zaki melihat kaira yang terduduk sendiri di kelasnya yang sudah kosong "kenapa belum pulang"tanya zaki membuat kaira teelonjak kaget.


"I-ini mau pulang kok" kaira langsung buru buru membereskan bukunya dan hendak beranjak pergi namun langsung di tahan oleh zaki.


"ini kenapa" zaki menyentuh pipi kaira yang yang terdapat bekas merah. "siapa yang nampar lu" tanya zaki.


"enggak ada kok...tadi ada nyamuk di pipi aku. Aku mukulmya terlalu kuat makanya jadi begini" jelas kaira namun membuat zaki sulit percaya.


"jangan bohong kai, cepet bilang siapa yang nyakitin elu" tanya zaki kembali, kaira menunduk dan memilih bajunya dengan takut.


"lisa..." cicit kaira.

__ADS_1


"kenapa dia nyakitin elu" tanya zaki langsung dijawab gelengan kepala oleh kaira.


Zaki menarik kaira Kedalam pelukannya, ia mengusap pucuk kepala kaira dengan sayang.


Sungguh pelukan zaki amat nyaman dan menenangkan seperti ayahnya kaira.


"nyaman" ucap kaira pelan, zaki terkekeh dan mengeratkan pelukannya.


"temenin gue latihan aja ya" pinta zaki dan diangguki oleh kaira.


Zaki menggenggam tangan kaira dan membawanya menuju lapangan latihannya.


***


Zakia mengayunkan kakinya di bangku halte, ia menunggu taksi yang lewat namun sialnya tak ada satupun taksi berhenti.


Hingga suara klakson mobil mengagetkannya.


TINNNN... TINNNN... TINNNN


Mobil itu menepi dan menurunkan kacanya.


"kiaaaa.... Nungguin apa kamu?" tanya seseorang dari dalam mobil


"iya ini uncle, kamu nungguin apa? Kemana zaki" yap dia vino.


"nungguin taksi tapi gak ada yang lewat, zaki latihan sampe sore makanya kia pulang duluan" ucap kia cemberut.


"ya udah, ayo bareng uncle aja" aja vino, kia langsung menganggukan dan masuk Kedalam mobil vino.


"kia udah makan?" tanya vino.


"belum uncle"


"ya udah kita ke mall makan ya" ajak vino.


"ice cream dan boneka beruang ya uncle" pinta kia.


"iya cantikkk, apa pun buat cantiknya uncle" vino mengelus lembut pipi chubby kia dengan sayang.

__ADS_1


Kia yang dipuji cantik pun langsung merina bagaikan kepiting rebus.


"ihhh kenapa ini... Kok merah sihh. Gemes dehhh" goda vino.


"ihhh uncle... Kia malu tau."kia menutup wajahnya dengan telapak tangan.


" sini kiss uncle dulu "ucap vino sambil membuka kedua tangan kia yang menutup wajahnya, dengan secepat kilat vino mengecup bibir cheery itu.


" manis "batin vino, kia hanya bisa diam dan menegang sambil menatap vino. Sungguh vino sangat tampan rahang koko, tubuh atletis, wangi mint yang menggoda. Umur yang 37 tahun seperti umur 28 tahun tak ada ketiputan bahkan uban yang ada hanya wajah tampan bak pangeran.


Vino yang melihat kia dia kembali mengecup bibjr semanis cheery itu, tak lama ia ******* bibir kia dengan lembut menahan tengkuk kia agar memperdalam ciumannya.


Kia yang terbuat pun membalas ciuman itu walau sidikit kaku karena itu firsh kiss nya.


Vino menyudahi ciuman manisnya, mengusap bibir kia dengan lembut "jangan sampai ini dicicip orang lain, cukup uncle aja. Paham!"ucap vino.


Kia menganggukan dan menundukkan kepala karena wajahnya sudah panas karena malu.


Vino tersenyum dan mengelus kepala kia, kemudian melajukam mobilmya menuju tempat mereka yang dijanjikan tadinya.


Disana kia berbelanja dengan banyak, vino menuruti semua keinginan gadisnya, yap gadisnya yang ia klaim beberapa waktu lalu.


...Yukkkk gaes buruan di vote yahhh, sesuai keinginan kalian aku udah bikin extra Partnya nihh....


...Gimana gimana seru gak?...


...Apa beneran vino bakalan jadi sama zakia?...


...Apa zaki beneran cinta atau hanya sekedar rasa pada kaira?...


...Apakah zakia menyukai vino?...


...Atau malah kaira duluan yang menyukai zaki?...


.......


.......


.......

__ADS_1


.......


...Gimana menurut kalian kalo aku bikin cerita sikembar ini?...


__ADS_2