
Mereka makan dengan canda tawa karena mereka menemukan kebahagian mereka di sini dengan putri semata wayang mereka yang memilih hidup jauh dengan kedua orang tuanya demi bisa terlepas dari jeratan pemuda kaya Riko.
Meski hati orang tua merasa sakit dan berat hidup terpisah dari anak gadisnya tapi kalau menyangkut kebahagian dan kedamaian yang di cari sang anak maka sebagai orang tua hanya bisa mendukung meski mereka cukup was was takut terjadi apa apa dengan anak perempuannya di kota orang.
Mereka benar-benar memanfaatkan waktu sebaik mungkin mereka pergi ke mall yang terdapat di kota itu untuk melepas rindu dan juga penat karena banyaknya pekerjaan mereka menikmati momen kebersamaan mereka dengan bahagia.
Di kota jakarta tepatnya di kediaman Riko sekarang sedang sarapan bersama dengan anggota keluarga lengkap karena ini hari sabtu jadi kebanyakan mereka seperti seperti mbak Rika dan suami serta Papah mereka libur kerja , mereka habiskan hari libur mereka untuk berkumpul .
Di meja makan mereka menikmati sarapan dengan tenang tanpa ada obrolan setelahnya papah Riko selesai makan dan di susul yang lainnya baru papah Riko membuka suara yang mempertanyakan kepulangan sang anak ke indonesia.
"Ko kapan kamu sampai di rumah ???? Dan ada apa kamu pulang ?" tanya sang papah dengan wajah seriusnya sedangkan yang lain yang tahu alasan Riko pulang ke indonesia hanya diam tidak berani membuka suara .
"Iya Riko ada urusan sebentar dan besok lusa akan berangkat lagi pah." jawabnya sambil meminum kopi yang dibuatkan oleh sang mamah .
"He'em baiklah ..... Kamu harus segera selesaikan urusan mu di sini dan segera berangkat ke negara S kamu harus serius dalam menempuh pendidikan sekarang Ko... jangan main-main lagi... Mengerti?" ungkap sang papah dengan sorot mata tajamnya .
__ADS_1
"Iyah pah ... Riko janji akan serius dan dapatkan gelar S2 agar papah dan mamah bangga dengan Riko." jawabnya dengan tegas dan langsung beranjak dari meja makan untuk bersiap-siap menjemput sang pujaan hati.
Riko langsung pergi bersiap dan langsung pergi ke garasi untuk mengeluarkan kendaraanya yang akan di pakai tanpa menggunakan supir agr lebih leluasa.
Selama perjalanan menuju tempat Beby merasakan perasaan gugup dan juga cemas tapi sebisa mungkin dia bersikap tenang karena semua rencana yang di atur sudah di atur sedemikian rupa agar tidak gagal.
Tiba-tiba HP Riko ada telpon masuk dari seseorang yang dia suruh untuk memantau gerak gerik Beby dan riko pun segera menjawab telpon menggunakan handset agar tidak menggangu konsentrasi menyetir.
"Halo ada apa?" jawabnya begitu tersambung .
"Apa??? Awasi jangan sampai ketahuan dan kehilangan jejak , gw dalam perjalanan ke sana ." balas riko dengan dingin.
"................."
" Oh biarkan saja dia menikmati kebersamaanya dengan kedua orang tuanya sebelum berpisah ... Kalian cukup pantau dia dari jaug . Mengerti!!" ucap Riko yang tersenyum dengan senyuman mengerikan dan telpon pun terputus oleh Riko .
__ADS_1
Setelah mendapatkan laporan dari orang suruhannya riko melanjutkan perjalanannya dengan santai karena sekarang Beby sedang bersama kedua orang tuanya jadi dia tidak usah buru-buru untuk sampai kalau dia menemui Beby saat dia bersama orang tuanya bisa gagal dia bawa Beby ke negara S nanti.
Tidak ... Riko tidak mau itu terjadi karena riko hanya mau rencananya harus berhasil untuk membawa Beby bersamanya ke negara S apa pun caranya Riko tidak peduli.
Di mall yang dimana beby dan kedua orang tua nya berada sekarang sedang sibuk makan malam dengan suka cita di selingi dengan obrolan antara Beby dan mimi.
" Beb kamu ikut mimi yah ke rumah sepupu kamu ... Kamu tidur di sana semalam aja .. Toh besok kamu masuk jam 7 malam sayang." pinta mimi di sela-sela makannya .
"Nggak bisa mi... Beby sudah ada janji dengan Novi untuk dateng di acara pernikahan rekan kerja Beby mi , maaf ." balasnya dengan wajah tertunduk karena Beby bingung .
"Ya sudah nggak apa apa sayang .... Bisa lain kali ... Toh bulan depan bapak dan mimi bisa dateng lagi buat bobo sama Beby ." ungkap mimi untuk menenangkan sang anak agar ceria kembali.
"Tapi kamu harus janji sayang .... Kalau kamu sudah cape bekerja dan lelah bersembunyi pulang ke rumah ya... Biar bapak yang menjaga dan melindungi kamu sayang ." lanjut bapak memberi semangat untuk sang anak .
"Iya pak ... Bapak dan mimi nggak usah khawatir dengan Beby , Beby janji bakalan pulang kalau sudah saatnya nanti.Beby bisa jaga diri pak mi." jawab Beby dengan suara serak karena menahan tangis dan langsung berdiri dan menghambur ke pelukan Sang ayah untuk mencari kenyamanan .
__ADS_1
Kejadian itu tak luput dari pandangan Riko yang turut menyaksikan dan Riko hanya diam tanpa melakukan gerakan apa pun .