
Dari belakang Riko memeluk sang istri yang dimana mengejutkan sang istri yang sedang menikmati setiap tetesan air yang jatuh dari ujung rambut sampai ke tubuhnya itu .
"AKH... RIKO???NGAPAIN KAMU DI SINI?" tanya Beby dengan berteriak .
"Jelas aku mau mandi sayang..... Mandi bersama kamu istri ku sayang ." bisik Riko di telinga beby sambil mencium rambut beby dan menggigit kecil telinganya .
Beby panik ... Sangat panik melihat apa yang di lakukan Riko membuat getaran aneh di dalam dirinya saat Riko mengigit telinganya dengan sensual.
"Ko lepasin ikh ... Beby nggak suka kaya gini." ucap Beby dengan suara yang pelan dan berusaha melepaskan tangan Riko yang memeluk pinggangnya dengan erat .
"Kenapa nggak suka sayang ... Kamu harus terbiasa sayang nanti lama-lama juga akan suka dan oh iya jangan panggil nama sayang aku ini suami kamu itu tidak sopan." balas Riko yang tak peduli dengan rengek kan sang istri malah Riko makin menjadi ia menghirup tengkuk leher sang istri dan mulai memberi jilatan kecil di belakang telinga sang istri dengan intens .
"ekhh... Ko akh.... ." tanpa sadar Beby mengeluarkan suara ******* saat Riko menjilati belakang telinga Beby dan kedua tangannya naik ke gunung kembar Beby memberikan sedikit remasan dengan lembut .
Riko yang mendengarkan suara merdu Beby pun mulai tersenyum dan melanjutkan permainan tangannya di gunung kembar sang istri sambil mencium punggung mulus Beby. Di mulai meremas gundukkan sebelah kiri dengan lembut dan tangan kanan memilin pucak gunung Beby dengan sedikit cubitan tak lupa bibir Riko yang selalu menghisab dan mengabsen setiap jengkal leher Beby dengan sesepan sehingga menciptakan karya cinta yang di tinggalkan yang begitu cantik di mata sang suami .
__ADS_1
Sedangkan Beby hanya bisa mendesah dengan manjanya saat sang suami mencumbuinya dengan pelan namun memabukkan .
"Hm .. Agh Ko... Berhenti Ko please... Agh.."ucap Beby yang meminta berhenti namun tak di hiraukan sang suami yang sedang menikmati leher sang istri.
"Ugh... Agh Ko ... Agh... "suara manja sang istri yang membangkitkan gairah sang suami .
Riko melepaskan sejenak kecupannya dan melihat wajah sang istri yang terpang-pang jelas di cermin depannya itu , sungguh amat sangat cantik dan menggairahkan di mata sang suami penampakan sang istri saat ini.
Riko membalikan tubuh sang istri yang sekarang saling berhadapan di pandang sejenak wajah sang istri dan di tatap dalam mata sang istri oleh Riko dan dia pun menarik pinggang Beby agar lebih menempel ke tubuhnya yang tanpa menyisakan jarak di antara mereka .
"Sayang please .... Ijinkan aku memiliki mu .... Ijinkan aku yah ?" pinta Riko sambil menatap dalam wajah sang istri .
"Aku hanya bagaikan boneka bagi mu ko .... Dan apakah kalau aku tak mengijinkan kamu kamu akan mengerti dan berhenti ??? Tentunya tidak akan kan ? Lanjutnya sambil mulai menhan isak tangis di depan Iko yang masih memandanginya dengan intens dan pandangan yang sangat sulit di artikan .
Riko diam ... Dia bingung dan bimbang .... Dia mulai goyah melihat air mata sang istri yang mulai menetes di sudut matanya namun di satu sisi egonya masih tinggi dia masih tidak mau lengah dan mengalah lagi dan dalam pikirannya dia berfikir jangan sampai dia kehilangan sang istri lagi cukup dulu dia lengah dan kehilangannya dan membuat dia kelimpungan untuk mencarinya .
__ADS_1
Riko menarik tubuh polos sang istri dan memeluknya dengan erat dan berkata .
" Baiklah sayang ... Kali ini aku akan melepaskan mu dan kan menunggumu sampai siap tapi aku mohon mulai sekarang terimalah aku sebagai suami mu yang .... Dan satu lagi kamu harus ubah panggilan mu itu dan biasakan mulai dari sekarang kamu mengerti ?" ucap sang suami yang masih berpelukan itu.
"Hem ." jawab sang istri dengan singkat .
Riko mulai melepaskan pelukannya dengan menatap wajah sang istri dan mencium kening Beby dengan lembut dan penuh perasan yang menyalurkan rasa sayang dan cintanya .
"Ayo kita mandi bersama ... Aku janji tida akan berbuat lebih ."pintanya dengan tatapan lembutnya .
"Tapi.... Tapi kamu .. Agh ... Kita mandi sendiri-sendiri saja yah... Beby malu dan risih ." ungkapnya dengan jujur dan dengan bersuara pelan sambil menunduk memejamkan matanya .
"Tidak.... Kamu harus terbiasa akan skin to skin yang akan kita sering lakukan agar kamu terbiasa dan tidak kaget lagi sayang ."tolak sang suami dengan tatapan tajamnya .
"Tapi janji kan tidak akan melakukan ITU ?" tanya yah dengan gugup.
__ADS_1
"Iya janji sayang." balasnya dengan tersenyum .
"tapi pakai kolor yah .... Beby risih please " pintanya dengan tatapan memohonnya .