
Untuk Riko sendiri ia masih berkumpul dengan kedua orang tuanya serta kedua mertuanya karena ia tidak mungkin meninggalkan mereka dan menyusul Beby ke dalam kamar dan Riko pun tahu kalau saat ini istrinya sekarang sedang menenangkan dirinya di dalam kamar dan ia tidak mau menggangunya untuk sekarang namun tidak untuk nanti malam setelah kedua orang tua serta mertuanya pulang ia akan menemui Beby dan berbicara serius dengannya .
Acara yang berlangsung hampir seharian itu pun akhirnya selesai dan banyak saudara yang sudah pulang dan sekarang hanya ada keluarga inti dari pihak Riko dan Beby dan untuk Aril dan Metta mereka pun sudah pulang .
Sekarang mereka sedang berkumpul di ruang keluarga .
"Riko sekarang kamu sudah menjadi suami Beby mimi harap kamu bisa mengambil hati Beby dengan perlahan dan tanpa ada unsur paksaan nak .... Bersikaplah lembut dan sabar untuk bisa mengambil hati Beby jangan kau sakiti fisik dan batinnya lagi nak.... Tolong hik..hik.." isak mimi sambil menggenggam tangan menantunya .
"Iya mi... Riko akan mengikuti nasehat mimi." balas Riko .
"Riko bapak percayakan ke selamatan dan kebahagian Beby di tangan mu nak .... Kalau sewaktu-waktu kamu sudah bosan dengan anak bapak tolong antarkan anak bapak ke rumah bapak , maka bapak akan menerimanya dengan tangan terbuka ." ucap bapak dengan tegas.
__ADS_1
Riko tercekat mendengar ucapan bapak mertuanya yang syarat akan makna itu dan ia pun bingung untuk menjawab permintaan bapak mertuanya itu.
"Tidak akan bapak.... Tak akan pernah Riko mengembalikan Beby ke tangan bapak karena selama Riko masih ada Beby tidak akan meminta di pulangkan ke rumah bapak kecuali hanya berkunjung pak." balas Riko dengan pandangan yang penuh dengan tekad.
Bapak yang melihat dan mendengar ucapan riko yang serius dan bersungguh-sungguh itu pun merasa lega dan cukup yakin untuk melepaskan anak perempuannya kali ini kepada menantunya.
Sedangkan kedua orang tua Riko dan kakaknya hanya menyaksikan dan menjadi pendengar tanpa ingin menyela atau pun membantu Riko untuk menyakinkan besannya tersebut .
"Itu tidak akan pernah terjadi pah." balas Riko dengan menatap tajam mata sang papah dengan tatapan menantangnya .
Mamah yang melihat situasi mulai memanas pun mengambil alih suara agar suasana kondusif lagi.
__ADS_1
"Sudah-sudah ini sudah malam .... Kamu sekarang istirahat dan besok pagi saja kamu pindah ke apartemen kalau kamu tidak mau tinggal di rumah ini Ko ... mamah dan mertua mu akan langsung pulang ke tanah air dan kamu hati-hati di sini ... Ingat sekarang kamu sudah jadi seorang suami dan mempunyai tanggung jawab ke pada Beby sayang.... Dan mamah percaya kamu bisa memenuhi kebutuhan Beby secara finansial .... Cup" ucap sang nyonya besar .
Dan mereka pun pamit untuk pulang kepada riko tanpa pamit kepada Beby yang ada di dalam kamar karena jika mereka pamit kepada Beby terutama kedua orang tua Beby pasti akan terjadi drama yang dimana Beby pasti akan minta ikut kembali ke tanah air nanti maka mereka putuskan untuk pulang tanpa berpamitan kepada Beby untuk kebaikan bersama .
Setelah mengantar kepergian kedua orang tua serta mertua nya sampai teras depan rumah Riko segera masuk kedalam kamar untuk membersihkan diri dan tentunya istirahat setelah seharian melakukan aktifitas yang lumayan melelahkan .
Ceklek ...suara pintu terbuka Riko masuk menggunakan kunci cadangan yang ia ambil dari laci luar di dekat pintu kamar , Riko jalan perlahan lahan menuju ranjang yang terdapat Beby yang sudah tertidur dengan pulas dan duduk di samping tempat tidur untuk melihat Beby dengan jelas.
"Cup... Istirahatlah sayang Mas mau mandi dulu."ucapnya dengan pelan dan mencium kening Beby dan setelahnya langsung beranjak dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badanya .
Hanya butuh 20 menit untuk Riko membersihkan tubuhnya dan langsung mengenakan baju tidurnya dan langsung naik ke tempat tidur untuk menyusul sang istri ke alam mimpinya .
__ADS_1
Dengan senyum yanag selalu menghiasi bibirnya Riko menarik Beby untuk masuk ke dalam pelukan hangatnya dan menatap wajah Beby yang damai dalam tidurnya yang membuat riko tidak bisa menahan diri untuk memberi kecupan wajah Beby dan pelan Riko mencium kening, pipi, mata , hidung serta bibir tebal Beby dengan pelan agar tidak membangunkan si pemiliknya .