Musuhku Adalah Jodohku

Musuhku Adalah Jodohku
BAB 101


__ADS_3

Kejadian itu tak luput dari pandangan Riko yang turut menyaksikan dan Riko hanya diam tanpa melakukan gerakan apa pun . Dia hanya memandangi wajah sangat selama ini sangat ia rindukan dan dia pun berjanji akan membawa dan membuat dia selalu ada di sisinya meski dengan cara paksa pun akan dia lakukan .


Akan buat Beby mencintainya dan hanya mencintainya seorang sampai dia tidak mampu berjauhan dengannya . Itu yang ada dalam pikiran Riko saat ini.


Saat melihat Beby dan kedua orangtuanya pergi meninggalkan resto Riko mengikuti dari jarak yang aman sampai ia melihat Beby sampai dan di turunkan di depan kost.


Setelah melihat kendaraan yang di naiki orang tua Beby sudah pergi meninggalkan Beby sendiri aak buah Riko pun bergerak untuk membius Beby dan membawanya ke hadapan Riko yang sudah menunggu dengan senyum selalu menghiasi wajahnya .


" Bos target sudah berhasil di amankan ." ucap anak buah Riko yang memberi tahu lewat Earphone yang di pasang di telinga .


"Bagus ... bawa ke sini ." balas Riko.


"Baik bos ." menjawab dengan singkat .


Dan anak buah Riko pun menjalankan perintah dari bosnya membawa Beby yang pingsan ke dalam mobil Riko yang ada di ujung jalan tak lupa tangan dan kaki Beby dalam keadaan terikat .


Setelah meletakkan Beby ke dalam mobil yang di bawa Riko dalam ke adaan tiduran di jok belakang riko langsung tancap gas menuju Apartemennya untuk istirahat malam ini karena besok mesti terbang ke negara S .

__ADS_1


"Selesai bos ." ucap anak buah si A kepada Riko setelah meletakkan Beby dengan nyaman di jok belakang .


"Terimakasih sekarang kita langsung menuju tempat selanjutnya ingat lakukan dengan rapih dan jangan sampai meninggalkan jejak sedikit pun." pinta Riko ke pada naka buahnya .


"tenang bos semua aman dan terkendali ." ucap anak buah si C dengan mantap .


"Ya sudah kita pergi sekarang ." cap Riko dan langsung menjalankan mobilnya anak buah Riko si B yang menjadi supir sedangkan riko memperhatikan Beby yang tertidur dengan tenang .


Sedangkan di dalam mobil yang di kendarai bapak mimi selalu menangis entahlah padahal sudah melepas rindu dengan sang putri tapi hati mimi merasa dia kehilangan sesuatu tapi entah apa .


Dan bapak menyakinkan mimi kalau sang anak dalam ke adaan baik-baik saja malah mereka menghabiskan waktu bersama.


"Iya pak ... Mungkin ini perasaan mimi yang masih tak rela Beby hidup jauh dari kita pak." balas mimi dengan berusaha menghentikan isak tangisnya dan mencoba tersenyum meski berat .


"Ya sudah mimi tidur saja perjalanan cukup memakan waktu nanti kalau sudah sampai bapak akan membangunkan mimi ." ucap bapak dan di ia kan oleh mimi .


Mimi mulai menutup matanya mencoba untuk tidur meski hati dan otaknya tidak bisa di ajak kompromi untuk istirahat karena tak ingin membuat bapak marah dan khawatir juga .

__ADS_1


Di lain tempat di rumah Riko mbak Rika dan mamah Riko sedang duduk menunggu ke pulangan sanak anak lelakinya yang dari pagi pergi tapi sampai sekarang belum kelihatan batang hidungnya .


"Mah jangan-jangan Riko langsung balik ke negara S mah setelah berhasil bawa Beby mah ." ungkap mbak Rika ke mamah .


"Akh masa sih Ka ... Tapi dia nggak bilang langsung balik ke nagara S loh tadi pagi lagian butuh waktu untuk membawa Beby Ka ... Kan harus ngurus paspor dan visa Ka." ucap sang mamah dengan ragu-ragu mengungkapkan pemikirannya .


"Mamah kaya nggak tahu Riko Aja .... Dia kan nekad mah orang nya ." balas mbak Rika.


"Ikh kamu nakutin mamah Ka ... Mudah-mudah adik mu nggak mencelakai Beby Ka." jawab sang mamah.


"Ya semoga mah ." balas Rika singkat dan langsung menghubungi seseorang untuk mencari info tentang rencana Riko tapi orang di hubungi tidak mengangkat telepon dan itu membuat mbak Rika kesel setengah mati .


"Ikh kaman sih ini orang malah nggak angkat-angkat telfon dari aku." omelnya yang masih di denger oleh mamah dan mamah mengernyitkan alisnya yang merasa Heran Rika sedang telfon siapa sampai membuatnya kesel seperti itu.


"Kamu telfon siapa sih ? Ko sampai ngomel-ngomel begitu ka?" tanya mamah dengan dahi mengkerut.


"Ini mah Rika telfon Aril mah siapa thu Aril tahu tentang semua rencana Riko mah malah nggak di angkat-angkat telfonya kan ngeselin mah ." ungkap mbak rika dengan cemberut .

__ADS_1


"Mungkin Aril sedang sibuk ka nanti kamu coba lagi telfonnya ." ucap sang mamah .


" Sudah akh mamah mau tidur sudah malam besok kita cari tahu lagi kalau perlu kita samperin ke negara S ka , sudah sana kamu juga masuk kamar sana ." perintah sang mamah lalu mamah beranjak dari duduknya dan pergi ke kamarnya dan di ikuti sang anak yang ikut masuk ke dalam kamarnya .


__ADS_2