
Setelah memakaikan Beby jaket serta topi dan maskernya Riko langsung menggandeng tangan Beby dan mengajak keluar Apartemen tanpa melepaskan tautan tangannya .
"Ko... Sebentar ko.... " ucap Beby menahan pergerakkan Riko.
"Hem.... Kenapa Ayo kamu tenang saja sayang kamu akan aman sama Iko ... Kamu percaya sama Iko dan jangan berfikir untuk kabur ok." jawab riko tanpa berhenti jalan dan terus berusaha menarik Beby .
"Ko kamu yakin akan membawa Beby keluar dengan keadaan Beby tidak menggunakan alas kaki." ucapnya dan berhasil menghentikan pergerakan Riko dan beberapa pengawal Riko.
Mereka semua termasuk Riko serentak melihat ke arah kaki Beby yang ternyata benar tidak menggunakan alas kaki, mereka yang melihatnya pun ingin tertawa tapi Manahan nya karena takut dengan tatapan tajam sang bos.
Riko yang melihatnya jadi merasa bersalah dan langsung menggendong Beby di pundaknya serta memberi perintah kepada anak buahnya yang di bawah untuk membeli sepatu untuk beby pakai .
Dengan santainya Riko melanjutkan jalannya dengan menggendong Beby untuk turun ke lobby Apartemen yang di ikuti pengawal , selama di lorong atau pun di lif banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka tapi Riko cuek berbeda dengan Beby yang merasa malu mau tak mau harus menyembunyikan wajahnya di cekuk leher Riko yang membuat Riko meremang .
__ADS_1
Setelah sampai riko langsung pendudukan Beby di dalam mobil lu dia ikut masuk dan langsung pergi meninggalkan Apartemen menuju bandara beby melihat jalan yang di lalui pun banyak pertanyaan kemana ia akan dia dengan berani dia menatap riko dengan tampang galaknya .
"Iko kamu mau bawa beby kemana?" Tanya beby dengan wajah jutek .
"Kamu akan ikut ke negara S sayang ... Tenang saja di sana akan ada Ariel dan Meta yang akan jadi teman kamu ." jawab Riko dengan santai dan mengambil tangan kiri Beby untuk di genggam.
"GILA!... KAMU GILA KO... BEBY NGGAK MAU IKUT KAMU ... BEBY MAU DI SINI SAJA KO .... PLEASE JANGAN BAWA BEBY KESANA KO." ucap beby dengan rasa putus asa dan rasa marah di dalam hatinya .
"Kamu nggak bisa seenaknya bawa Beby Ko.... Kamu nggak punya hak Ko...Beby masih punya orang tua gimana kalau mimi sama bapak tahu KO mereka akan sedih terutama Mimi Ko.." bujuk Beby kepada Riko dengan tatapan sendunya .
"Kamu tenang saja sayang ... Semua sudah di Atur oleh mamah dan mbak Rika sayang ... Sekarang kamu patuh saja ya... jangan pancing amarah Aku sayang Iko nggak mau berbuat kasar nanti." ucap Riko memberi peringatan kepada Beby dengan mengeratkan genggaman tangannya .
Beby yang mendengar ucapan riko yang bernada sebuah peringatan pun terdiam sambil memikirkan jalan untuk bisa kabur dari Riko namun dari sejauh mata memandang tidak ada celah sama sekali untuk bisa kabur sekarang hanya terpikirkan oleh Beby adalah kabur saat di bandara nanti iya harus mencobanya dengan yakin dan siap menanggung semua resikonya ia akan mencobanya .
__ADS_1
Riko yang melihat Beby terdiam dengan kepala menunduk dan jari tangannya saling meremas pun tahu kalau ia sedang merencana untuk melarikan diri darinya namun semua itu Riko sudah mengantisipasinya dengan senyum culasnya riko memperhatikan setiap gerak gerik kekasihnya .
Sedangkan di rumah kedua orang tua riko yang di tepati di kota J sekarang sedang terjadi perdebatan antara mamah, papah dan mba Rika atas tindakan gegabah Riko lakukan .
" Kenapa mamah dan kakak menyembunyikan ini semua dari papah??? Kalau sudah begini kita mesti apa ??? Apa yang akan kita lakukan dan katakan kepada kedua orang tua Beby?" ucap papah dengan marah kepada ank dan istrinya .
"Maaf pah , mamah kira Riko nggak akan nekad dan benar-benar melakukan semua rencananya pah ." ucap mamah berupaya membela diri sedangkan anak perempuannya hanya diam tanpa mau menyela pembicaraan antara kedua orang tuanya .
"Ini akibat kita terlalu memanjakannya terutama mamah yang terlalu lunak dalam mendidik Riko , anak itu jadi tumbuh anak yang egois dan keras kepala ." ucapan sang suami yang mulai menyalahkan sang istri.
Kali ini sang istri tidak membantah dengan ucapan sang suami karena memang benar adanya dia terlalu memanjakan Riko itu pun untuk menebus rasa bersalahnya karena ia merasa kurang ada waktu untuk sang putra karena ia lebih sering ikut dengan suaminya perjalanan bisnis ketimbang mengurus putra putrinya dulu.
Sekarang nasi sudah menjadi bubur mau gimana pun riko tetap anaknya jika dengan adanya Beby Riko bisa lebih baik dalam belajar dan merubah sikap buruknya kenapa tidak apa pun akan ia lakukan untuk sang anak ini lah sikap egois sang ibu demi kebahagian sang anak rela melakukan apa pun.
__ADS_1