
"Aduh berat banget ni orang."
Brrrruuukkk...
Melly menjatuhkan Rendra di ranjang.
"Hadeuhhh..pegel banget nihh.."
Melly meluruskan kakinya di soffa.
Pagi sudah,martahari naik ke atas,tepat menyinari wajah Rendra .
Rendrapun terbangun.
"Aduh.. Cahaya apa ini?"
Ujar Rendra dengan mata yang sedikit terbuka.
Rendra menyadari bahwa ia sekarang bukan di kamarnya.
"Hah .. Dimna gue?"
Kata Rendra sambil turun dari ranjang.
Rendrapun melihat Melly yang sedang tidur di soffa .
"Siapa dia?kenapa ada disini."
Rendra yang kebingungan melihat Melly lebih dekat lagi.
"Lhoo.. Cewe ini kannn...??"
Rendrapun mengingat Melly.
Rendra langsung membangunkan Melly.
"Woyyy bangunnn...,ngapain Lo di sini.."
Teriak Rendra sambil menarik selimut Melly.
Mellypun kaget dan langsung berdiri.
"Apaan sih,pagi pagi udah teriak teriak aja."
Ujar Melly yang masih mengantuk.
"Ngapain kamu di sini hah..?"
Kata Rendra yang sambil melotot di hadapan muka Melly.
Renda tidak mengetahui bahwa dirinya sekarang ada di rumah Melly.
Melly pun melotot balik.
"INI TUH RUMAH AKU,YA TERSERAAH AKU LAH MAU NGAPAIN JUA."
Ucap Melly dengan sangat emosi.
Rendra pun dengan wajah tidak berdosa pergi begitu saja meninggalkan Melly.
"Dih gak sopan banget tu orang main pergi pergi aja dari rumah orang."
"Gak tau terima kasih banget.".
Kata kata Melly karna kesal melihat perlakuan Rendra yang tak tahu malu.
Mellypun menyadari sesuatu.
"Aduhh.. Telat ini mah.."
Kata Melly sambil berlari ke kamar mandi.
Melly bersiap siap dan langsung pergi ke tempat pak syarif, untuk berjualan jus lagi.
Sampai sudah di tempat pak Syarif, Melly kebingungan melihat banyak orang mengangkut barang barang yang ada di toko pa Syarif.
Melly berlari dan segera bertemu pa Syarif.
"Paaakk ini ada apa? kenapa barangnya di akut pak?" Tanya Melly kebingungan.
"Saya gak lagi jualan Juss nak.."
dengan lemas pa Syarif menjawab pertanyaan Melly.
Melly pun sempat kaget. Tapi Melly tidak menanyakan lagi karna melihat raut wajah pa Syarif yang sangat sedih..
__ADS_1
"Yang sabar ya pakk,.semoga bapak ikhlas menerima ini semua."
Kata Melly berempati pada pak Syarif.
Mellypun pergi dengan hati yang sangat sedihh..
"Ya Alloh aku harus bagaimana sekarang,aku sudah tidak mempunyai pekerjaan,bagaimna bisa aku membiayai ibu dan adik2 ku."
Melly yang merasa sedih terus berjalan entah ke mana,tidak ada arah. Tiba tida ada seorang pria yang datang sambil berteriak teriak.
"Mbak...Mbakk..awas Mbakk.."
Melly yang mendengar teriakna pria tersebut langsung menoleh.
Tinn....tin....tin...
mobil mengklakson Melly yang ada di pinggir jalan.
"aaaaa....aaa....aaa..."
Teriak melly. dan Melly berguling guling bersama pria tadi.
"Aww.. Sakittt..."
Untung saja Melly di selamatkan oleh pria itu.
"Mbak.. Mbakk gpp kan?"
Tanya pria tadi dengan cemas. Dia langsung membantu Melly berdiri.
"Makasih ya mas udah nolong saya."
Ujar Melly sambil memegangi kakinya.
"Kakinya sakit ya mbak?"
Tanya pria tadi sambil membantu Melly berjalan.
"Gapapa ko mas,keseleo sedikit,nanti juga sembuh sendiri."
Ujar Melly sambil melepaskan tangan pria yang membantunya.
"Kenalin aku Radit."
Radit memnyodorkan tangan ke Melly.
Ujar Melly.
Melly duduk di taman bersama Radit . Radit langsung memegang kaki Melly yang sakit.
"Ehh ehh. kamu mau ngapain?"
Ujar Melly kaget kakinya di sentuh
"Aku mau obati kaki kamu."
Kata Radit sambil memijat kaki Melly yang keseleo.
"Aduhh..Awww sakittt.. pelan pelan.."
Melly merasa kesakitan saat kakinya di pijat Radit.
Lalu Raditpun menurunkan kaki Melly yang sudah selesai di pijat.
"Coba kamu gerakan kakinya."
Radit menyuruh Melly menggerakkan kakinya.
Mellypun langsung menggerakkan nya.
"Wahh kaki aku gak sakit lagi. Aku bisa jalan lagi.."
Melly berdiri dan meloncat loncat.
"Makasih ya Radit,kamu sudah menolongku,dan sekarang menyembuhkan kakiku😃."
Ujar Melly sambil tersenyum pada Radit.
"Iya sama sama Melly."
"Aku seneng kok bisa bantu kamu😄."
Ujar Radit dengan senyuman.
"Emmm... aku pergi dulu ya Radit."
__ADS_1
Ujar Melly sambil beranjak dari duduknya.
"Kamu mau kemana Melly?"
Tanya Radit sambil berdiri juga.
"Entahlah aku juga bingung harus kemana. Sekarang aku sudah tidak punya pekerjaan lagi,mungkin aku akan cari kerjaan."
Ujar Melly dengan raut wajah yang sedih.
"Eumm kalo gitu aku punya pekerjaan buat kamu.itupun Kalo kamu mau."
Kata Radit dengan sedikit ragu.
"Emang apa pekerjaannya?"
Tanya Melly dengan serius.
Rendra langsung menarik tangan Melly dan membawanya ke taman.
"Kamu liat nenek itu?"
Kata Radit sambil menunjuk pada nenek yang sedang duduk di taman.
"Iya aku lihat,emang kenapa?"
Tanya Melly sambil melihat nenek yang di tunjuk Radit.
"Dia nenekku,"
"Sekarang dia sedang marah sama aku."
Kata Radit dengan raut wajah yang sedih.
"Emangnya kenapa? terus apa hungungan nya dengan pekerjaan?"
Tanya Melly kebingungan.
"Ya kalo kamu mau,kamu bisa pura pura menjadi pacar kakak aku,tenang saja akan aku bayar kok,ini cuman sementara juga. Nenek aku sangat menginginkan kakaku menikah,jadi kalau kamu bisa berpura pura jadi pacarnya pasti nenek tidak akan marah lagi."
Radit memberikan tawaran kepada Melly.
Melly merasa kebingungan harus di terima atau di tolak.
"(Berpura pura jadi pacar,aku dapat bayaran,apa sama dengan aku menipu? ini pekerjaan yang gampang.tapi aku takut.)"
Gumam Melly dalam hati.
"Apa kah aku akan menipu nenekmu?"
"Kalo nenek kamu tau giamna?"
Tanya Melly yang masih kebingungan.
"Tidaklah kamu tidak menipu,kamu hanya menolong dan menyelamatkan ku."
"Nenek tidak akan tau aku jamin itu,kalaupun nenek tau akan akan bertanggung jawab."
Kata Radit meyakinkan Melly.
Melly pun menyetujui tawaran Radit.
"Baiklah aku terima,tapi kamu harus tanggung jawab kalo ada sesuatu,aku gak mau di tuduh penipu dan di penjara."
Ujar Melly.
Mellypun menghanpiri nenek Radit bersama Radit.
"Hallo nek,Kenalin nek ini pacarnya kakak."
Sapa Radit pada neneknya dan memperkenalkan Melly.
"Hallo nek,saya Melly."
Kata Melly sambil menghampiri dan mencium tangan nenek Radit.
Nenek Raditpun tersenyum melihat Melly.
"Kamu bneran pacar cucu saya?"
Kata nenek Radit sambil memegang kedua tangan Melly.
"I .. iya nek saya pacarnya cucu nenek😊."
Sahut Melly yang grogi.
__ADS_1
Akhirnya mereka pergi dari taman,Melly pun ikut pada Radit mengantarkan nenek Radit ke rumah.