
"Iya bu makasih........ Slruupp...slruuppp ." balas riko dengan sopan dan meminum teh yang sudah di suguhkan .
" Saya janji pak kalau saya akan menjaga beby dan tak akan macam-macam dengan beby... Saya kan pacaran dengan sehat pak ... Saya bener-benar sayang dengan beby... Beby adalah penyemangat saya untuk sembuh dari sakit saya pak .... Dan yang penting orang tua saya dan kakak saya sudah kenal dengan beby dan mereka sayang dengan beby pak ..bu" ucap riko menjelaskan untuk menyakinkan kedua orang tua beby.
" Kamu janji tidak akan menyakiti beby dan berbuat kasar dan yang penting tidak akan melakukan hal yang di luar batas sebelum waktunya? " tanya bapak dengan tegas kepada riko
" Bapak bisa pegang janji riko pak " dengan tegas padahal dalam hai riko berucap kalau riko nggak akan berbuat kasar dan nekat kalau beby nurut .
Bapak dan mimi yang melihat kesungguhan di mata riko pun percaya dan luluh dengan riko dan mengizinkan riko untuk berpacaran dengan beby serta mengantar jemput beby mulai dari sekarang .
" Makasih pak ..bu... Terimakasih " ucap riko dengan senyum bahagianya
" Jangan panggil mimi dengan sebutan ibu ... Panggil mimi aja sama kaya beby nak riko." pinta mimi dengan senyum tulusnya .
" Dan bapak mengucapakan terimakasih kepada nak riko sudah membawa beby ke klinik untuk mengobati lukanya dan bapak titip beby selama beby di luar karena bapak tak bisa selalu mengawasi dan menjaga beby .... Beby adalah anak perempuan kami satu-satunya yang berharga buat kami ." pinta bapak dengan tulus
" iya pak ..mi ... Riko akan selalu mengawasi dan menjaga beby dengan baik " jawab riko dengan mantap
Setelah berbincang dengan bapak dan mimi sebentar riko pun pamit pulang karena hari mulai makin malam dan riko pun pulang dengan bapak dan mimi yang mengantarkan kepulangan riko sampai teras rumah .
Dan setelah melihat mobil riko menghilang dari pandangan bapak dan mimi , mereka masuk ke dalam rumah kalau bapak pergi ke kamarnya sedangkan mimi bergegas pergi ke kamar anak gadisnya sambil membawa susu coklat hangat .
" Tok.. Tok..tok ... Bebz sayang apa mimi boleh masuk ?" tanya mimi dari luar
__ADS_1
" Masuk aja mi beby belum tidur " sahut beby dari dalam kamar yang sedang membereskan perlengkapan sekolahnya untuk besok
"Ceklek ... Sedang apa sayang ko belum tidur .... Ini mimi buatkan susu hangat buat kamu ." ucap mimi yang menghampiri beby di meja belajarnya sambil menyerahkan segelas susunya .
" Makasih mimi... aku cuma menyiapkan perlengkapan buat besok mi biar nggak ada yang tertinggal yang menerima susu dari mimi
"Okh begitu ... Minum dulu susunya dan sini mimi mau bicara sebentar sama kamu sayang ." balas mimi sambil menepuk samping yah agar beby duduk di dekatnya .
" Ya kenap mi... Mimi mau bicara tentang masalah apa" tanya beby sambil duduk di samping mimi setelah meminum susu yang sisa setengah gelas itu
" Apakah ini masih sakit sayang? Gimana ceritanya kamu bisa terserempet mobil hem." tanya mimi dengan lembut dengan tatapan berkaca-kaca yang menatap luka beby yang terbalut dengan rapi di lengan tangannya .
Sedangkan beby di dalam hatinya mengutuk si riko yang dengan mudahnya membohongi mimi dan bapaknya dengan karangan indahnya tapi beby tak berani untuk berkata jujur karena takut mimi syok dan bapak murka jadi beby mengikuti alur cerita riko yang di karangnya dengan jantung yang berdetak kencang takut kebohongannya terbongkar .
" Kenapa malah diam dan melamun gini .... Kenapa hemmm? Cerita saja mimi janji nggak marah sama kamu bebz" pinta mimi sambil mengusap wajah beby dengan sayang
"Dan apa benar kalau riko sama kamu itu sudah pacaran sayang?" tanya mimi lagi samil menatap manik mata beby
" Ii...iya... Mi maaf buat mimi dan bawa kecewa ." ucap beby sambil menunduk kan kepalanya
"Hai ... Mimi tidak marah sayang jangan takut ... Bapak dan mimi tidak marah sama beby ... Dan bapak sama mimi juga tidak melarang beby untuk pacaran asalkan beby harus berjanji ." terang mimi menenangkan beby yang mulai ketakutan
" janji apa mi..." cicitnya dengan suara yang amat sangat kecil tapi masih bisa di dengar mimi
__ADS_1
"Janji untuk pacaran secara sehat .. No **** .. Dan janji beby akan selalu terbuka dengan mimi dan bapak tentang apa pun mengenai riko selama ajak beby jalan nantinya .. Beby mau kan sayang ?" tanya mimi lagi yang harap harap cemas beby akan menolaknya
"Haa... Mimi beneran kasih izin beby untuk pacaran dengan riko " tanya beby yang tercengang dengan ucapan mimi ... Dia masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan
" Benar sayang ... Kamu mau kan berjanji bebz... Dan kamu harus berjanji juga kalau dengan pacaran ini tidak menggangu nilai akademi kamu di sekolah ." pinta mimi sambil menyodorkan jari kelingkingnya kepasa putrinya
"Iya beby janji mi... Makasih bapak sama mimi sudah memberi izin kepada beby ." ucap beby yang menerima dan menyatukan uluran jari kelingkingnya .
"DEAL!!!!" ucap mimi dan beby secara bersamaaan
" Ya sudah mimi mau balik ke kamar dulu ... Mimi sudah mengantuk mau tidur ... Beby langsung tidur yah jangan bergadang sayang ..." pamit mimi sambil mengecup kening beby dengan sayang
Setelah mimi keluar kamar beby menghembuskan nafasnya secara kasar dan beby kembali murung karena riko berhasil mengambil kepercayaan dari bapak dan mimi yang artinya sekarang beby mulai terikat dengan riko tanpa kasat mata dan tidak bisa lepas dari jerat riko.
Kring... Kring ... Hp beby berdering pertanda telfon masuk setelah di cek ternyata riko yang menelfon dan beby segera mengangkatnya karena tak mau terkena mental dari riko.
" Hallo ko... Ada apa ?" sapa beby
"Sudah tidur sayang ?" tanya riko dari sebrang telfon
"Nih sudah bersiap untuk tidur ..." jawab beby
"Ya sudah tidur sana .. Besok riko jemput ... Happy nice dream bebz ... Muach" ucapnya setelah itu telfon terputus .
__ADS_1
Beby yang tidak mau ambil pusing dengan sikap riko pun cuek setelah mematikan sambungan telfonnya dia langsing tidur karena sudah merasa lelah , tak lama pun beby sudah terlelap dalam tidurnya .
Sedangkan di dalam kama kedua orang tua beby bapak dan mimi sedang berdiskusi mengenai hubungan beby dan riko.