My Baby Aurora

My Baby Aurora
Calon Papa Yang Baik


__ADS_3

...🖤♥️🖤...


Masih ditempat yang sama.Amelia memperhatikan keakraban yang terjalin antara Aurora dan Megan,hal itu membuat hati kecil Amel merasa iri.Baru kenal beberapa hari saja sudah sedekat itu,bahkan sampai lupa pada dirinya yang sejak tadi duduk diam seperti obat nyamuk.


Aurora selesai makan,Megan mengelap mulut anak kecil itu dengan beberapa lembar tisu basah.Dia juga mengelap telapak tangan Aurora yang sedikit kotor karena saus tomat asam manis.


Sepertinya,dia adalah sosok Papi yang baik untuk Aurora.Semoga keputusanku menikahi pria itu tidak memberi penyesalan dikemudian hari.


Megan mengalihkan pandangannya pada Amelia yang sejak tadi diam seperti patung,mungkin dia merasa telah diabaikan oleh dirinya dan putrinya sendiri.


"Emh...Pernikahan kita akan diadakan Minggu depan,tempatnya di gedung pribadi milik keluargaku,"Megan membuka pembicaraan.


"Iya,terserah kamu saja,"


"Acaranya akan diadakan secara sederhana,kamu tidak keberatan bukan?"


"Tidak,aku tidak keberatan sama sekali,"


Aurora menarik ujung jas Megan,dia seperti ingin menanyakan sesuatu.


"Ada apa sayang?"Tanya Megan.


"Pernikahan itu apa?"Kalimat lugu nan polos keluar dari mulut kecil Aurora.


"Pernikahan adalah upacara suci untuk Papa dan Mamamu agar kita bisa tinggal satu rumah,"jelas Megan.


"Asyik,setelah Papa dan Mama menikah kita bisa tinggal satu rumah,"Aurora menggerakkan kedua tanganya seperti kupu kupu yang sedang menari di udara.Semua yang melihatnya langsung tau kalau Aurora sedang merasa bahagia.

__ADS_1


*****


Selesai makan dan berbincang ringan,Megan mengantar Amelia dan putrinya pulang kerumah.Didalam mobil,Aurora tertidur lelap.Mungkin karena efek lelah dan perut yang sudah terisi penuh.


Amelia melirik kearah Megan,pria itu terus saja memperhatikan Aurora yang sedang tertidur sambil menyetir dan tersenyum.Anak itu terlihat lebih manis jika sedang diam,entah mirip siapa dia jika sedang tidur dan kalem seperti itu.Yang jelas,Megan merasa terpesona olehnya.


"Kita langsung kerumah kan?"Tanya Megan.


"Tidak,kita mampir ke salah satu laundry milikku dulu,"


"Oke.Kearah mana jalanya?"


"Ikuti saja jalan ini,tiba di perempatan belok kiri.Ada ruko berwarna pink sebelah apartemen hijau,kita berhenti disitu,"


"Oke."


Tiba didepan PR alias Princess Laundry,Megan memarkirkan kendaraanya.Amelia meminta Megan untuk membopong putrinya dan membawa masuk kedalam ruko.


"Naiklah dilantai atas,taruh Aurora disana,"perintah Amel.Megan hanya menjawab dengan anggukan patuh.


Amelia menemui Intan disana,juga beberapa pegawai yang bekerja untuk menyampaikan pesan yang cukup penting.Dalam diam Intan menebak,kalau Amelia akan memberitahukan tentang tanggal dan tempat pernikahannya dengan Megan.


Amelia meminta seluruh pegawainya untuk berkumpul dan duduk berdampingan.Tak lama,Megan turun dari lantai atas dan berjalan menghampiri Amelia.


Pegawai Amelia yang seluruhnya adalah perempuan langsung histeris.Ada seorang pria matang berwajah tampan datang ke ruko itu.


"Anak anak,perkenalkan.Dia adalah Megan,calon suamiku.Kami akan menikah minggu depan,"Amelia memperkenalkan Megan pada pegawai pegawainya.

__ADS_1


"Hallo,aku Megan,"pria itu melemparkan senyum manis sambil melambaikan tangan kanannya.


"Hallo Bos Megan,"sapa balik para pegawai itu berbarengan.


Megan tiba tiba mendekati Amelia,dia merangkul pundak wanita itu agar terlihat akrab didepan para pegawai istrinya.Amelia tidak menolak perlakuan manis Megan,dia bersikap santai meskipun didalam hatinya ada debaran yang tidak bisa dijelaskan oleh kata kata.


Intan tidak menyangka kalau Amelia dan Megan akan menjadi dekat secepat itu.Biasanya Amelia akan marah jika ada pria yang tidak sengaja menyenggolnya,tapi kali ini Amelia tidak bersikap seperti itu pada Megan.Pria itu pasti memiliki nilai plus hingga bisa dengan mudahnya menguasai hati seorang Amelia.


Amelia dan Megan naik ke lantai atas,tiba tiba Megan menarik tangannya dan membuat langkah Amelia tercekat sejenak.


"Ada apa?"Tanya Amelia.


"Aku ingin menunjukan sesuatu padamu,"Megan mengambil sesuatu dari balik jas yang dikenakannya.


Sebuah kotak berwarna biru muda keluar dari balik jas,Megan menyodorkannya pada Amelia.Amelia menerima kotak itu dan membukanya.


Tara....


Isi kotak itu adalah sebuah kalung permata,memiliki liontin berbentuk bundar dengan batu biru didalamnya.Amelia terkesiap,kalung itu pasti berharga mahal dan Megan memberikannya untuknya?


"Apa ini?"Amelia pura pura bodoh.


"Aku akan menjadikannya mas kawin pernikahan kita,kamu suka tidak?Kalau tidak suka aku akan menukarnya,"ucap Megan.


"Aku suka,tapi apa kalung ini tidak terlalu mahal untuk dijadikan mas kawin?"Tanya Amelia lagi.


"Tidak ada yang mahal didunia ini untuk Ibu dari anakku."Megan tersenyum dan menatap Amelia dengan tatapan teduhnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2