My Baby Aurora

My Baby Aurora
Tatap Muka


__ADS_3

...🖤♥️🖤...


Week end itu,Megan mengajak Amelia dan Aurora pergi piknik ke taman kota.Letaknya tidak jauh dari rumah mereka,hanya setengah jam saja jika ditempuh dengan kendaraan roda empat.


Amelia sengaja menelfon intan dan meminta untuk bertemu disana,sekalian ingin mengetahui perkembangan dan laporan terbaru tentang laundry miliknya.


Aurora terlihat senang,ini pertama kalinya dia pergi piknik dengan anggota keluarga yang lengkap.Melihat ekspresi bahagia anaknya,Amelia dan Megan ikut senang juga.


Tiba di taman,Megan memarkirkan kendaraannya.Keluarga kecil itu langsung keluar dari dalam mobil dan mencari tempat teduh untuk menggelar karpet mereka.


Tidak banyak barang bawaan yang Amel bawa,hanya sebuah bola,sekeranjang makanan dan minuman juga selembar karpet untuk duduk.Amel sibuk meracik makan siang sementara pasangan anak dan Papa itu asyik bermain bola.


"Aurora,ajak Papamu makan dulu.Nanti main bola lagi!"Teriak Amelia.


Megan membopong Aurora dan membawanya duduk diatas karpet,Amelia langsung menyuguhi mereka dengan roti lapis isi ikan tuna,air mineral dan potongan buah segar.


"Papa,buka mulutmu!"Perintah Aurora.


Megan membuka mulutnya lebar lebar dan Aurora menyuapi pria itu dengan sepotong roti lapis berukuran besar.


"Nak,nanti Papamu tersedak,"omel Amelia.


"Tenang saja,aku tidak akan tersedak.Mulutku kan lebar,"sahut Megan sambil mengunyah makanannya.


Tak lama intan datang menemui mereka.Dia menenteng plastik berisi minuman kaleng dan makanan ringan.


"Ayo makan dulu,nanti baru kita bahas masalah pekerjaan,"ajak Amelia pada Intan.


"Oke."


Mereka berempat sangat menikmati makan siang hari itu.Dibawah pohon rindang,disebuah taman yang sepi dan asri.Angin sepoi sepoi menambah seru suasana piknik keluarga kecil itu.


"Minggu depan aku cuti sepuluh hari ya,"ucap Intan sambil mengigit sepotong roti lapis.


"Lama sekali,mau kemana kamu?Pulang kampung?"Tanya Amelia.


"Iya,aku mau menikah,"sahut Intan.


"Menikah?Kapan?"Amelia kaget.

__ADS_1


"Lima hari lagi,"


"Dengan siapa?Orang mana?Kapan pacarannya?"Amelia heboh.Karena selama ini Intan tidak pernah curhat apapun kepadanya.


"Kapan kapan saja ceritanya,jangan disini,"bisik Intan sambil melirik kearah Megan.


Selesai makan,Amelia dan Intan sibuk berdiskusi.Sementara Megan dan Aurora lanjut bermain lempar lempar bola.


Bola yang dilempar oleh Aurora ternyata melambung jauh hingga mengenai wajah seorang wanita yang sedang berjalan dengan teman temanya disisi taman.Aurora berinisiatif mendekati wanita itu untuk meminta maaf sekaligus mengambil bolanya kembali.


"Tante,maaf.Aku tidak sengaja,"Aurora membungkuk didepan wanita itu.


"Jadi ini bola mu?"Wanita cantik bertubuh seksi itu menatap dengan tatapan tajam.


"Iya,Tante,"


"Anak sial,mana orangtua mu! Biar aku akan memberimu pelajaran sekalian dengan orangtuamu juga,"sentak wanita itu.


Merasa anaknya sedang dalam bahaya,Amelia mengajak Megan menghampiri Aurora.


"Aku orangtuanya,"Amelia mendekat berdampingan dengan Megan.


"Ada apa Sara?Bukankah anakku sudah meminta maaf?"Ucap Megan.


Amelia sedikit mendelik saat mendengar nama itu disebut.


Jadi dia Sara?Wanita yang disebut gila oleh Megan?Dia terlihat begitu normal dan cantik.


"Anakmu?Dia anakmu?"Sara terkejut.


"Iya,"sahut Megan meyakinkan.


"Kapan kamu menikah?Kenapa kamu tidak mengundang aku?"Sara marah.


"Aku mengundang suamimu,mungkin dia tidak mau mengajakmu jadi dia datang sendiri,"celoteh Megan.


"Tapi anakmu sebesar ini,kamu menikahi seorang janda kampungan?"Sara menatap Amelia dengan tatapan mengejek.


"Jaga mulutmu wanita gatal! Sudah bersuami tapi masih sibuk merayu suami orang.Masih punya wajah untuk merendahkan wanita lain huh?"Tantang Amelia balik.

__ADS_1


"Ka...Kamu..."Sara terbata bata.


"Amel,ayo kita pergi.Buang buang tenaga saja ribut dengan wanita gila,"Megan menarik lengan istrinya dan menyeretnya menjauh dari Sara.


Sara mengepalkan kedua tangannya,dia kesal karena ternyata Megan telah memiliki istri dan istrinya itu sangat berani kepadanya.Parahnya lagi,wanita itu terlihat biasa biasa saja dan tidak lebih menarik darinya.


Semua karena Theo,karena pria itu tidak kunjung mau menceraikannya.Rencana Sara untuk mendapatkan Megan gagal,ditambah lagi kini dia telah memiliki seorang istri.


*****


Amelia terus menerus menekuk wajahnya,bahkan sampai mereka tiba dirumah.Megan meminta anaknya untuk masuk kedalam kamar,sementara dia dan Amelia meneruskan perselisihan mereka yang sudah terjadi sejak didalam mobil.


"Dia wanita yang menjebak kamu dengan ramuan cinta beberapa tahun lalu?"


"Iya,"


"Oh,dia yang telah menyebabkan kita tidur bersama dan membuat masa depanku merana.Aku harus membalasnya,"


"Jangan Amel,membalas dendam itu tidak baik,"larang Megan.


"Bilang saja kamu mencemaskannya.Apa kamu juga menyukainya?"Amelia menyudutkan Megan.


Kesal dituduh yang tidak tidak,Megan langsung memanggul Amelia seperti karung beras dan membawanya masuk kedalam kamar.


"Megan,lepaskan aku!"Amelia terus berontak.Tapi Megan tidak peduli dan tidak menghiraukannya.


Megan melempar tubuh Amelia ke atas kasur,dia menatap wanita itu dengan tatapan tajam.


"Sepertinya kamu sudah lama tidak dipuaskan,jadi bicaramu itu ngelantur dan terdengar konyol,"ucap Megan.


"Hey,apa yang kamu maksud dengan dipuaskan?"Amelia meringkuk ke pojokan.


Megan melepas segala yang dia pakai dan melemparnya ke segala arah.


Glek,,,,


Amelia menelan ludah,pemandangan yang ada dihadapannya sungguh terlihat indah sekaligus mengerikan.Apa yang harus dia lakukan sekarang?Mencoba melarikan diri dari cengkraman pria itu?Sangat mustahil untuk dilakukan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2