
...🖤♥️🖤...
Beberapa bulan berlalu,perut Amelia sudah menginjak usia 38 minggu.Amelia tiba tiba saja merasa sedikit mulas dan air ketuban mulai rembes dari celah kakinya.
"Megan!"Panggil Amelia sambil menahan mulas dan nyeri.
Megan lari terbirit birit mencari keberadaan istrinya.
"Amelia,ada apa?"Megan panik.
"Sepertinya aku mau melahirkan,"ucap Amelia terbata bata.
"Ayo kita pergi kerumah sakit."
Megan membawa Amelia pergi kerumah sakit terdekat.Setibanya disana Amelia dibawa masuk keruang bersalin sementara Megan menunggu didepan pintu.
Bukanya Megan tidak mau menemani istrinya melahirkan,dia hanya tidak mau menyusahkan perawat atau Dokter jika tiba tiba dia jatuh pingsan saat melihat Amelia mengejan.
"Aku harus bagaimana?"Megan mondar mandir seperti setrikaan.Dia merasa frustasi dan sakit kepala.
Tak lama,Domani datang.Dia merangkul tubuh Megan dan memberinya tepukan selamat.Aneh memang,padahal anaknya belum lahir.
"Cucuku akan bertambah,dia harus mirip denganku.He..He..He..."
"Doakan saja semuanya berjalan lancar,"
"Itu pasti,"
Oek...Oek...Oek...
Suara tangis bayi menggema.Sekujur tubuh Megan terasa lemas tak bertenaga.Baru kali ini dia mendengar tangis bayi,suara anaknya yang baru lahir kemuka bumi.
Tak terasa air matanya membasahi pipi,rasa haru,sedih bercampur menjadi satu.Perasaanya saat ini tidak bisa di jelaskan dengan kata kata,hanya Tuhan dan dirinya saja yang tahu.
Klak,,,
__ADS_1
Pintu kamar bersalin terbuka,seorang Dokter datang menghampiri Megan untuk memberikan informasi terkini tentang keadaan Amelia.
"Suami Nona Amelia?"
"Iya,saya sendiri,"
"Anak anda sudah lahir,bayinya laki laki.Keadaan Ibu dan bayinya dalam keadaan sehat,"jelas sang Dokter.
"Terimakasih atas pertolongannya Dokter,"
"Sama sama,"
Sang Dokter pergi,Domani merangsak masuk kedalam ruangan itu.Dia tidak sabar ingin mencari keberadaan cucu barunya.
"Ayah,"Amelia hendak bangkit tapi Domani melarangnya.
Domani menggendong cucu laki lakinya sambil bersenandung ria.Dia bahagia karena keinginan terpendamnya untuk memiliki cucu laki laki terpenuhi.
"Nak,jangan terlalu lama KB ya?Aku masih ingin beberapa cucu lagi darimu,"ucap Domani.
"Aku akan memberi nama anak ini Radja Domani,"pria itu berucap mantap.
Sebenarnya Amelia kurang suka dengan nama itu,tapi dia tidak berani membangkang keinginan mertuanya.Alhasil dia hanya bisa diam dan pasrah tanpa protes.
*****
Keesokan harinya,Amelia telah diperbolehkan pulang.Didepan pintu gerbang rumah sakit dia bertemu secara tidak sengaja dengan Riska bibinya.Meski wajahnya tertutup masker,Amelia masih bisa mengenalinya.
"Amel,"panggil Riska.
"Bibi,sedang apa bibi disini?"
"Aku mau menjenguk teman,kamu sendiri?"
"Aku baru saja melahirkan anak keduaku,"
__ADS_1
"Oh..ya?"Riska sedikit terkejut karena Amelia sudah memiliki dua anak.
Megan dan Domani menghampiri Amelia,Riska diam dan tidak berani membuka suara.Dua pria itu terlihat berwibawa dan kaya dimata Riska,benar kata Aldo kalau hidup Amelia kini sangat baik dan tentram.
"Aku pergi dulu,"pamit Amelia.Riska hanya mengangguk dan menyunggingkan senyum kecil dibalik maskernya.
"Siapa dia?"Tanya Megan.
"Dia teman lamaku,"Amelia berbohong.Dia malas mengenalkan suami dan mertuanya kepada pelakor itu.
Tiba dirumah,kedatangan Amelia disambut dengan penuh suka cita oleh Bu Ani dan Aurora.Amelia tak menyangka,Aurora yang sempat tidak mau memiliki adik sekarang jadi mau.Mungkin karena keimutan dan kelucuan wajah bayi Radja.
Bayi memang memiliki kekuatan sendiri,dia bisa menghipnotis siapa saja untuk menyukainya dengan wajah polos dan suara tangisnya.
"Ma,kenapa adik bayi mirip sekali dengan Kakek?Apa karena Mama kurang menyukai Kakek ya?"Celetuk Aurora polos.
"Sayang,kalau bicara jangan kencang kencang.Nanti kalau Kakek dengar bisa berabe,"Amelia membungkam mulut putrinya.
Tak lama,Domani masuk kedalam kamar Amelia sambil membawa satu box kurma dan satu botol madu murni.
"Kamu harus rajin makan dan minum ini,agar asimu lancar,"ujar Domani.
"Ayah tau dari mana itu bisa melancarkan Asi?"
"Dari mertua Ayah dulu,"Domani tertawa.
Pria itu memang mirip dengan anak Amelia,sepertinya Radja akan menjadi cucu kesayangan dari pria itu.Semoga saja Domani bisa bersikap adil pada cucu cucunya,agar Aurora tidak merasa berkecil hati.
"Ma,apa malam ini aku boleh tidur dengan adik bayi?"Aurora mengelus elus pucuk kepala adiknya.
"Tentu saja boleh,"Amelia menyunggingkan senyum kecil.
Kini keluarga Amelia terasa lengkap,dia sudah memiliki anak perempuan dan laki laki.Tapi sepertinya dia dan Megan masih harus berkerja dengan keras lagi,karena Domani menginginkan banyak cucu dari mereka.
Bersambung...
__ADS_1