My Baby Aurora

My Baby Aurora
Bantuan Aurora


__ADS_3

...♥️🖤♥️...


Sore itu Amelia sibuk menyirami tanaman di teras rumah.Megan berjalan mengendap lalu memeluk tubuh wanita itu dari belakang.Amelia terperanjat kaget,Megan tertawa karena merasa ekspresi sang istri begitu lucu.


"Fokus sekali menyirami tanaman,sampai tidak tau kalau istrinya datang,"berbisik ditelinga Amelia.


"Datang datang main peluk,pasti ada maunya ya?"Tebak Amelia.


"Iya.Aku rindu padamu,ayo kita naik ke lantai atas,"ajak Megan.


"Astaga,ini masih sore.Nanti malam saja ya!"Tolak Amelia.


"Tidak mau,aku mau sekarang,"Megan memaksa.


"Iya,baiklah."Amelia menyerah.


Suami istri itu masuk kedalam kamar,mereka menutup pintu dan mulai melakukan sesuatu yang intim dan menyenangkan.


Satu jam berlalu,Megan tergeletak lemah di sisi Amelia,keringat mengucur deras melalui pori pori tubuhnya.Sementara Amelia terlihat biasa saja,entah apa yang dia konsumsi sampai staminanya tetap terjaga.


"Sudah beberapa hari kita tidak bertemu dengan Tante Riska,apa kabar dia ya?"Ucap Amelia.


"Kalau rindu,telfon saja,"


"Tidak ah,aku tidak mau mengganggu waktu istirahatnya.Apa lagi saat ini dia sedang melakukan terapi dan mengkonsumsi obat Dokter,dia pasti sering tidur,"


"Kamu betul juga."


Tak lama,Aurora mengetuk pintu sambil berteriak "Mama,Papa,ada Om Ruben menunggu diruang tamu,".

__ADS_1


"Iya,minta Om menunggu sebentar!"Teriak Amelia.


"Iya,Ma."


Amelia dan Megan memakai kembali pakaian mereka,tidak lupa mereka mencuci muka dan menyisir rambut agar tidak terlihat kumal dan acak acakan.


Wajah Ruben saat itu terlihat begitu ceria,bersinar seperti batu zambrud yang beru digosok.Amelia menebak ada sesuatu yang penting dan menyenangkan yang akan Ruben sampaikan kepada keluarganya.


"Tumben datangnya sore?"Megan basa basi.


"Ada yang mau aku bicarakan,"sahut Ruben.


"Soal apa?"Amelia penasaran.


"Besok malam aku akan melamar pacarku,kalian berdua harus ikut kesana,"tutur Ruben.


Megan melongo,dia tidak percaya masih ada wanita yang tertarik pada Ruben.Pria sedikit kemayu dan menyukai warna pink itu.


"Siapa wanita bodoh yang mau menikah dengan kamu itu?"Tanya Megan asal.


"Kakak,bisa tidak jangan sembarangan bicara?"Ruben kesal.Tapi Megan malah tertawa terbahak bahak.


"Sayang,itu tidak lucu!"Amelia mendelik.Megan langsung menutup mulutnya rapat rapat.


Aurora menghampiri Ruben,dia duduk disisi Ruben dan ikut nimbrung mendengarkan cerita orang dewasa itu.


"Aku tau siapa wanita beruntung itu,"celoteh Aurora.


"Siapa dia nak?"Desak Amelia.

__ADS_1


"Dia guru TK ku,namanya Bu Bella.Orangnya cantik,kalo mengajar tegas sekali,"jawab Aurora.


Megan terdiam,pria lemah seperti Ruben memang memerlukan pasangan yang tegas.Berharap Ruben akan terbawa dan berubah menjadi pria yang tegas pula.


"Oh,jadi dia guru Aurora.Siapa yang mengenalkan kalian berdua?"Amelia bertanya lebih jauh.


"Tentu saja aku,Om menikah karena jasaku.Dia harus berterimakasih padaku,jasaku pada hubungan mereka sangat besar,"celoteh Aurora bangga.


Ruben,Amelia dan Julian tertawa.Tingkah anak itu memang ada ada saja,bisa membuat orang disekitarnya merasa terhibur.


.


"Jangan terlalu membanggakan diri,Tuhan tidak suka anak sombong,"celetuk Ruben.


"Aku tidak sombong,hanya bilang tentang jasaku,"Aurora membela diri.


"Iya sayang,terserah kamu saja.Yang penting kamu senang.Oke?"


Malam telah larut,Ruben kembali kerumahnya.Amelia mengajak Aurora dan anak keduanya untuk tidur bersama.


Awalnya Aurora menolak karena masih ingin bermain,tapi lama kelamaan rasa ngantuk di matanya datang menyapa.


"Hoam...."


"Kalau mengantuk tidur saja Ma,"ucap Aurora.


"Mama tidak mau tidur kalau kamu tidak tidur,"


"Ya sudah kalau begitu,ayo kita tidur bersama,"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2