
Sara duduk melamun di teras rumahnya,dia sedang meratapi nasib hidupnya yang penuh dengan kemalangan.Dia selalu gagal dalam melakukan apapun,dan apapun yang dia mau pasti tidak pernah terwujud.
Ingin memiliki orang yang dia cintai bukanlah sebuah kesalahan,tapi kenapa orang orang disekitarnya selalu menyalahkannya dan merundungnya?Apa karena statusnya yang sudah memiliki suami?Tapi Sara tidak mencintai pria itu,dia hanya korban nikah paksa saja.
Kalau dipikir pikir Theo tidak terlalu buruk,meski sering marah marah pria itu masih memiliki sedikit perhatian dan kepedulian padanya.Haruskah Sara membuka hati untuk Theo?Lagi pula Megan sudah tidak akan mungkin mau menerimanya.
Tapi,setelah semua kejahatan yang dia lakukan.Apakah Theo masih mau berbaikan dengannya?Rasa bimbang dan ragu muncul menyelimuti hati Sara.
"Apa yang sedang kamu lakukan disini?"Theo muncul tiba tiba dan membuat Sara Kaget.
"Aku hanya sedang memikirkan kelanjutan hubungan kita saja.Apa kamu masih mau memaafkan aku?Atau kamu mau mengusir aku pergi?"
"Apa kamu gila?Untuk apa aku mengusir istriku sendiri?"
Mata sara berkaca kaca,dia terharu mendengar kata kata yang keluar dari mulut Theo.Tidak ada kebencian disana,meskipun Sara telah berkali kali melukai hatinya.Sara menyesal,dia ingin memperbaiki semuanya.
"Apa kamu masih mau menerimaku?"Tanya Sara.
"Tentu saja mau,asal kamu berjanji tidak akan mengulanginya lagi.Karena aku tidak akan memberikan kesempatan kedua untukmu,"
"Terimakasih,aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang sudah kamu berikan untukku,"Sara tersenyum sambil menyeka air mata yang jatuh membasahi pipinya.
__ADS_1
Theo menatap Sara lekat lekat,wanita itu apa bisa dipercaya?Semudah itu dia berubah membuat hati dan pikiran Theo meragu.Semoga saja keputusan yang sudah Theo ambil tidak salah dan tidak membawa dampak buruk untuk hidupnya ke depan.
*****
Theo menghubungi nomor Megan,dia ingin curhat tentang perubahan dalam diri Sara dan keputusan yang baru saja dia ambil.Tapi pria itu sepertinya sedang sibuk,sampai sampai dia tidak mau mengangkat telfon dari Theo.
"Kamu sedang menelfon siapa?"Tanya Sara.Dia menyodorkan secangkir teh manis hangat untuk Theo.
"Bukan siapa siapa,"sahut Theo.
Pria itu menyeruput teh buatan sara tanpa ragu,membuat sara terkesima.Orang lain pasti akan langsung menolak meminum teh buatannya,karena takut diracun atau di obat serangga.Tapi Theo benar benar menaruh kepercayaan penuh pada Sara.
"Aku rela mati di tanganmu,"ucap Theo asal.
"Dasar pria gila!"
"Karena aku gila aku jadi cocok dengan wanita gila seperti kamu!"Theo tertawa.
Tak lama,Megan menelfon balik.Tapi kini Theo yang malas mengangkatnya.Theo terlalu sibuk mengajak Sara bermain diatas meja kerjanya,melampiaskan hasrat yang sudah lama tertunda.
"Aku mencintaimu Sara,"bisik Theo ditelinga Sara.
__ADS_1
Pertempuran menyenangkan itu pun terjadi,keduanya baru menyudahi aksi nakal masing masing setelah kehabisan tenaga dan kelelahan.
"Aku suka stamina mu,"puji Sara.
"Aku juga suka cara bermain mu,tidak ada yang bisa melakukan gaya dengan indah dan sesempurna itu,"
"Berhenti terus menerus memujiku,aku bukan tipe wanita yang suka dipuji."
"Kalau begitu,kamu lebih suka aku memaki kamu dan menghina kamu?"ledek Theo.
"Tidak juga,"
Keduanya berdebat,hingga mulut mereka berbusa dan berbuih.Pasangan itu mungkin akan menjadi pasangan teraneh dan terkocak didunia.Meski begitu jauh di lubuk Theo yang paling dalam,Theo berharap hubungannya dengan sara akan kekal dan abadi.
Bersambung...
Hallo,
Mohon dukungan untuk karya ini,berupa like,vote dan komen.Maaf karena masih banyak kekurangan dan salah dalam karya ini🙏terimakasih sudah datang berkunjung.
Peluk hangat,Author😘
__ADS_1