My Baby Aurora

My Baby Aurora
Tertangkap Basah


__ADS_3

...🖤♥️🖤...


Dia akan melakukan pertemuan rahasia di cafe xxx pukul 15.00 sore nanti.Datanglah ke sini,aku menunggumu.


Begitu kira kira pesan yang Theo kirim pada Megan.Hari ini akan ada hal besar yang akan Megan tangkap dengan mata kepalanya sendiri.


Usai pamit pada istri dan anaknya,Megan langsung menuju cafe tempat Theo menunggunya.Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam,tibalah Megan di tempat tujuan.


Theo sudah menunggu kedatangannya disana,lengkap dengan pakaian,topi dan kacamata berwarna hitam.Benar benar mirip dengan mata mata khusus yang bekerja pada negara.


"Apa dia sudah datang?"Tanya Megan.


"Sudah,dia ada di meja nomor sembilan.Aku sudah memasang alat perekam suara di kolong mejanya,"sahut Theo.


"Kerja bagus kawan,"


Theo dan Megan mengamati gerak gerik Sara dari jauh.Jelas sekali dia sedang merencanakan sesuatu yang jahat bersama dua orang pria bertubuh tinggi besar yang ada dihadapannya.


Sara sangat tidak suka dengan kebahagiaan yang sedang meliputi Megan dan istrinya,dia sangat ingin menghancurkannya dan merusaknya seperti puding yang yang dibanting dari atas tebing.Rasa iri didalam hatinya begitu membuncah hingga sangat sulit untuk dikendalikan.


Pokoknya,jika dia tidak bisa bahagia,Megan dan istrinya juga tidak boleh hidup bahagia.Begitu kira kira isi pikiran Sara saat ini.Hanya Theo dan Megan saja yang bisa menebak isi pikiran wanita ular itu.


"Aku sudah membayar kalian dengan mahal,kalian tidak boleh gagal melakukan tugas sederhana ini,"ucap Sara.


"Sederhana katamu?Melenyapkan orang lain adalah hal yang sulit,"ucap salah seorang pria bayaran itu.

__ADS_1


"Kalian tenang saja,aku akan memberi kalian berdua bonus jika misinya sudah selesai,"lanjut Sara.


Megan mengepalkan telapak tangannya,telinganya panas mendengar ocehan Sarah dan dua pria jahat itu.Megan bangkit dari kursinya,dia menghampiri Sara dan duduk disebelahnya.


Sara kaget,hampir saja dia jatuh dari kursi tempatnya duduk.


Bagaimana bisa dia ada disini?Apa dia sudah mendengar semuanya?


Megan menatap Sara dengan tatapan tajam,jantung Sara hampir copot karena itu.Tatapan itu seperti tatapan seekor singa lapar yang sedang melihat mangsa favoritnya.Seolah olah dalam diam Megan berkata "Kamu akan tamat hari ini juga!".


"Aku sudah merekam semua percakapan kalian,kalau kalian benar benar nekat melukai istriku maka aku akan menyerahkan rekaman itu ke polisi,"ancam Megan.


Sara membeku,begitu juga dengan dua orang suruhannya.Bagaimana bisa mereka tidak tau kalau ada alat penyadap disekitar mereka?Apa itu hanya sekedar ancaman Megan saja?


"Sungguh kamu tidak tau?Baiklah,aku akan melaporkan rencana busuk kalian semua ke kantor polisi sekarang juga,"


"Jangan!"Pinta Sara.


"Apa kamu takut?"Megan memandang remeh.


"Aku..."Sara tercekat.Dia kehabisan kata kata.


"Ingat Sara,jika kamu tidak mau berubah.Jangankan manusia,lalat saja jijik mau menatapmu,"ucap Megan dengan penuh penekanan.


Sara menundukkan wajahnya,dia meremas ujung dres yang sedang dikenakannya.Hatinya merasa kesal karena rencananya gagal,tapi mau bagaimana lagi?Megan seolah memiliki banyak mata dimana mana.

__ADS_1


Theo menghampiri Megan dan Sara,meski benci pada Sara dia tetap merasa kasihan saat melihat wanita itu tertekan.Theo menarik kursi dan duduk ditengah tengah pria bayaran Sara.


"Kalian berdua pergi saja,"usir Theo.Dua orang pria itu menuruti perintah Theo,mereka tidak mau ambil resiko dilaporkan ke polisi dan masuk kedalam penjara.Apa lagi mereka belum melakukan apapun dan belum mendapat bayaran sepersen pun.


"Theo,kamu membuntuti aku sampai kemari?"


"Iya,aku tau kamu sedang merencanakan hal jahat untuk Megan dan istrinya.Tolong akhiri semuanya Sara,sebelum semuanya terlambat,"


"Kenapa kamu suka sekali mencampuri urusanku Theo?"


"Karena aku suamimu,"


Deg,,


Jantung Sara bergetar saat mendengar pernyataan itu.Kalimat yang singkat,jelas,padat dan ngena dihati.


"Lihatlah ketulusan pria ini Sara,jika aku jadi Theo aku sudah tidak sudi lagi mengakui kamu sebagai seorang istri,"sambung Megan.


Sara terdiam,dia menatap wajah suaminya lekat lekat.Tidak ada aura benci dan dendam disana meskipun dia telah berkali kali melukainya.Mungkinkah itu yang dimaksud dengan cinta yang tulus dan murni?Apa cinta macam itu benar benar ada didunia ini?


Sebongkah rasa malu tiba tiba hadir dihati Sara.Rasa itu memaksanya untuk mengakhiri semuanya begitu saja dan mengalah.Dia sudah kalah,tidak ada yang bisa dia lakukan kecuali menyerah dan pasrah.


"Asal kamu berjanji tidak akan melakukan kejahatan lagi,aku pasti mau memaafkan kamu,"ucap Theo.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2