
...🖤♥️🖤...
Hoek...Hoek...
Berkali kali Amelia merasakan mual diperutnya,berkali kali juga dia pergi ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.Semua makanan yang baru dia konsumsi beberapa menit tadi keluar semua.
Tubuh Amelia terasa lemas,dia harus berjalan sambil merayap demi untuk duduk di sofa kamarnya.Sudah lama Amelia tidak merasakan hal itu dan rasanya masih sama seperti dulu.
Sempat merasa lega karena tidak merasakan mabuk diawal kehamilan,tapi itu ternyata hanya jebakan Batman belaka.Kepala pusing,badan meriang,benar benar sangat menguji kesabaran dan keteguhan hati.
Megan datang ke kamar istrinya,dia membawa segelas air susu hangat dan makanan ringan.
"Keluar semuanya?"Tanya Megan.
"Iya,"
"Mau aku ambilkan makan lagi?"
"Tidak,"
"Kalau begitu minum susu hangat ini agar perutmu membaik,"
Amelia meneguk susu buatan suaminya sampai habis.Rasa lapar dan dahaganya sedikit terobati.
"Apa tidak apa apa kalau aku tinggal dirumah sendirian?Aku sungguh tidak tega padamu,"
"Rumah ini memiliki banyak petugas keamanan,bagaimana bisa kamu menyebut aku sendirian?"
Megan memeluk tubuh istrinya,menciumnya dan mengelus elus rambutnya.
"Sabar ya,semuanya akan berkurang jika sudah masuk usia kehamilan empat bulan"
"Iya,"
__ADS_1
"Ada yang mau kamu pesan tidak?Nanti pulang kerja aku carikan,"
"Aku mau martabak manis saja,"
"Baiklah,baik baik dirumah ya.Aku akan segera pulang setelah pekerjaanku di kantor selesai."
Cup,,,
Sebuah kecupan mendarat di kening Amelia.Pelan,tapi lembut,menebarkan hawa sejuk hingga terasa kedalam hati.
Pria itu,sejak kapan telah berhasil membuatku tunduk dibawah naungan cintanya?
*****
Amelia merasa sedikit lebih baik,dia mulai melakukan pekerjaan rumah yang terbengkalai satu demi satu.Perlahan tapi pasti,semua pekerjaan rumahnya selesai.
Meski mual dan pusing,Amelia menyempatkan diri untuk memasak.Tidak mungkin dia membiarkan keluarganya terus menerus membeli makanan diluar.Karena masakan sendiri jauh lebih sehat dan terjamin kebersihannya.
Beberapa minggu ini,rumahnya aman dari teror.Sepertinya Megan sudah menyelesaikan semuanya dengan baik.Sayang,pria itu tidak mau memberi tau siapa pelaku teror keluarganya tersebut.Padahal,Amelia sangat ingin mengetahuinya.
Bel rumah berdering,Amelia bergegas membuka pintu untuk melihat siapa tamu yang datang.
Ternyata,tamu itu adalah Ayah mertua Amelia,dia datang dengan membawa banyak makanan.Ada kue,biskuit dan buah buahan.Dia sangat perhatian pada menantunya,atau dia sangat menyayangi calon cucunya didalam perut Amelia.
"Bagaimana kabarmu nak?"Tanya pria tua itu ramah.
"Baik,"
"Malam ini aku akan menginap,aku ingin bermain dengan Aurora,"
"Boleh,Ayah tunggu saja diruang tamu.Sebentar lagi dia pulang dari sekolah,"
"Oke,"
__ADS_1
Amelia kembali ke dapur,dia membuat makanan dan minuman untuk Ayah mertuanya.
Diam diam,Domani memperhatikan keadaan rumah Amelia yang kini banyak dipasangi cctv.Juga beberapa orang petugas keamanan yang menurutnya jumlahnya terlalu banyak.
Apa pernah ada tindak kejahatan terjadi dirumah ini?Kenapa aku tidak diberi tahu?
"Ayah,kenapa ayah melamun?"Amelia menaruh nampan berisi makanan dan minuman diatas meja.
"Kenapa rumah ini jadi banyak cctv dan petugas kemanan?"
"Ah,waktu itu ada yang meneror rumah kami.Jadi Megan sengaja memasang banyak cctv dan memperkerjakan petugas keamanan,"
"Meneror?Siapa pelaku teror tersebut?"
"Ku tidak tau,Megan tidak memberitahu aku
."Sahut Amelia santai.
******
Sore hari,Megan pulang dari tempat kerja.Doa langsung digiring untuk duduk di sofa dan dicerca pertanyaan oleh Ayahnya.
"Katakan padaku?Siapa pelaku teror itu?"desak Domani.
"Dia sara,istri Theo.Tapi Ayah tenang saja,aku sudah bisa mengendalikannya,"sahut Megan.
"Jangan terlalu senang dulu nak,kamu tau bagaimana dia kan?Dia bisa saja sewaktu waktu datang untuk meluncurkan aksinya kembali,"Domani menepuk pundak putranya pelan.
Amelia muncul dari ruang tengah,percakapan ayah dan anak itu berakhir.Amelia merasa sedikit curiga,dua pria itu pasti sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
"Ini pesanan mu,"Megan menaruh dua box martabak manis keatas meja.
"Terimakasih,aku sudah tidak sabar ingin memakannya,"Amelia menyunggingkan senyum kecil.
__ADS_1
Bersambung...